Pedagang Buah

Ketika masih kecil, saya tak pernah ingin menjadi pedagang buah. “Pasti itu pekerjaan paling tidak enak di muka bumi”, pikir saya waktu itu. Bayangkan saja buah sebanyak itu dipajang untuk dijual. Tentu tidak semua terjual. Pasti ada yang busuk. Mengeluarkan aroma tidak sedap mematahkan selera. Belum lagi tampilan visual buah busuk yang berlubang, menjadi sarang lalat ataupun serangga lainnya bertelur. Sebagai pembeli saja saya tidak betah. Apalagi menjadi pedagangnya. Membayangkan saya ketika dewasa nanti berkutat dengan aroma busuk dan ulat-ulat buah itu adalah masa depan yang tidak ingin saya lihat.

Kemudian, saya dewasa.

Satu hal yang saya pikirkan setiap mampir ke toko buah adalah, “Pasti enak jadi pedagang buah, tiap hari BAB lancarr…”

6 thoughts on “Pedagang Buah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s