Gempa, 23 Januari 2018

Hi. Saya tengah blogwalking dari dalam kos saat gempa terjadi pada pukul 13.35. Kebetulan, hari ini saya sedang bolos kerja (yang pertama kali seumur hidup!) demi mengurus urusan kos yang belum terselesaikan.

Peristiwanya terjadi serta merta. Saat sedang membaca postingan di blog lain, tiba-tiba kos terasa bergoyang. Meski begitu, saya biasa-biasa saja.

Materi bangunan kos saya terbuat dari kayu. Bisa dibilang kalah kokoh dibanding banyak kos lainnya yang sudah dibangun dari batako. Jadi, saya kira wajar saja kalau beberapa kali saya merasa getaran dari dalam kos. Memang sebelum terjadinya gempa ini pun kos saya pernah terasa berguncang beberapa kali

Ditambah lagi, rumah di samping kos saya tengah direnovasi besar-besaran. Sudah biasa terdengar suara palu dari sebelah pun getaran dari pukulan palu tersebut samar-samar terasa.

Nah! Maka, saat awal mula gempa terjadi, tak terbersit sekalipun kalau itu gempa. Saya mengira goyangan yang terasa dari dalam kos berasal dari kerja keras kuli bangunan rumah sebelah

“Mereka ngapain sih? Kok kerjaan rumahnya nggak selesai-selesai. Sampai goyang gini.”

Saat goyangan berhentilah baru saya merasa ada yang tak beres. Karena kos saya bergetar cukup lama. Setidaknya belasan detik. Cukup lama untuk membuat saya merasa pusing.

Saya mencoba memasang telinga baik-baik. Tidak ada suara teriak-teriak dari tukang ataupun suara pukulan palu. Ah, masa gempa sih

Kecurigaan itu coba saya tuntaskan dengan membuka WA. Karena kelihatannya tidak ada kabar gempa atau yang semacamnya, mungkin saya salah. Mungkin saya berhalusinasi atau kena penyakit tremor. Atau jangan-jangan saya sedang tidur siang dan mimpi sedang blogwalking lalu gempa? Ah memangnya sinetron

Saya lalu membuka twitter, mencari twit tentang gempa, dan ketemu…

TERNYATA MEMANG ADA GEMPA BARUSAN

Pas pertama kali tau yang tadi itu gempa rasanya campur sari. Rasanya mau ngucapin ‘astaghfirullah’+’alhamdulillah’+’subhanallah’ di waktu yang bersamaan. Lalu apa yang dapat saya katakan dengan gempa pertama saya?

Gempa ternyata benar bikin pusing. Saya teringat kata ayah saya kalau gempa membuat puyeng. Bagaimana tidak. Tanah tempat kita berpijak guncang. Selain pusing, pesan ayah yang saya ingat ketika gempa adalah ‘cepat-cepat cari lapangan, telungkup di sana!’. Agak konyol memang. Tapi sayangnya ia sangat serius saat berkata begitu. Tanda bahwa bencana alam tidak bisa diajak bercanda

Entahlah. Barangkali karena terlalu berpikir positif, kemungkinan adanya gempa lewat begitu saja di pikiran saya. Padahal gempa ataupun bencana lainnya dapat terjadi kapan saja atas siapa saja. Bisa saja nyawa saya dicabut tadi. Bisa saja kos saya luluh lantak tadi

Berita baiknya, gempa 6,1 SR yang berlangsung tadi tak terlalu membuat kerusakan. Saya dengar ratusan rumah di daerah Lebak (Banten) rusak. Namun untuk daerah Jabodetabek sendiri belum ketahuan sebesar apa dampaknya. Yang saya tahu pasti di sini, seorang bujang yang ikut merasakan gempa malah mengira goyangan yang terjadi adalah akibat aktivitas mamang kuli bangunan di rumah sebelah. Pasti dia kapok bolos kerja lagi. Sekian!


P.S. Heran kenapa saya lebih suka pakai kata ‘goyang’ daripada ‘guncang’ atau ‘getar’ untuk mendeskripsikan gempa

Advertisements

12 thoughts on “Gempa, 23 Januari 2018

  1. Ayu Frani January 23, 2018 / 19:41

    Syukurlah dirimu sehat dan selamat, Mas. Semoga teman2, kluarga dam sahabat disekitar pusat gempa dalam keadaan aman dan selamat.

    Liked by 2 people

  2. Mydaypack January 23, 2018 / 22:06

    dan berita ini yang viral hari ini yahh,, semoga ga ada gempa susulan amiinn

    Liked by 1 person

    • mfadel January 24, 2018 / 14:23

      Setelah gempa kemarin, sudah ada 20 kali gempa susulan bang menurut BMKG hahaha. Tetapi kecil2. Yang paling terasa kuat baru terjadi siang ini (24 Jan), pukul 13.32

      Semoga tak jatuh korban

      Liked by 1 person

      • Mydaypack January 24, 2018 / 21:34

        Amiiiin, bahaya tuh kalau pas di bawah ibukota titik gempanya

        Like

  3. kunu January 24, 2018 / 07:58

    Belum selesai kepencet kirim (sebel) 😀😀 ( ntr tlg d hpusin ya) aku kpikiran km, pas gmpa, alhmdulillah kmu baik-baik aja πŸ™πŸ™

    Liked by 1 person

    • mfadel January 24, 2018 / 14:26

      Wkwkwk sosoan sebel nu

      Alhamdulillah. Jadi pengalaman aja supaya lebih siap bila kejadian lagi

      Like

  4. amijasmine January 25, 2018 / 23:12

    Dulu aku seneng kalo ada gempa,pulang kantor lebih cepet,hehehe*pemikiran manusia aneh*

    Like

  5. nafsularfinda January 26, 2018 / 14:51

    Kalau goyang, mungkin lebih manusiawi kali, hhaha,
    Wuah, semoga tidak ada gempa susulan ya

    Liked by 1 person

    • mfadel January 26, 2018 / 20:47

      Iya. Lebih manusiawi, lebih dangdut

      Sayangnya sudah lebih dari 20 kali gempa susulan terjadi. Tadi siang sebelum shalat jumat gempa lagi dengan skala 5.1 SR

      Kalau di Aceh sering terjadi gempa juga?

      Like

      • nafsularfinda January 26, 2018 / 22:23

        Wuah ya? Astagfirullah, ngeri euy,
        Alhamdulillah untuk beberapa saat ini belum ada gempa, ada juga kadang2

        Like

  6. Sekar January 31, 2018 / 23:59

    hai fadel! perdana nih aku main ke sini pake alamat blog baru.Hahaha. Sebab blogku yg baru masih masa konstruksi, jadi aku emang kudu ngetik manual mengandalkan ingatan untuk blogwalking.

    Dan blog ini kuingat karena tulisan-tulisannya yang dulu lucu sekali. Sekarang juga masih lucu dan ditambah keren! πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s