Sepenggal Mengenai Sate Kelinci

Ada yang sudah pernah makan sate kelinci?

Saking tidak umumnya di telinga saya, saya bahkan tidak tahu kalau daging kelinci halal di makan. Saya sendiri baru bertemu kuliner sate kelinci di Bandungan, Kabupaten Semarang. Di sana ada banyak yang menjual sate kelinci. Berderet-deret bahkan menjual dagangan yang sama. Sate kelinci.

Rasa sate kelinci amat persis dengan sate ayam. Tidak alot seperti sapi dan tidak bau seperti kambing. Persis daging ayam. Bedanya, sate kelinci tidak ada kulit ayamnya. Ya iyalah. Maksudnya kalau biasanya di sate ayam sering terdapat kulit ayam yang nikmatnya surga dunia, di sate kelinci tidak ada yang seperti itu.

Biasanya pedagang yang menjual sate kelinci juga menyediakan sate ayam. Hmm ini membuat saya curiga. Apa jangan-jangan yang saya makan tadi siang sate ayam? Seharusnya saya tadi membeli sate kelinci dan ayam untuk dibandingkan.

3 thoughts on “Sepenggal Mengenai Sate Kelinci

  1. Adventist said itā€™s haram jd ga pernah tertarik untuk coba dan ga melihat kelinci sbg makananšŸ¤£

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s