Jakarta, 15 Agustus 1945

Tanggal ini amat banyak berarti bagi kita, bangsa Indonesia. Pada tanggal ini 73 tahun yang lalu, kabar Jepang yang menyerah ke Sekutu tak terbendung lagi. Usaha bala tentara mereka yang berada di Indonesia untuk menutupi tersebarnya berita tersebut sia-sia. Berkat pergerakan radio bawah tanah, rakyat Indonesia di ibukota sudah mengetahui bahwa sang penjajah telah jatuh. Kekalahan Jepang menjadi pembicaraan hangat di mana-mana, khususnya bagi pemuda. Bagi mereka, tak ada lagi waktu lain untuk memerdekakan tanah air. Harus saat ini. Mesti saat ini mereka berteriak senyaring-nyaringnya: Indonesia sudah merdeka.

“Demam” proklamasi yang melanda pemuda saat itu amat terasa tergambarkan dalam buku Betawi: Queen of the East oleh Alwi Shahab. Ini tak terlalu mengherankan. Berkat koronologis yang runtut dan latar yang detail, bukannya sulit untuk membayangkan situasi saat itu. Peristiwa sejarah yang (memang) penting dapat menjadi menariknya di tangan seorang Alwi Shahab.

Saya punya potongan tulisan dari bukunya itu, tentang detik-detik mendebarkan menjelang kemerdekaan. Yang ini bagian favorit saya. Continue reading “Jakarta, 15 Agustus 1945”

Advertisements

STIS: Tes Masuk STIS dan Tips Mengalahkannya

Saya sudah memperkenalkan STIS. Sudah pula memaparkan syarat-syarat untuk diterima sebagai mahasiswa STIS. Nah, pertanyaan berikutnya, apa saja yang mesti dilakukan untuk memperbesar kemungkinan diterima?

Eittss… tunggu dulu. Sebelum kita melaju lebih jauh, kita lihat dulu bagaimana gambaran penerimaan mahasiswa STIS tiap tahunnya. Dengan cara statistik pula pastinya hehehe

Pada tahun 2016, Kemenpan-RB menerapkan sistem penerimaan sekolah kedinasan yang terintegrasi (satu pintu) atau bahasa mudahnya pendaftaran sekolah kedinasan dilakukan secara online ke website Kemenpan-RB. Sekolah kedinasan apapun itu (STIS termasuk). Apa dampaknya? Dampaknya calon pendaftar hanya dapat mendaftar ke satu sekolah kedinasan,

Misalkan saya bingung mau masuk mana, antara STAN atau STIS. Karena masih bimbang, mengapa tidak daftar keduanya saja lalu lihat lolosnya di mana? Ini tidak bisa dilakukan. Kita hanya bisa mengikuti seleksi di satu sekolah kedinasan. Akhirnya saya memilih STIS dan hidup bahagia selama-lamanya. The End.

Tentunya mesti lolos tahapan seleksinya dulu ya agar diterima menjadi mahasiswa STIS sejati. Dan ternyata, setelah coba ditelusuri dan dirapikan, statistik penerimaan mahasiswa baru STIS terlihat menyedihkan. Mungkin ada bagusnya juga saya tidak tahu data-data berikut sebelum mendaftar STIS.

stis-jumlahpendaftarditerimapersentaserasio
Rasanya menciut melihat angka seperti itu :”)
Sebagai catatan, data jumlah pendaftar tersebut didapatkan dari blog senior saya di sini. Sedangkan untuk kuota diterima adalah angka estimasi/kurang-lebih (tapi cukup akurat kok), karena STIS sendiri tidak mempublikasikan statistik pendaftar di websitenya. Persentase, rasio adalah hasil perhitungan sendiri

Yak. Seperti yang telah saya tuliskan dalam postingan STIS sebelumnya tentang syarat masuk STIS, tes masuk STIS kini terbagi menjadi 4 tahapan. Sedikit banyak akan saya bahas ke-4 tahap tersebut Continue reading “STIS: Tes Masuk STIS dan Tips Mengalahkannya”

Warteg: 10 Menu yang Sering Ditemui di Warteg

“Del, ayo pergi makan!” kata seorang kawan

“Ayok. Ke mana?”

“Warteglah. Haha”

Yah, kurang lebih begitulah rutinitas tiap kali pergi makan. Sebenarnya jarang mengajak/diajak pergi makan kalau cuma ke warteg. Hmm… pergi makan. Mungkin cuma anak kos yang sering menggunakan frasa ini. Pergi makan. Orang biasa cukup mengatakan “makan” kalau memang mau makan. Anak kos? Seringnya harus “pergi” dulu baru bisa makan. Entah itu ke warteg, pasar, rumah makan, warung kelontong, mini market, kos temen, atau tukang cilok.

Warteg menjadi tempat saya bernaung kala perut lapar sejak beberapa tahun terakhir. Tak memandang tebal-tipis dompet, saya pasti datang ke warteg. Asal perut sudah mengaum ganas, warteg pasti terlintas dalam pikiran. Bisa dibilang, saya sudah hafal dengan menu-menu wajib pada warteg karena sudah sering melakukan santunan.

Berdasarkan observasi saya, beberapa menu berikut hampir tidak pernah titip absen untuk mewarnai tabula rasa warteg: Continue reading “Warteg: 10 Menu yang Sering Ditemui di Warteg”

STIS: Jadi, Persyaratan Apa Saja yang Harus Dipenuhi Untuk Masuk?

Anggaplah semua yang membaca ini sudah memiliki sedikit minat untuk mendaftar STIS. Lalu apakah ada syarat tertentu untuk menjadi mahasiswa STIS? Tentu saja ada. Apa saja syarat-syarat tersebut? Banyakkah?

Saya mesti bilang cukup banyak. Maklum saja, STIS juga sekolah kedinasan. Beberapa persyaratan dibuat agar BPS tidak kesulitan ke depannya dalam mengelola tenaga kerja yang dimiliki. Tetapi tenang saja. Walau cukup banyak, persyaratan-persyaratan tersebut tidak terlalu sulit.

Persyaratan tersebut adalah: Continue reading “STIS: Jadi, Persyaratan Apa Saja yang Harus Dipenuhi Untuk Masuk?”

STIS: Segala yang Ingin Kamu Tahu untuk Perkenalan Pertama dengan STIS

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) adalah perguruan tinggi kedinasan yang bernaung di bawah BPS dan mempelajari ilmu statistik. Berdiri sejak 1958 dengan nama AIS (Akademi Ilmu Statistik), hingga 2017 STIS telah melahirkan 58 angkatan. STIS berlokasi di Jakarta, tepatnya di Jalan Otto Iskandardinata no. 64 C, Jakarta Timur, berdekatan dengan Kampung Melayu.

Beberapa mungkin masih asing dengan istilah Perguruan Tinggi Kedinasan (biasa disingkat PTK). Yang dimaksud dengan PTK adalah perguruan tinggi/sekolah/akademi yang diprakarsai dan dibentuk oleh suatu dinas/lembaga pemerintahan. Contoh-contoh PTK adalah PKN-STAN, IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran), STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia), STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), STIS dan masih banyak lainnya. Continue reading “STIS: Segala yang Ingin Kamu Tahu untuk Perkenalan Pertama dengan STIS”

Changeling (2008)

Ngomongin film lagi yuk!
Saya lumayan sering nonton film. Sampai-sampai, kalau ada pertanyaan dalam formulir apapun tentang hobi, dengan nekat saya mengisi “menonton film”. Saya pikir daripada cuma nonton doang, baiknya dibarengi dengan penyuaraan opini sekaligus latihan menulis hmm.

Kali ini, film yang sedikit akan saya bagi adalah filmnya Angelina Jolie keluaran tahun 2008, Changeling

changeling2bquad

Saya cukup yakin banyak yang tidak mengetahui film ini. Saya pun begitu. Awalnya bertemu dengan film ini karena kemarin tiba-tiba ngidam nonton film bertema crime-mystery. Dan bertemulah dengan poster filmnya. Angelina Jolie brow!

Bukan Angelina Jolie yang menjadi minat utama saya mulai menonton ini. Selain karena genre crime-mystery nya, premisnyalah berhasil mengundang ketertarikan bagi saya untuk segera memencet tombol ‘play’. Amat memikat Continue reading “Changeling (2008)”

KITA Berbagi: 1000 Paket Ramadhan

Enaknya tinggal di Jakarta, banyak tempat dapat diakses mesti tidak ada transportasi pribadi. Semua itu berterima kasih kepada mode transportasi umum ibukota. Berkat mereka, saya dapat berkeliling melihat Jakarta. Mulai dari gedung pencakar langitnya (maaf langit), mal-mal besar, tempat makan ngehitz, sampai jalan raya 8 ruas, semua dapat dilihat dengan bermodal sedikit uang (Rp 3.500 doang kalau mengandalkan Transjakarta, transportasi kita semua…)

Namun selain tempat-tempat bagus seperti yang disebutkan sebelumnya, mata saya turut melihat mirisnya kehidupan golongan bawah. Dan sesungguhnya mereka berada dekat. Contohnya bisa jadi di belakang mal-mal besar tadi terdapat pemukiman kumuh. Atau tak jauh dari gedung pencakar langit itu, hidup orang-orang yang masih mesti mencakar-cakar tempat sampah demi menyulapnya menjadi beberapa lembar uang. Jakarta adalah tempat di mana si golongan atas dan golongan bawah hidup berdampingan, namun tak sekalipun mereka bersinggungan.

Lalu hiduplah kita, yang bisa saja berada di golongan atas atau bawah atau mungkin pula bukan keduanya. Jika dimisalkan golongan atas dan bawah itu pisahkan oleh garis lurus panjang melintang, maka yang tidak termasuk kedua golongan ini berada tepat di tengah garis. Mereka sadar betul diapit oleh dua kubu. Mereka menonton. Mereka spektator sejati.

Pernahkah tersadar kalau kita dapat melakukan sesuatu yang lebih? Tidak sekadar menonton maksudnya. Baik jauh atau dekat, selama kita tahu, saya percaya kita selalu dapat melakukan hal lebih banyak. Kepada orang-orang yang posisinya lebih bawah, kita dapat mengulurkan tangan untuk sedikit meninggikan mereka. Kepada orang-orang yang berada lebih atas, kita dapat menolehkan pandangan mereka ke arah bawah. Banyak. Banyak yang dapat kita lakukan untuk membantu. Dan di sini, saya ingin memperkenalkan satu program mulia milik teman seperjuangan. Milik KITA Berbagi

kitaberbagi3.JPG Continue reading “KITA Berbagi: 1000 Paket Ramadhan”