Twitter

Yak. Oke. Jadi saya bermain twitter. Info yang sangat penting bukan?

Saya ingat pertama kali mengetahui twitter pada tahun 2007-2008. Friendster masih menjadi komoditas panas saat itu. Bersama Facebook, ketiga nama tersebut menjadi starter pack anak gahoel yang hukumnya fardhu ain untuk dimiliki.

Tetapi bagi saya, ketiga benda itu trivial. Dan khusus Twitter, saya baru membuat akunnya sekaligus ‘mencuit’ pada 2017. Selang 10 tahun sejak pertama kali mengenal.

Lalu apa yang bisa saya katakan ketika bergabung? Twitter mengasyikkan

Tak lama sejak bermain Twitter, mudah sekali mengerti mengapa ada banyak sekali yang menggandrungi Twitter. Saya sendiri menyukai Twitter karena ia adalah media sosial hasil perkawinan kata “ringkas” dan “fleksibel.” Satu, ia hanya terdiri dari 280 karakter per tweetnya. Dan dua, retweet dan mention yang memanjakan, yang saking manjanya, segala macam orang bisa kumpul dalam satu forum buat sekadar sambat atau sumpah serapah. Hmm.

Entah bagaimana, Twitter menjadi tempat yang nyaman bagi banyak orang mencurahkan seluruh sambatnya. Saya pun tak mengerti mengapa. Ada macam-macam sambat bisa ditemui di Twitter.

Pertama, sambat indoor. Ini adalah jenis sambat yang hanya si pembuat tweet saja lah yang betul-betul mengerti maksudnya apa. Ia mengeluh, tapi hal yang ia keluhkan hanya ia sendirilah yang tau. Untuk sambat indoor, alangkah baiknya kalau sambatannya dibawa ke doa dan dzikir sehabis shalat. Siapa tau malaikat ikut nge-retweet.

Kedua, sambat outdoor. Sambat jenis ini dapat diidentifikasi dari jumlah retweet dan likes yang relatif banyak. Artinya, sambatan si pembuat tweet ini sudah bermanfaat bagi banyak orang. Entah itu karena menghibur, atau sekadar mewakili perasaan penyambat-penyambat lainnya. Ada kecurigaan bahwa orang yang menyambat outdoor sebenarnya tidak menyambat, tetapi suatu metode agar si pembuat tweet dinotice banyak orang/orang tertentu. Alangkah indahnya jika sambatan outdoor ini juga dibawa selepas shalat. Sambat dan keluhan kita belum tentu dinotice oleh orang-orang, tapi Allah pasti notice

Terakhir, sambat door-to-door. Sambat jenis ini adalah jenis sambat yang dilakukan sembunyi-sembunyi dan terkadang tweet sambatnya disampaikan lewat akun anonim. Biasanya si penyambat melakukan sambat door-to-door dikarenakan ia tidak ingin sisi lain dari dirinya diketahui orang yang ia kenal, tapi di satu sisi ia juga ingin eksis di kalangan orang-orang yang tidak ia kenal. Umumnya si penyambat sudah cukup senang bila sambatannya mengudara di alam Twitter sekalipun dilakukan diam-diam. Alangkah damainya jika prinsip sambat door-to-door ini diikutkan pula dalam shalat. Agar tidak riya dalam beribadah.

Entah apa yang telah saya tulis ini. Terima kasih telah membaca. Wassalam

18 thoughts on “Twitter

  1. Omg, twitter menurutku sosmed paling terbaik deh kak. Disana banyak orang receh, sambat, ngegalau dan yg paling penting itu nggak pencitraan. Aku “baru” balik lagi ke twitter Desember 2018 lalu setelah 2 tahunan vakum dan makin kesini malah makin seneng aja sama tuh sosmed karena menemukan “warna baru” dan yg pasti nggak banyak temen di dunia nyata yg pakai twt, jadi bisa sambat sepuasnya haha. Mutualan yuk kak wkwk

    Liked by 1 person

    1. HAHAHA seneng aja ya ngeliat tempat nampung receh-galau-sambat, komplet. Lumayan lama tuh vakumnya. Untung balik lagi 😌

      Okeh, mumpung udah dibuat tulisan yang berhubungan dengan twitter, nggak ada salahnya nyantumin akun @mfadelpj. Bisa dicari di kolom search twitter atau google atau terserah lu pada dah. Jadi, buat Mademoiselle Musda ataupun pembaca lain yang mau mutualan, kuy!
      (meski buka twitternya pun jarang2 HAHA)

      Like

  2. Hmm kayaknya kak Fadel udah lama ya nggak bikin postingan model begini, akhirnya tulisan analogi asbunnya muncul lagi. Udah ah aku mau numpang promosi aja akun twitterku: azizatoen. Difollow ya kak!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s