Welcome to University of Life

Saya percaya tak ada yang namanya mahasiswa abadi. Seabadi-abadinya mahasiswa, kelak pasti akan wisuda (atau DO) juga. Dalam kasus saya, wisuda itu telah berlangsung berbulan-bulan yang lalu dan kini, saya tengah menikmati dunia kerja. Hahaha. Menikmati. Apa kata itu terkesan berlebihan?

Mungkin iya, mungkin tidak. Di banyak waktu, menikmati pekerjaan ini tidaklah sulit. Pernah saya mendengar kalau kerja kantoran adalah kerja yang membosankan lagi melelahkan. Namun untuk saat ini saya belum merasakan stigma itu. Terdengar naif mungkin. Apalagi diucapkan oleh seorang karyawan amatir berusia 2 bulanan. Tetapi tentu saya memiliki alasan untuk mengatakan ketidakbosanan itu. (Hmm… baru juga dua bulanan…)

Dunia kerja punya dimensi yang jauh berbeda dengan perkuliahan. Lebih spesifik lagi, perkuliahan yang saya jalani. Semasa saya kuliah, ia lebih strict. Peraturan yang ada lebih mengikat (maklum sekolah dinas). Berbeda dengan dunia kerja kini. Ada perasaan lebih bebas dalam menjalani rutinitas. No PR, no UTS-UAS, no skripsi. Memang ada yang namanya tekanan pekerjaan. Namun saya merasa saya lebih tertekan ketika menghadapi UTS-UAS dulu, atau ketika putus asa menghadapi kuis statistik matematika. Pernahkah kalian diuji oleh Yang Maha Kuasa lewat soal statistika menggetarkan nurani?

Ditambah lagi, memasuki dunia kerja artinya say bye to bokek. Perilaku hemat yang unbelievable ala mahasiswa tak lagi perlu dipertahankan. Yah, ini semua memang berhubungan dengan self financial management, atau seberapa baik kita mengelola keuangan pribadi. Bila dulu ketika menjadi mahasiswa harus sangat strict half deadΒ with daily expense, sekarang bisa lebih loosen up. Toh memang sudah autonomous financially berkat pemasukan yang lebih besar ketimbang semasa kuliah. Bisikan untuk tenggelam ke jurang complete hedonism pun terbuka wide. Adalah tantangan tersendiri untuk keeping your money spent at right placeΒ dan di saat yang tepat, either for kebutuhan pribadi atau only untuk fun semata

Namun saya pikir, tantangan terbesar dalam bekerja adalah bagaimana kita tetap memanajemen waktu kita agar bermanfaat. Bagaimana di tengah rentetan kesibukan kerja, kita masih memiliki waktu dan juga tenaga untuk mengembangkan diri. Misal dengan bisa tetap aktif menulis, baik itu tulisan santai di blog ini atau yang lebih serius seperti artikel/opini koran juga jurnal. Atau dengan meningkatkan kemampuan berbahasa. Atau dengan senantiasa mereview kemampuan berstatistika. Atau dengan aktif mengikuti kegiatan organisasi sosial dan semacamnya. Yang manapun tak masalah, asal itu bisa meningkatkan kemampuan diri, akan menyenangkan bila dapat melakukannya sambil terus berkantor.

Oh ya, omong-omong saya telah bertolak dari Jakarta. Itu masa lalu. Kota itu adalah persinggahan 4 tahun yang teramat mengagumkan dan jujur saja sudah merasa kerasan tinggal di sana. Tetapi apa daya saya mesti pergi

Dan kini, saya menetap di suatu dunia kecil bernama Daik Lingga. Suatu dunia yang baru kali ini saya berkenalan dengannya walaupun masih di Provinsi Kepulauan Riau.. Dunia yang sangaaat sepiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii… iiiiiiiiiiiiii….. (ambil napas)… iiiiiiiiiiii… iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…. sekali. Rasanya muncul niat untuk menceritakan Daik panjang lebar di Semut Hitam ini beserta sejuta kesan terhadap tempat ini. Semoga dapat terlaksana ya

Seorang mantan atasan saya di pusat (Bu Rina namanya) pernah berkata bahwa sebenarnya dunia kerja tak berbeda dengan perkuliahan. Tetap ada ujian, tetap ada pembelajaran. Hanya saja semesternya berlangsung seumur hidup. Lalu untuk menyambut semester baru ini, meminjam perkataan Bu Rina, WELCOME TO THE UNIVERSITY OF LIFE!


P.S. Setelah membaca ulang dari atas ke bawah, ternyata tulisan ini sama sekali tidak fokus (HAHA! MAMAM NOH AKIBAT LAMA NGGAK NULIS). Btw senang bertemu kalian kembali di blog :))

Advertisements

37 thoughts on “Welcome to University of Life

  1. Setelah membaca ulang dari atas ke bawah, ternyata tulisan ini berbeda dengan penulisan fadel yang dulu.

    why banyak istilah asing? why Fadel mix bahasa? apakah itu istilah statistik? dan apakah di sana banyak cewek cantik?
    apakah fadel berubah karena seseorang? apakah fadel akan pulang (lho) πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    Liked by 1 person

      1. kamu tidak seperti Fadel yang kukenal selama ini *jreng jreng musik dramatis*

        Jawab del jawab.. jawab pertanyaanku.. dia itu siapa? eh

        btw udah pulang?

        Liked by 1 person

  2. Om om? Udh pantes disapa om kan kalau udh kerja? Hahaha

    Alhamdulillah habis lulus langsung kerja ya kak, gaji memadai lagi, alhamdulilllah. Alhamdulillah masih sempat melakukan hal hal bermanfaat ditengah kesibukan, seperti contohnya membantuku mengerjakan statisstik wkwkk

    Liked by 1 person

  3. Semua bold italicnya ngajak ribut ya del. Wkwk.

    Btw. Bgmn kalau saat sudah bekerja tetap malah lebih bokek ketimbang pas jadi mahasiswa?

    Hmm.

    Liked by 1 person

  4. Daik Lingga, Kepulauan Riau. Baru denger aku, semacam pelosok gitu ya. Sepi dan susah sinyal. Aku gak kebayang. Tapi jadi pengalaman yang berbeda pastinya dengan kota besar. Justru bisa explore lebih banyak tempat dan kearifan lokal bukan?

    Liked by 1 person

    1. Nggak ditegaskan dalam tulisan, tapi sebenarnya seneng bisa tinggal di sini. Bener kata mbak, banyak yang bisa dieksplor. Menempa pengalaman. Sepi dan susah sinyal bersinonim dengan tenang juga kan hahaha

      Like

  5. Del lo jauh bgt penempatannya…
    Cirebon kek gitu, hahaha.. atau ya Semarang.

    Selamat memasuki kuliah baru…
    Sesepi apa sih del??? 😣😣😣

    Liked by 1 person

  6. Yeay…πŸ‘πŸ‘ sdh kerja. Mantap. Slmat mnikmati pkrjaaan barunya ya. Baru 2 bln sih blm lma, nanti lma2..yg nmanya bosan dan tetek bengeknya itu ad waktunya tiba πŸ˜‚
    Namun prinsipnya, klau sy, choose your choice and love your choice.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s