Pulau

Apa yang paling terkutuk ketika hidup di pulau yang namanya bahkan kau tak pernah dengar adalah sinyal. Terlebih saat tiba-tiba ia minggat.

Apa yang paling disayangkan ketika hidup di pulau yang bahkan kau tak pernah tahu ada adalah kapal. Terlebih saat badai, di mana kapal tunduk kepada hukum Tuhan

Apa yang paling disesalkan ketika hidup di pulau yang bahkan tak satu orang luar pun peduli adalah kabar. Terlebih saat itu satu-satunya jalan untuk sekadar tahu bahwa aku baik-baik saja

Dan aku, dengan bodohnya, di atas segala ketidakmungkinan, tetap saja berharap kau tahu.

Bahwa aku baik-baik saja.
Setelah mendengar kau juga sama.

39 thoughts on “Pulau

  1. perkara sinyal, aku ingat sebuah film yang lokasi syutingnya di pedalaman bangeeet, di film itu saat telpon mau pesen obat bapak dokternya sampe manjat genteng. telpon putus nyambung ga karuan.

    semoga Fadel ga sampe manjat-manjat biar dapet sinyal.

    Liked by 1 person

    1. Nggak bakal manjat-manjat deh dijamin πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Tapi aamin deh. Semoga nggak ngerasain jadi fakir sinyal juga kak πŸ™πŸΌ

      Like

  2. Pas di Pulau Enggano ngerasain banget yang namanya ga ada sinyal, meskipun bisa telponan tapi ga enak banget ga bisa internetan.

    Mungkin enaknya terdampar di Pulau Singapura saja..

    Liked by 1 person

    1. I feel you. Meski di sini mungkin nggak sesulit di Enggano sana. Tapi tetap saja sesekali merasakan satu hari yang bener2 sinyal nggak mau masuk huhu

      Hmm… Singapura hmm setuju hmmm

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s