Jauh

Di sini kami jauh dan jauh.

Jauh dari bising. Jauh dari rasa takut. Jauh dari waktu yang berjalan cepat.

Di sini kami jauh.

Jauh lebih jauh dari apapun yang kami bayangkan dulu.

Di sini kami jauh dan jauh.

Tetapi dengan kata kami, bagiku lebih jauh pun artinya masih dekat.

Rusak

Kau tidak bisa membahagiakan semua orang katanya. Juga tidak bisa mendapatkan semua yang kita inginkan.

Tidak bisa selalu bahagia sepanjang waktu.

Tidak bisa mencita-citakan orang lain menjadi sumber kebahagiaan kita

Tetapi kita bisa, bila itu tentang merasa kecewa

Untuk merasa gagal

Merasa tak diinginkan

Merasa sesal atas semua yang telah dilakukan, tak peduli berakhir baik atau buruk

Pada akhirnya, untuk menjadi rusak, kandas, hampa, adalah hal yang mudah

Terlebih kalau kau mau.

Menunggu

Menunggu untuk orang-orang yang sabar

untuk orang-orang yang tak ingin ditunggu

untuk mereka yang tunduk pada pilihan diam dan menerima

untukku,

atasmu.

Lemah

Bukankah menyenangkan menemukan seseorang yang kepadanya kita bisa mengakui segala kelemahan kita?

Seseorang yang bersamanya kita melepas segala baju zirah dan tameng yang telah dikenakan seharian.

Seseorang yang kepadanya diperlihatkan sosok kita yang penuh celah, seakan memintanya untuk mengisi bagian kosong di antara celah tersebut.

Seseorang yang mengatakan pada kita bahwa tak mengapa bila terlihat lemah, dan adalah wajar untuk memiliki kelemahan, dan sesungguhnya segala perasaan ketakberdayaan yang kita rasa sekarang hanyalah sementara.

Bukankah menyenangkan menemukan seseorang yang seperti itu?

Pulau

Apa yang paling terkutuk ketika hidup di pulau yang namanya bahkan kau tak pernah dengar adalah sinyal. Terlebih saat tiba-tiba ia minggat.

Apa yang paling disayangkan ketika hidup di pulau yang bahkan kau tak pernah tahu ada adalah kapal. Terlebih saat badai, di mana kapal tunduk kepada hukum Tuhan

Apa yang paling disesalkan ketika hidup di pulau yang bahkan tak satu orang luar pun peduli adalah kabar. Terlebih saat itu satu-satunya jalan untuk sekadar tahu bahwa aku baik-baik saja

Dan aku, dengan bodohnya, di atas segala ketidakmungkinan, tetap saja berharap kau tahu.

Bahwa aku baik-baik saja.
Setelah mendengar kau juga sama.

Suatu Saat Mengisi Daya

Kemudian aku tertawa sendiri. Mengapa hanya untuk urusan mengisi baterai handphone aku merasa begitu bahagianya? Bukankah seharusnya tidak begitu?

Kemudian aku mengingat lagi. Alasan yang sama, yang membuatku mengulang senyum bodoh (yang orang kira) tanpa alasan. Alasan yang membuatku dengan nekatnya berharap lagi

Kemudian kemudian kemudian, selalu kau yang kukemudiankan, sadar tak sadar.

——————————————————

Apa-apaan judulnya -_____-

Oh ya, biasanya kalau ngecas hape suka ditinggal semalaman? Pernah denger kalau hape zaman sekarang udah pinter banget, sampai-sampai paham kalau udah “kenyang”, doi bakal nyetop sendiri ngecasnya.

Hape saya kayaknya nggak sepinter itu. Kalau dicas semalaman, pagi sampai siangnya sewaktu dipakai bisa lebih cepat habis baterai. Jadi pengen tau berapa banyak yang ngerasain “hape sekarang kalau ngecasnya full, dia bakal stop ngecas sendiri…”

Dalam Do’aku

Dalam do’aku
oleh: Sapardi Djoko Damono

Dalam do’aku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam do’aku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam do’aku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam do’aku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam do’a malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendo’akan
keselamatanmu Continue reading “Dalam Do’aku”

Kini pun Untukmu

Mungkin kau benar. Aku khawatir. Khawatir karenamu. Khawatir untukmu. Rasa khawatir sejadinya, yang sebelumnya hanya ditujukan ke malaikat-malaikat pelindungku. Dan kini aku merasakannya untukmu.

Untukmu, yang kesekian kalinya

Jingle Blogging: Ngebloglah Selalu

Intro:
Hmm
Hmmm
Hmmmm
Hmmmmm… hmmmm… uhuk

Manfaat ngeblog ya hmm
Gue sadar gue nggak bertambah kaya serupiah pun karena ngeblog. Gue juga tau gue nggak bertambah ganteng meski sudah ngeblog sekian lama. Lantas mengapa gue tetap ngeblog?

Karena elu! YEAH!

Ngeblog nggak bikin slim singset layaknya Kohzui Slimming Suit. Ngeblog juga nggak bikin kembung seperti Luwak White Coffee. Lantas mengapa gue keukeuh ngeblog?

Karena eluuu~
Uuu… uwuwuw… mumumu… muah

Reff:
Kenapa why selalu always?
Karena because tak pernah never
Mamapapa nggak maksa pake wordpress
Gue pake coz elu nongol di reader

Because like father, like son
Suka bokapnya, suka anaknya
Same like blog
Suka blognya, suka orangnya~

Manfaat ngeblog ya hmm
Gue belum nemu huruf “N” dari permen Yosan, tapi karena ngeblog gue udah ketemu elu. Gue belum tau Lucinta Luna laki ato perempuan, tapi berkat kopdar gue tau elu laki apa perempuan. Jadi kenapa ngeblog bermanfaat?

Karena elu!
Syululululu… aauuuwwww

Ngeblog bisa bikin produktif, aktif-reaktif, pasif-agresif, dan kalo nggak bisa bilang huruf “F”, jadinya produktip, aktip-reaktip, pasip-agresip. Jadi ngeblog bermanfaat karena?

Karena eluuuuuuuuuuuuuuuu…

[Back to Reff 2X]

Outro:
Karena elu…
Karena apa yang gue tulis, dan apa yang gue baca, adalah tentang elu, blogger dan netizen nyasar

Ngebloglah selalu~
Uuu… uwuwuw… mumumu… muah

#ObrolinGiveaway #1TahunObrolin

Hadiah untuk Obrolin. Hanya lirik. Terbuka bagi siapapun yang ingin mengaransemen. Salam semut ;))