Kota Tua dan Seniman Jalanan

Satu pojok Jakarta yang anehnya saya sukai adalah Kota Tua. Seringkali saya pergi ke tempat ini cuma untuk menghirup udaranya atau melihat warna putih gedung ciptaan Belanda itu. Mungkin bisa dibilang saya hampir tidak ‘ngapa-ngapain’ di sana karena memang hampir tidak ada fasilitas apa-apa. Tak ada wahana menarik untuk dinaiki. Tak ada pesona alam yang patut dipelototi. Pun tak banyak benda-benda menarik yang dijajakan. Namun ada aura unik dari Kota Tua yang membuat saya betah. Ketika sudah lama tidak ke sana ada rasa kangen yang tiba-tiba saja mencuat. Setelah membandingkan satu dan lain hal, ternyata yang paling saya sukai adalah menonton seniman jalanan ditemani antiknya arsitektur Kota Tua

Continue reading

Advertisements

Bumi Ternyata Datar?

Ujug-ujug apa yang selama ini kami percayai sebagai common sense mendadak buram oleh pernyataan dosen kami. Beliau berkata bahwa di luar sana, ada sekumpulan orang yang percaya (dan mengimani sepenuh hati) pernyataan bahwa bumi ini sebenarnya berbentuk datar. Datar layaknya karpet. Sama sekali bukan berbentuk bulat pepat seperti apa yang kita pelajari dalam buku IPA semenjak SD.

Dalam konteks biasa, jika ada orang yang datang bilang kalau bumi ini sebenarnya datar, pasti kita anggap orang itu sedang bercanda. Tetapi sayangnya orang yang mendeklarasikan berbentuk datar itu sangat serius. Orang-orang ini berkumpul ke dalam suatu komunitas bernama The Flat Earth Society, yang sepertinya semua anggotannya sangat berkomitmen. Tanpa lelah mereka menyatakan teori-teori dan bukti2 kuat dari perkataan mereka. Dan terus terang, penjelasan mereka cukup meyakinkan. Banyak sudah yang menjadi ‘pengikut’ setelah melihat argumen mereka.

flat-earth-society

Saya pikir perdebatan bumi itu bulat vs bumi itu datar sudah lama usai ketika penemuan Benua Amerika oleh Colombus pada 1492. Tapi ternyata tidak. Bahkan setelah manusia pertama yang keluar angkasa, Yuri Gagarin, mengorbit bumi pada 1961. Perdebatan masih terus berlangsung. Pihak flat-earth punya sejuta alasan untuk membantah itu semua mulai dari konspirasi dari NASA dan ketidaktepatan sejarah masa lalu. Intinya, sampai sekarang belum ada yang bisa benar-benar meyakinkan orang lain tentang bentuk bumi ini. Mungkin agar benar-benar percaya seluruh manusia harus diangkut keluar angkasa agar dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri.

Continue reading

Dan Ini Dia… Ramadhan!

Ah, bulan Ramadhan rasanya nggak klop kalau nggak nulis tentang bulan berkah ini sama sekali. Meski rasanya sudah telat banget sih kalau biknnya baru sekarang -_-.

Ramadhan. Yah, umat muslim sedunia paham arti datangnya bulan ini. Semua menyambut datangnya ramadhan dengan bergembira. Tentu alasannya banyak. Pertama amalan dan ibadah bernilai berlipat-lipat lebih besar dibanding bulan lainnya. Tak heran jumlah pengunjung masjid, frekuensi tilawah, pengeluaran sedekah dan lainnya meningkat drastis. Ibarat lagi diskon akhir tahun, pastinya semua orang mau meraup untung sebanyak-banyaknya. Lalu juga ada amalan khusus ramadhan seperti puasa wajib dan tarawih. Sayang men kalau waktu ramadhan amalan ibadah kita nggak berubah sama sekali.

Kedua. Suasana ramadhan yang bikin kangen. Di bulan lain, saya terkadang rindu sama ‘marching band sahur’ yang tanpa fee mau membangunkan kita. Saya kangen dengan ramenya subuh dan tarawih di masjid sampai lantai masjid dekat rumah kami terlihat sempit. Juga dengan pasar ta’jil yang berhasil merubah saya menjadi makhluk pemboros. Dan ketika saya masih kecil, ramadhan artinya libur panjang dan waktu main sepuasnya! Mulai dari seusai subuh ada jalan pagi ceria sambil curcol khas remaja lelaki tanggung. Habis itu lanjut dengan main di atas lapangan voli alias tarkam. Setelah itu pasti bubar sebentar karena paling nggak salah satu dari ibu kami sudah datang ngejewer jemput anaknya buat pulang. Persekongkolan kami kembali bersatu setelah dzuhur buat main PS sampai ashar dan dilanjutkan dengan ngabuburit sehat. Ngabuburitnya kalau nggak diisi jalan sehat 2, main bola: revenge, atau monopoli. Wah, sungguh bernostalgia.

Meski begitu ada beberapa hal yang membuat saya sedih di bulan ramadhan ini. Biasanya, di hampir tiap masjid yang saya kunjungi menunjukkan trend negatif dalam hal jumlah pengunjung. Trend ini jelas terlihat di saat tarawih. Katakanlah di paruh pertama ramadhan terdapat 15 shaf shalat, maka di paruh akhir bisa tinggal 3 atau 4 shaf saja. Mungkin dikarenakan bosan (Masya Allah) atau ada kegiatan lain di akhir ramadhan.

Terlebih, yang saya baru tahu ketika mulai beranjak dewasa, ternyata ada cukup banyak orang yang tidak berpuasa. Orangnya sudah gede pula.Terkadang saya berpikiran positif saja, menganggap semua orang yang sedang tidak berpuasa di bulang ramadhan sedang haid atau non-muslim. Saya pribadi nggak masalah melihat mereka makan dan minum karena nggak merasa terganggu. Hanya saja puasa ramadhan itu wajib. Kalau ditinggalkan berarti… Ini salah satu yang membuat banyak yang bilang kalau kualitas lebih baik dari kuantitias. Melihat negara kita sebagai negara  dengan muslim terbesar di dunia namun berpuasa saja tidak kuat.

Alhamdulillah saya masih dapat bertemu dengan ramadhan tahun ini. Saya pun masih bisa merasakan suasana kental ramadhan. Rindu akan ramadhan terbayar sudah. Dan bagaimana dengan kamu? Apa makna ramadhan bagimu?

Review: The Conjuring 2

Beberapa hari yang lalu saya dan teman sejawat saya janjian buat nonton film yang lagi happening di kampus kami, The Conjuring 2. Pasti tahu lah. Film horror sekuel The Conjuring yang (katanya) serem gak nanggung-nanggung. Penggemar film horror sejati pun memiliki ekspektasi tinggi terhadap film satu ini. Tetapi bukan saya, karena saya tidak berharap film ini akan bagus pun saya juga bukan penggemar film horror. Tujuan saya ikut nonton bareng ini adalah untuk menghibur diri melihat teman lain yang ketakutan nonton. Kedengaran jahat ya -_-

Sebelumnya perlu saya ingatkan kepada para pembaca kalau tulisan ini membeberkan jalan cerita. Nggak seru kan kalau nanti nonton tapi sudah tahu bagaimana ujungnya gara-gara baca ini.

Filmnya sendiri kembali bercerita tentang pasangan Ed dan Lorraine Warrens si Pembasmi/Negosiator/Mediator hantu. Kali ini mereka berurusan dengan kasus berhantu dalam keluarga Hodgson di Enfield, London Utara.

Continue reading

IPA CONVEX 2016

Kepanjangannya Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition…

Kepanjangan yang panjang

 

Tahun ini sudah menginjak gelaran yang ke-40 dan saya baru tahu ada yang namanya IPA CONVEX tahun ini dari sebaran whatsapp ke whatsapp. Tahun ini IPA CONVEX 2016 diadakan di JCC Senayan 25-27 Mei 2016. Yah awalnya iseng aja pengen dateng lihat eksibisi, stand, dan pameran-pameran keminyakan Indonesia. Sama sekali tidak punya ekspektasi apa-apa. Ternyata… LUAR BIASA!

Continue reading

Riwayat Epidemik Selama di Rantau

Kampus saya, STIS tercinta, sedang terjangkit wabah hepatitis A 😦

Lebih dari 20 orang dilaporkan sudah positif terjangkit penyakit itu dalam jangka waktu seminggu yang lalu dan diperkirakan jumlahnya akan bertambah. Mungkin angka 20 itu terlihat kecil, tetapi bagi kami yang kuliah di kampus kecil angka itu sangat besar. Apalagi dengan penyakit yang levelnya terbilang cukup serius. Selama ini kalau ada anak STIS yang masuk rumah sakit, jenis penyakitnya kalau tidak tipes ya gejala awal DBD. Dua penyakit itu aja sudah membuat kami getar-getir. Maksudnya takut terkena juga

Alhamdulillah saya patut bersyukur karena selama kuliah tidak pernah terkena penyakit seserius yang disebutkan di atas. Paling-paling penyakit jadi2an ‘enter wind’ atau diare. Penyakit khas mahasiswa kalangan bawah hehe. Sakit yang saya alami paling parah adalah ketika saya digigit tikus (yap, nggak salah baca) sekitar 2 tahun yang lalu saat musim banjir. Digigitnya di jempol kaki kiri. Lukanya sih tidak sakit dan hanya terlihat bekas jarum suntik di dua titik. Bahkan teman saya dengan sok taunya bilang itu nggak apa2 dan biasa saja. Dokter aja kalah pinter kalau liat gayanya teman saya ini. Tetapi tentu saya tidak percaya katanya karena namanya juga tikus, yang hampir semua makanan ia konsumsi. Entah bakteri apa saja yang berternak di mulutnya itu.

Continue reading

Ennichisai 2016

Salah satu festival jejepangan terbesar Indonesia datang lagi neeh…

Yap, Ennichisai!

DSCF5639
Mikoshi

Dua tahun ke belakang selalu nggak sempat ngikutin nih acara. Padahal ngakunya suka jejepangan dan bahkan udah jadi anggota (tidak tetap) komunitas kampus. Untungnya tahun ini sempat datangin walau cuma 30 menit

Seperti dugaan, ennichisai ramenya kelewatan. Banyak stand dagang merchandise anime, jajanan jepang, sampai panggung gede buat tampil band. Katanya sih ennichisai tahun ini lebih banyak ngundang musisi dan artis Jepang daripada tahun lalu. Wajar aja dekorasinya meriah banget.

Continue reading