Workaholic

Yay, besok sudah masuk kerja lagi!

Kek kata Pak Jokowi, “Kerja, kerja, kerja!”

Kek kata Rihanna, “Work, work, work, work, work…”

Sebelum berangkat ke daerah, salah seorang atasan di pusat (Pak Agus namanya) sempat memberikan tips dalam menghadapi dunia kerja. Katanya, agar dicintai karier, kita mesti: “… datang sebelum bos datang, pulang setelah bos pulang”

Masuk akal bukan? Hablum minal boss dipercaya akan semakin baik. Karena semakin banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja di kantor, semakin sering pula atasan melihat kita bekerja. Pamrih mode: ON

Sayangnya, ilmu itu sulit diaplikasikan di tempat saya bekerja sekarang. Para pekerja di sini, termasuk atasannya, semuanya workaholic. Gila kerja. Alias suka nambah jam kerja sendiri. Mereka datang lebih awal dari jam normal, mereka pulang lebih telat, dan mereka tetap datang di tanggal merah

Begini, jam kerja normal di kantor kami sebenarnya pukul 07.30-16.00. Namun karena workaholic tadi, jam kerja yang “normal” menjadi 07.30-17.00 atau seringkali sampai langit gelap. Belum lagi kalau lembur. Sampai jam 11 malam, menginap di kantor pun dijabanin. Dan kami seakan tidak memiliki hari libur (libur itu apa ya?). Selalu ada yang hadir di kantor mengerjakan pekerjaannya. Atasan saya pun seperti itu. Malah ia sepertinya yang paling sering bekerja di kantor. Memang jumlah pekerjaan kami bejibun, lengkap dengan deadline dari pusat yang mengikat napas.

Kesimpulannya, sulit untuk menerapkan ilmu “…datang sebelum bos datang, pulang setelah bos pulang.” Perlu ketahanan fisik dan mental prima. Menginap di kantor 24 jam? Hmm…

Advertisements

20 thoughts on “Workaholic

    1. Nice. Nicer. Nicest
      Kalau seisi kantornya sudah tau apa yang harus dikerjakan dan langsung mengerjakannya, mungkin nggak ada lagi yang namanya kerjaan terbengkalai. Sukses kerjanya bang

      Like

  1. Saat dulu smp dan sma suka baca novel metropop selalu membayangkan betapa asiknya kehidupan kerja di kantor, tantangan dunia kerja dsb. Tapi sepertinya itu cuma mimpi saja ><
    selamat bekerja!

    Liked by 1 person

  2. Saya juga pernah mengalami hal seperti ini, terjadi pada awal-awal masuk kerja dan bergabung bekerja dengan tempat kerja. Tapi, sekarang sudah tidak saya terapkan lagi. Karena bekerja sesuai proyek atau program kerja yg dimiliki. Keberhasilan diukur dari seberapa sukses program yg dikerjakan, waktu kerja yang full setiap hari tidak menjadi panduan.
    Kesannya kayak malas sih hahahahaha

    Liked by 1 person

  3. Wuih…gila krja bnget tu. Emang sdikit aj gak sesuai jdwal bisa merusak omzet ya, Mas Fadel?

    Btw, hr ini, di hari pencoblosan msh krja jg? Kan hri libur nasional?

    Semoga ttp kuat dan smngat ya Mas.

    Like

  4. hablun minal bos…. wkwkwkwk
    ngakak bacanya..
    Memang stressfull banget. Dengan sharing ini jadi meringankan, karena banyak yang senasib sepenanggungan… Thanks!!

    Like

  5. Del, i feel you. Dulu dua tahun pertama aku gitu juga, sering pulang jam 8 malam, eight to eight, apalagi menjelang laporan tahunan (bulan April) bisa jadi lemburnya mulai Januari. heuheu.
    Jaga kesehatan dan jangan berlebihan aja.

    Oh ya,baru tahu kalau fadel udah ga di Jakarta. kepulauan Riau itu masih deket sama rumah kah ?

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s