HariPatahHatiNasional

Sebuah Pertunangan Tidak Bisa Lagi Lebih Pedih daripada Pertunangan yang Ini

Tanggal 21 Mei 1998 dulu, rakyat kita pernah digoncang dengan salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah Indonesia, yaitu ketika Presiden Soeharto mundur dari jabatan presidennya setelah 32 tahun memerintah.

Lalu tanggal 21 Mei 2017, rakyat (terkhusus jomblo) kembali diluluhlantakkan dengan terjadinya tragedi paling memilukan nan menyayat hati sedekade belakang, yaitu bertunangannya Raisa dan Hamish. Hari Patah Hati Nasional pun lahir

Maka kemudian resmilah 21 Mei identik dengan tanggal kepedihan…

“Pada akhirnya aku tidak masalah jika akhirnya tidak menikah dengan seorang Raisa. Akan tetapi jika aku tidak bisa menikahinya, maka tidak ada seorang pun yang bisa. Tidak Keenan. Tidak juga Hamish.”

Benar kata seorang teman. Harusnya begitu. Tidak juga Hamish. Untungnya ini baru tunangan. Masih ada jalan yang dapat ditempuh untuk menggagalkan itu. Ada usul dari pihak yang tidak setuju untuk merobohkan tendanya nanti saat resepsi supaya batal nikahannya. Namun ada juga yang mendukung penuh keputusan Raisa, dengan menyampaikan pesan ikhlas “jagain doi ya bro” kepada Hamish. Yang jelas, bagi laki-laki biasa untuk bersaing secara sehat dengan si Hamish itu sudah tidak mungkin lagi. Ini Hamish Daud. Ha-mish Da-ud. Sekurang-kurangnya dengan ilmu hitamlah baru bisa tertikung.

Apapun itu, semoga para jomblo tidak menggila dan melakukan pemberontakan seperti pada Mei 1998. Marilah kita berpikir jernih. Selama bukan “doi” yang tunangan duluan, semua tidak jadi masalah. Iya kan. Atau jangan-jangan tidak. Kzl.

Advertisements