Dalam Do’aku

Dalam do’aku
oleh: Sapardi Djoko Damono

Dalam do’aku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam do’aku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam do’aku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam do’aku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam do’a malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendo’akan
keselamatanmu Continue reading “Dalam Do’aku”

Advertisements

Kini pun Untukmu

Mungkin kau benar. Aku khawatir. Khawatir karenamu. Khawatir untukmu. Rasa khawatir sejadinya, yang sebelumnya hanya ditujukan ke malaikat-malaikat pelindungku. Dan kini aku merasakannya untukmu.

Untukmu, yang kesekian kalinya

Jingle Blogging: Ngebloglah Selalu

Intro:
Hmm
Hmmm
Hmmmm
Hmmmmm… hmmmm… uhuk

Manfaat ngeblog ya hmm
Gue sadar gue nggak bertambah kaya serupiah pun karena ngeblog. Gue juga tau gue nggak bertambah ganteng meski sudah ngeblog sekian lama. Lantas mengapa gue tetap ngeblog?

Karena elu! YEAH!

Ngeblog nggak bikin slim singset layaknya Kohzui Slimming Suit. Ngeblog juga nggak bikin kembung seperti Luwak White Coffee. Lantas mengapa gue keukeuh ngeblog?

Karena eluuu~
Uuu… uwuwuw… mumumu… muah

Reff:
Kenapa why selalu always?
Karena because tak pernah never
Mamapapa nggak maksa pake wordpress
Gue pake coz elu nongol di reader

Because like father, like son
Suka bokapnya, suka anaknya
Same like blog
Suka blognya, suka orangnya~

Manfaat ngeblog ya hmm
Gue belum nemu huruf “N” dari permen Yosan, tapi karena ngeblog gue udah ketemu elu. Gue belum tau Lucinta Luna laki ato perempuan, tapi berkat kopdar gue tau elu laki apa perempuan. Jadi kenapa ngeblog bermanfaat?

Karena elu!
Syululululu… aauuuwwww

Ngeblog bisa bikin produktif, aktif-reaktif, pasif-agresif, dan kalo nggak bisa bilang huruf “F”, jadinya produktip, aktip-reaktip, pasip-agresip. Jadi ngeblog bermanfaat karena?

Karena eluuuuuuuuuuuuuuuu…

[Back to Reff 2X]

Outro:
Karena elu…
Karena apa yang gue tulis, dan apa yang gue baca, adalah tentang elu, blogger dan netizen nyasar

Ngebloglah selalu~
Uuu… uwuwuw… mumumu… muah

#ObrolinGiveaway #1TahunObrolin

Hadiah untuk Obrolin. Hanya lirik. Terbuka bagi siapapun yang ingin mengaransemen. Salam semut ;))

Menaruh

“Nah. Benar ada nanasnya. Terus nasi kebuli makannya pakai daging kan tuh. Biasanya pakai daging ayam atau sapi hayoo…”

Jawabannya daging kambing. Sengaja tidak kuberikan pilihannya. Toh sudah niatku ingin menjebakmu. Anggaplah ini satu permainan kita.

Permainan. Lucu juga mengatakannya.

Aku sama sekali tak menyangka bahwa akan menjadi begini akhirnya. Bagaimana tiap harinya langitku membiru karena tuturmu. Bagaimana secuil perhatian yang kau sumbang begitu berdampaknya, melontarkanku ke angkasa euforia. Bagaimana juntaian doa yang kuharap adalah untukmu, bersama dengan harapanku akan terijabahnya tiap doa dan mimpi milikmu

“Pertanyaannya ngajak bercanda atau gimana sih? Jelas jelas daging sapi kok. Hahaha”

Sementara kau terlihat amat yakin dengan jawabanmu (yang ternyata salah dengan penuh gaya), aku semakin yakin untuk menaruhkan apa yang kupunya padamu. Mau bagaimana lagi? Aku telanjur mengagumimu

Mari berharap yang terbaik.
Biarlah masa depan datang dengan sendirinya.

Aduan

Bersama dengan waktu yang berjalan tak terhentikan
Bersama dengan ledakan tawa yang menepikan rasa takut
Bersama dengan hari-hari penuh pengharapan yang digantungkan

Malam ini, kuadukan kau pada Tuhanku

Harap

Aku tak ingat kapan terakhir kali aku betul-betul berharap.

Bukan karena pengharapan menyakitkan (walau sebenarnya memang) atau takut dihanyutkan angan. Hanya saja, ‘hidup seperti air mengalir’ adalah ungkapan udik nan kuno yang hingga kini senantiasa kuimani, yang karenanya tak perlu aku menaruh harap menghamba merayu

Namun kini, ketika aku tahu apa yang kumau, iblis bernama asa menggerogoti leher, menjelma jadi angan, terejawantahkan nafsu memburu, hingga akhirnya mengaburkan peluang dan mimpi

Mari kita mengintip harap dari Yang Maha Memiliki