Mujigae dan Topokki

Beberapa hari yang lalu, saya dan beberapa teman pergi ke restoran Korea bernama Mujigae…

Itu adalah restoran kekinian yang saya rasa sudah memiliki cabang cukup banyak. Desain interiornya mewah. Saya bisa merasakan atmosfer-atmosfer Korea sejak pertama kali masuk. Bagaimana tidak? Saat pertama kali masuk, kita disambut dengan pelayan yang menggunakan hanbok (entah benar atau salah namanya). Pelayan tersebut kemudian berteriak “Annyeong Haseyo!!!” setiap kali ada pelanggan yang masuk dan tentu saja ia juga berteriak ke kami saat kami masuk. Terkejut saya dibuat mereka

Di dalamnya terdapat banyak poster oppa-oppa Korea dalam ukuran besar yang jujur saja membuat perasaan saya tak enak. Belum lagi kalau menghitung LCD raksasa di tengah ruangan restoran yang menampilkan tontonan video clip dari K-pop yang sebelumnya di-request oleh pengunjung. Tak heran kalau restoran ini ramai pengunjung perempuannya. Lumayan banyak juga sih laki-lakinya. Tetapi saya rasa alasan mereka hadir adalah karena terseret perempuan yang lain hmm

Mujigae benar-benar memanfaatkan kecanggihan teknologi. Tidak hanya LCD raksasa dengan video memabukkan yang dapat di-request, mereka juga punya cara memesan menu yang futuristik. Di setiap meja disediakan suatu tablet (semacam ipad maksudnya ya, jangan bayangkan panadol). Dari tablet tersebutlah kita dapat memesan menu yang kita inginkan. Namun ternyata apa yang ada dalam tablet tersebut tidak hanya menu makanan. Juga terdapat games, kamera buat selfie lengkap dengan stiker ala-ala Korea, dan list video clip yang ingin diputar. Hasil selfie yang diambil dari tablet tersebut dapat dikirim ke e-mail kita. Lalu mengenai video yang dipilih, video tersebut akan dimasukkan ke dalam antrian untuk ditampikan via LCD raksasa. Rasanya sulit abai dari video tersebut. Sulit pula bagi saya untuk tidak merasa pusing -_-

untitled-1
sumber:Β thehungrydoctor

Oke. Ini pengalaman langka bagi saya berkenalan dengan makanan kokoreaan. Sejauh ini pengalaman saya dengan makanan korea adalah dengan Samyang Instant yang bisa dibeli di Alfaapril dengan harga belasan ribu dan tentunya itu tak sebanding dengan apa yang disajikan di Mujigae. Selain samyang (saya bahkan nggak tau tulisan samyang-nya udah bener apa belum -_-), makanan Korea yang saya tau itu kimchi walaupun belum pernah merasa. Udah. Itu aja yang saya tau tentang makanan Korea.

Jadi saya nggak bisa berharap banyak saat datang ke Mujigae ini. Menyebutkan menu-menunya saja saya masih gagap. Jajangmyeon, ramyun, bibimbab, bokumbab, topokki, dan bulgogi adalah sedikit dari sekian menu yang dapat saya sebutkan di Mujigae ini. Beberapa menu tersebut terdengar familier karena kadang saya nggak bisa menghindar kalau ada teman perempuan yang cerita-cerita tentang drama Korea. Meski begitu, tetap saja bingung ingin memesan apa. Untungnya, presentasi menu yang ada cukup membantu. Dengan bantuan guide Riva-ya, pecinta Korea yang sudah datang ke Mujigae 3 kali, akhirnya pilihan saya jatuh ke Topokki.

140745d77e0e47f1ce78985eb2c75c0c
Nih penampilan topokki

Melihat dari menu, kelihatannya memang enak. Potongan sosis, daging, bawang bombay, dan rice cake disirami baluran saus pedas nan creamy asli Korea. Hmmm…

dscf3192
sumber:Β anakjajan.com

Topokki yang saya pesan mirip dengan apa yang disajikan dalam menu. Porsinya pun kurang lebih sama banyaknya. Topokki tersebut disajikan di atas teflon yang masih hangat bersama sepiring kecil kimchi. Aahh… kimchi. Kimchi itulah yang pertama kali saya cicip. Rasanya asem. Mirip-mirip makan asinan bang sodri (asinan betawi maksudnya). Udah. Gitu aja.

Lalu untuk topokkinya. Riva-ya bilang yang dimaksud topokki itu adalah buntalan putih sebesar jempol yang berbahan dasar beras. Jadi rasanya mirip-mirip nasi. Teksturnya saja yang berbeda, kenyal-kenyal sedikit. Topokki tersebut disirami saus pedas dan creamy yang ternyata rasanya juga asam. Mirip-mirip saus tomat. Menurut saya, hampir tidak ada rasa pedasnya. Dominan asam. Rasa sedikit pedas yang terasa sepertinya hanya berasal dari menu topokki yang disajikan masih hangat. Untungnya, ada sosis di situ, sebagai potongan paling nikmat

Yah, secara keseluruhan saya biasa saja dengan topokki itu. Seandainya rasa asamnya sedikit dikurangi dan ditambahkan rasa pedas dan gurih, saya rasa saya akan lebih suka. Beruntung kami semua memesan menu-menu yang berbeda. Bermodalkan kemurahan hati kami, kami saling menukar sajian yang ada di piring kami. Rasanya berat sih merelakan potongan sosis saya (yang paling enak) untuk diambil mereka. Harusnya mereka ambil topokki-nya saja -,-

Riva-ya memesan ramyun (semacam ramen), Meidio memesan bokumbab (semacam nasi goreng/risotto yang dimakan di atas kompor), dan Jo memesan BBQ (ini taulah ya apa, harganya paling mahal di menu). Saya tak tertarik dengan ramyun. Terlalu mirip indomie, melihatnya saja saya enggan. Tetapi makanan milik Meidio dan Jo sejujurnya bikin ngiri. Mereka makan lengkap dengan kompor di atasnya, sedangkan topokki saya hanya dikasih teflonnya saja. Alhamdulillah saya mendapat selembar-dua lembar daging dari BBQ Jo. Lumayan enak sih

Oh ya, untuk minum saya memesan Matcha Milk Tea with Asuka Bean. Bodo amat dengan namanya -_-. Saya cuma memesan karena ada nama matchanya dan harus saya akui rasanya enak banget. Jauh lebih enak dari Korean Lemonade yang dipesan di meja sebelah, yang rasanya sama saja dengan yakult. Memang ya materi marketing bisa jadi membahayakan hmm

Entahlah. Saya mengecap cukup banyak rasa asam dalam petualangan kuliner korea ini, yaitu dalam kimchi dan topokki. Apa orang Korea sana suka dengan yang asam-asam ya? Yang jelas, pengalaman kali ini bisa jadi pelajaran berharga bagi saya. Jadi bisa lebih taulah makan-makanan korea yang enak meski nyebutnya masih agak susah.

Saya bukanlah orang yang sering main ke restoran. Tetapi untuk Mujigae, cobalah sesekali mampir ke. Untuk pengalaman kuliner Korea, saya cukup yakin Mujigae menyajikan atmosfer yang cocok. Asal tidak alergi saja dengan k-pop, k-drama, dan sebangsanya hmm

50 thoughts on “Mujigae dan Topokki

  1. Hahhaha, aku blum pernah ke resto ala ala korea, paling klo pngen bgt bli d kaki lima yg jual ala-ala masakan korea, tp jrang juga pngen sih, dibandingin sama masakan jepang, klo aku lebih cocok rasa jepang πŸ˜„

    Like

      1. Wkwk gitu toh
        Aku baru tau kemaren kalo penggemar garis keras Korea pada ganas2 di internet. Jangan bercandain idol Korea mereka deh. Mimi Peri aja jadi korban πŸ˜…

        Like

  2. nama makanan korea susah dihapal, iya banget =))
    aku pernah sekali makan di sini tapi ga inget rasanya gimana dan nama menunya apa.
    cuma kalo kata temen aku rasanya udah agak mengalami lokalisasi rasa(?) biar lebih pas sama rasa orang indonesia. makanan korea dominan pedas asam =”)
    dan yes, ini resto manjain kpopers banget. agak iri sama konsepan mereka yang satu in sebenernya karena restoran jp atau yang lain ga ada konsep macam ini, yang bisa kasih pv bias favorit =)) *aku bukan kpopers kok ha ha

    Like

  3. Ah jadi ingin ke sana lagi :β€˜) Canggih emang mujigae, bikin foto polaroidnya ga kak?
    Waktu itu kalo ga salah aku pesan Bibimbap menurutku enak sih karena waktu itu laper banget dan porsinya banyak ga rugi jadinya hahaha
    β€œ..terseret perempuan yang lain” ngakak.

    Liked by 1 person

    1. Nggak bikin sih jen, tapi sadar kalau ada semua fasilitas itu bener2 bikin takjub sama resto ini. Terlepas dari temanya yang Korea banget -_-

      Nah. Kemaren ada juga yang mesen Bibimbap. Salah satu yang bikin ngiler karena nggak keliatan asem

      Like

  4. Iya bener banget kimchi terlalu asam rasanya nggak enak, nggak cocok di lidah *tos*
    Belum pernah makan topokki hiks hiks, tapi begitu tau dominan rasa asamnya lebih banyak, ada baiknya belum ngerasain ya kak wkwkwk

    Kok kayaknya tempatnya asique, sayang di sini belum ada 😦

    Liked by 1 person

    1. Denger2 kimchi asli sana memang hasil fermentasi thar. Tapi kayaknya yang kemaren di makan nggak.

      Cus silakan rasakan. Kalau kamu suka makanan asam, kemungkinan bakal suka πŸ‘πŸΌ

      Like

      1. Oalaaah, kirain yg namanya kimchi itu selalu hasil fermentasi, ternyata nggak juga ya.

        Iya nih kapan kapan pengin cobain, kebetulan saya penikmat makanan asam, hehe.

        Like

      1. Baiklah, tulisanmu informatif Del. Jadi ada gambaran nanti kalau pengen nyoba, setidaknya aku ga ngebayangin yg gurih2 kalau ketemu tampilan yg seperti itu. 😒

        Liked by 1 person

  5. Kalo makanan kekorea-koreaan aku suka odeng. Pertama nyoba langsung suka. Kalo toppokki yg pernah dicoba udah di modif kali ya, soalnya rasanya dominan pedas gurih, asamnya gak terlalu ada. Kimchi sawi juga pernah coba, rasanya emang asam, tapi aku kira itu karna udah kimchi ala-ala Indonesia. Hehe.
    Paling penasaran sama mi kacang hitam, lupa apa namanyaaa …

    Liked by 1 person

    1. Wah, sepertinya sudah melalangbuana nih kak di perkulineran Korea πŸ˜‚

      Seandainya aku makan topokki yang waktu itu kak leni makan, mungkin aku pengen nambah πŸ˜‘

      Like

      1. Hahaha…
        Gak sampe melanglang buanaa loohhh…
        Itu kebetulan aja aku lagi lewat di acara food festival.

        Kayaknya yg jual toppokinya masih idup deh, cok sini maen tempat ku. Ku traktir deeeh.
        Hahahaha.

        Liked by 1 person

      1. *kibas jilbab
        Wkwk padahal ngga sengaja nemu sih yg di lotte. Restonya mehong. Terus cobain mujigae kirain rasanya bakalan sama, taunya beda level wkwkwk harus dicoba sebelum keluar jakartaa

        Like

  6. Tapi emang gasuka topokki sih wkwk sepotong dua potong masi gapapa. Tapi kayanya ga sanggup ngabisin seporsi πŸ˜‚πŸ˜‚ mending pesen yg paketan aja dell, nasi lauk pauk lengkap wkwkk /makan enak ala anak kosan/

    Liked by 1 person

    1. Wah, awalnya pas ngeliat di foto menu kok kelihatannya banyak banget. Eh pas nyampe di atas meja abisnya cepet juga wkwk

      Btw sarannya mengena banget. Sepertinya perlu penyesuaian untuk lepas dari cara hidup mahasiswa *duh*

      Like

      1. Ternyata doyan lebih dari suka ya wkwk
        Kalau makan lagi coba ajak anak kosan sebelah kak. Dijamin nggak ada kata nggak sanggup lagi. Bisa jadi malah kurang topokkinya πŸ˜‚πŸ˜‚

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s