Sendiri

Saya selalu merasa kalau saya tak pernah berubah dari diri saya semasa SMA. Bukan dari yang terlihat di luar, tapi dari dalam. Mental, moral, perasaan, tak ada perbedaannya antara saya yang sekarang dan saya versi 10 tahun yang lalu. Terkadang saya merasa tak pernah mendewasa.

Akibatnya, saya amat menghargai teman-teman masa kecil saya. Mereka yang membersamai ketika dulu membekas dalam benak. Bersama mereka yang juga ‘belum dewasa’ membuat saya merasa berkawan. Bersosialisasi. Tidak sendiri

Masalahnya, ternyata mereka semua tumbuh. Berkembang secara lahiriah dan mental. Meninggalkan saya sendiri yang menetap 10 tahun di belakang.

Membuat saya merasa sendiri…

4 thoughts on “Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s