STIS: Tes Masuk STIS dan Tips Mengalahkannya

Saya sudah memperkenalkan STIS. Sudah pula memaparkan syarat-syarat untuk diterima sebagai mahasiswa STIS. Nah, pertanyaan berikutnya, apa saja yang mesti dilakukan untuk memperbesar kemungkinan diterima?

Eittss… tunggu dulu. Sebelum kita melaju lebih jauh, kita lihat dulu bagaimana gambaran penerimaan mahasiswa STIS tiap tahunnya. Dengan cara statistik pula pastinya hehehe

Pada tahun 2016, Kemenpan-RB menerapkan sistem penerimaan sekolah kedinasan yang terintegrasi (satu pintu) atau bahasa mudahnya pendaftaran sekolah kedinasan dilakukan secara online ke website Kemenpan-RB. Sekolah kedinasan apapun itu (STIS termasuk). Apa dampaknya? Dampaknya calon pendaftar hanya dapat mendaftar ke satu sekolah kedinasan,

Misalkan saya bingung mau masuk mana, antara STAN atau STIS. Karena masih bimbang, mengapa tidak daftar keduanya saja lalu lihat lolosnya di mana? Ini tidak bisa dilakukan. Kita hanya bisa mengikuti seleksi di satu sekolah kedinasan. Akhirnya saya memilih STIS dan hidup bahagia selama-lamanya. The End.

Tentunya mesti lolos tahapan seleksinya dulu ya agar diterima menjadi mahasiswa STIS sejati. Dan ternyata, setelah coba ditelusuri dan dirapikan, statistik penerimaan mahasiswa baru STIS terlihat menyedihkan. Mungkin ada bagusnya juga saya tidak tahu data-data berikut sebelum mendaftar STIS.

stis-jumlahpendaftarditerimapersentaserasio
Rasanya menciut melihat angka seperti itu :”)
Sebagai catatan, data jumlah pendaftar tersebut didapatkan dari blog senior saya di sini. Sedangkan untuk kuota diterima adalah angka estimasi/kurang-lebih (tapi cukup akurat kok), karena STIS sendiri tidak mempublikasikan statistik pendaftar di websitenya. Persentase, rasio adalah hasil perhitungan sendiri

Yak. Seperti yang telah saya tuliskan dalam postingan STIS sebelumnya tentang syarat masuk STIS, tes masuk STIS kini terbagi menjadi 4 tahapan. Sedikit banyak akan saya bahas ke-4 tahap tersebut


Tahap 1: Tes Tertulis (Matematika dan Bahasa Inggris)
Menurut saya, tahap ini yang paling menantang. Saya masuk STIS tahun 2013. Pada tahun itu, dari 26.400 peserta, hanya tersisa 2000an peserta (Wkwk). Artinya lebih dari 92% pendaftar gugur di tahap ini

Tes tertulis yang ada berbentuk pilihan ganda, 60 soal untuk Matematika dan 60 soal untuk bahasa Inggris. Biar lebih mudah, simak tabel berikut yuk

TES TAHAP 1 STIS

Melihat tabel di atas, apa yang perlu diperhatikan?
1. Pertanyaan berjumlah 60. Sebelum mulai, pastikan banyaknya halaman dan nomor soal yang dipegang pas untuk 60 pertanyaan
2. Waktunya 90 menit untuk matematika dan 60 menit untuk bahasa Inggris. Artinya, jatah waktu mengerjakan 1 soal matematika adalah 1 menit 30 detik, sedangkan untuk mengerjakan 1 soal bahasa Inggris 1 menit
3. Jawaban salah bernilai minus. Kalau tidak mampu menjawab atau ragu-ragu, lebih baik tidak dijawab (kosong). Kecuali mau berjudi sih ehehe
4. Bobot poin matematika 2 kali lipat lebih besar dibanding bahasa Inggris. Artinya nilai tes matematika lebih dipertimbangkan. Maksimalkan di matematika.
5. Stay cool, stay calm. Kalau pikiran sedang kacau, lebih baik tarik nafas sebentar sebelum mengerjakan kembali. Semakin panik, semakin sulit.

Bukan bermaksud menakut-nakuti, tetapi tingkat kesulitan soal yang ada nggak main-main. Anggaplah setara dengan SBMPTN. Bisa jadi kalian menangis saat mengerjakannya, pukul-pukul meja, atau bahkan ngeludahin itu lembar pertanyaan. Oleh karena itu, banyak latihan soal akan membantu. Mau lihat contoh soalnya?

ContohSoalTahap1USMSTIS

Lalu kira-kira harus menjawab berapa soal supaya bisa lolos? Atau berapa nilai yang harus dicapai? Sulit untuk menjawabnya.

Tidak ada passing grade yang harus dicapai untuk lolos tahap 1 ini. Penentuan lolos atau tidaknya ditentukan berdasarkan ranking se-nasional. Jadi nilai seluruh pendaftar akan diurut dari yang terbesar ke terkecil, kemudian diambil (katakanlah) 2000 terbaik.

Jika melihat USM STIS 2017, dari 24.226 peserta seleksi tahap 1 yang lolos ke tahap 2 berjumlah 2.020 peserta.

Kok kesannya saya malah menakuti-nakuti yak bahaha. Lebih baik lupakan angka menyeramkan yang ada di sini. Pengalaman saya dulu, saya sama sekail tak tahu info apa-apa tentang STIS dan segala tesnya. Termasuk tes tahap 1 ini. Akhirnya, berbekal pengalaman minim dan pembelajaran yang amat kurang, saya hanya mampu menjawab 21 soal matematika dan 54 soal bahasa Inggris. Itu pun belum tentu benar -_- Syukur saya masih bisa lolos.


Tahap 2: Tes Kompetensi Dasar (TKD)
Disebut juga Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). TKD/SKD adalah ujian yang mesti dilewati seluruh calon CPNS. Mudahnya, jika ingin mendaftar menjadi pegawai negeri, harus lulus TKD dulu. Mahasiswa STIS yang kelak akan menjadi aparatur sipil negara tentunya juga diwajibkan mengikuti tes ini. Dan lebih khusus lagi, lolos TKD dijadikan prasyarat untuk bisa bergabung ke STIS.

TKD terbagi menjadi 3 bagian, yaitu: TWK, TIU, dan TKP

1) TWK (Tes Wawasan Kebangsaan)
Bisa dibilang ini campuran pelajaran PKN, Sejarah, dan Geografi negara Indonesia yang dipelajari semasa SMA. Cakupan materinya terlalu luas, yang tak mungkin untuk dipelajari dalam semalam. Ada soal tentang UUD, pengamalan Pancasila, sejarah kenegaraan mulai dari zaman Belanda, hingga wilayah kebumian NKRI

2) TIU (Tes Intelegensi Umum)
Hmm… dari namanya saja kita menduga tes ini bakal menyangkutpautkan IQ. Tak salah menganggapnya begitu. Karena soal-soal yang ada dalam TIU ini tak jauh-jauh dari matematika dasar, seperti membaca pola/deret angka, geometri, dan aljabar sederhana. Oh ya, tak lupa juga soal bahasa Indonesia yang membingungkan menggoyahkan iman

3) TKP (Tes Karakteristik Pribadi)
Saya sungguh tak mengerti mengapa ada tes semacam ini -_-. TKP berisi pertanyaan-pertanyaan menyangkut norma dan moral. Pribadi kita akan dinilai berdasarkan jawaban yang kita pilih. Semakin mendekati ‘baik’, maka semakin tinggi perolehan poin TKP. Kunci melewati tes ini adalah: jadilah se-hipokrit mungkin!

Lalu bagaimana kriteria kelulusannya?

TKDSKDBerdasarkanKemenPanRB2017

Berarti, untuk lolos tes tahap 2, jumlah soal yang mesti benar minimal sebanyak 15 untuk TWK, 16 untuk TIU, dan 28 nilai maksimal untuk TKP. Hmm…

Tes tahap 2 ini adalah tes yang paling canggih sekaligus yang paling deg-deg-sherr. Tesnya dilakukan dengan komputer alias CAT (Computer Assisted Test) dan hasilnya akan langsung ketahuan begitu kita selesai mengerjakan.

Selain itu, tes tahap 2 umumnya dilaksanakan di Kantor regional BKN (BKN yang bertanggungjawab atas penerimaan-pengangkatan CPNS) atau di kantor BPS provinsi yang telah diajak bekerja sama dengan BKN.

Jadi gimana ngalahinnya? Luangkan sedikit uang untuk membeli buku yang memiliki kata-kata “KUMPULAN SOAL TES CPNS”. Biasanya ada banyak di Gramedia dan tersedia dalam banyak pilihan warna dan harga. Seingat saya harganya ada di kisaran Rp 40.000-Rp 120.000. Sesudah membeli, pelototin, kerjain. Nggak mesti beli sih. Pinjem dari temen/saudara buku edisi-edisi lama juga nggak masalah. Asalkan tetap dipelototin, kerjain


Tahap 3: Psikotes
Terdapat banyak jenis tes dalam tes tahap 3 ini. Misalkan saja:
– Wartegg; melanjutkan gambar dari coretan/objek yang telah ada
– Menggambar pohon/orang;
– Kraepelin; menjumlahkan angka ke bawah
– Konsistensi; ada sekitar 200 soal pilihan ‘a’ atau ‘b’. Akan ada soal yang mirip/bersinggungan. Usahakan selalu memilih jawaban yang sama
– Logika matematika
– Mencari perbedaan gambar
– Sinonim/antonim
– Teka-teki dalam cerita
– Mendeskripsikan diri sendiri

Karena tak begitu memahami penilaian dari soal psikotes ini (yang gosipnya bekerja sama dengan fakultas psiklogi UI dalam perancangannya), tak bijak apabila saya memberikan tips melewati tesnya. Saran yang bisa saya berikan: santailah. Soal-soal yang ada di psikotes ini bukanlah soal level olimpiade atau ulangan SMA. Bahkan dari matematikanya ‘hanya’ hitungan sederhana.

Untuk itu, sehari sebelum tes luangkanlah waktu untuk mengistirahatkan raga dan pikiran. Buat kondisi benar-benar tenang demi menghadapi esoknya. Psikotes ini lebih ke uji ketahanan pikiran. Kita dihadapkan dengan jenis soal yang banyak jumlahnya, banyak jenisnya, lalu bagaimana kita tetap tenang menyelesaikan semuanya dengan baik


Tahap 4: Tes Kesehatan
Nama lainnya medical check-up. Tes kesehatan STIS terbilang melingkupi aspek kesehatan yang lengkap. Ada tes urin, tes narkoba, uji buta warna, tes darah, tes EKG (buat jantung kalau nggak salah), rontgen, dan pencatatan tinggi-berat-hipertensi.

Tes kesehatan ini dilakukan di RS yang telah ditunjuk pihak STIS untuk melakukan tes. Besaran biaya yang dibutuhkan berbeda-beda antar rumah sakit. Kisarannya antara Rp 600rb – Rp 1 juta. Oh ya, jangan lupa puasa ya sebelumnya!

Hmm… usaha yang mungkin bisa dilakukan sebelum tes ini mungkin menggiatkan lagi gaya hidup sehat kali ya. Kasus saya dulu, 3 hari sebelum tes kesehatan saya rutin mengonsumsi jus untuk mengontrol tekanan darah. Pada hari H tes, tetap saja tekanan darah saya tinggi. Ya iyalah kalau baru kepikiran mau jadi sehat 3 hari sebelum tesnya. Untungnya hal itu tidak menjadi masalah dan akhirnya lolos juga


Nah. Bila dirangkum bagaimana peluang lolos tes masuk STIS di tiap tahapnya tahun 2017, kurang lebih datanya begini:

Tahap 1 : 24.226 lolos 2.020
Tahap 2 : 2.020 lolos 1.069
Tahap 3 : 1.609 lolos 709
Tahap 4 : 709 lolos 600

Bahahaaha… Seru yak.

Ikhitar itu penting. Namun doa, restu orang tua, amat sangat dibutuhkan untuk kita menyelesaikan ujian apapun itu. Termasuk ujian masuk STIS ini. Gantungkan harapan untuk lolos dalam setiap doa yang terucap dan terpikirkan. Semoga berhasil ya yang mau coba seleksi masuknya!

Advertisements

6 thoughts on “STIS: Tes Masuk STIS dan Tips Mengalahkannya

  1. amijasmine February 2, 2018 / 12:04

    Lengkap banget Del infonya. Nanti postingan ini aku kasih liat ke ponakanku.

    Liked by 1 person

    • mfadel February 4, 2018 / 12:26

      Siap. Bagus banget kalau memang lagi bimbang menentukan tujuan sekolah berikutnya (y)

      Like

  2. mulyasaadigo February 3, 2018 / 07:25

    Aaak! Bang Fadel anak STIS! 😨 (😊)

    Dulu saya ikut tesnya rasanya mau muntah. Karena otaknya kurang canggih, gugur di tahap pertama deh 😫.

    #benci matematika-huh!

    Liked by 1 person

    • mfadel February 4, 2018 / 12:22

      Hahahaha pas berhasil masuk pun rasanya mau muntah mbak mul 😂

      Like

  3. fasyaulia February 7, 2018 / 11:51

    Tips psikotest nya udah sesuai, istirahat. Nice info gan! hahahaha

    Liked by 1 person

    • mfadel February 7, 2018 / 13:58

      Terima kasih buk! Kesotoyanku ada benarnya juga 😂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s