Tidak Ada yang Namanya Cantik Doang

Karena melihat banyak bayi pagi ini, aku jadi mengerti kalau anakku cantik. Kesimetrisan sudut matanya, hidungnya yang pesek namun proporsional, lalu mulut kecilnya yang duduk anggun ditopang dagu membulat, membuatku yakin kalau anakku memang cantik. Juara satu bayi paling rupawan di puskesmas pagi ini.

Aku pun mencium pipinya karena gemas. Ada kesenangan tersendiri bagi orang tua ketika mengetahui anaknya cantik. Namun setelah menciumnya, aku sadar anakku juga punya kekurangan di balik kecantikannya itu.

Wajah anakku bau eek.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s