Pada Bulan Ramadhan di Jakarta

Pada bulan Ramadhan di Jakarta, sulit membedakan antara orang yang membangunkan sahur dan orang yang ngajak berantem. Mereka teriak sama lancangnya, membawa perlengkapan yang kurang lebih sama, pun datang dengan kru tawuran yang sama. Ini mengakibatkan pekerjaan mereka sangat efektif. Sukses membangkitkan kesadaran plus membangkitkan amarah orang yang tidur. Mungkin ini cuma balasan untuk diri ini, yang dulu juga kesetanan membangunkan orang sahur. Mungkin cuma karma

Pada bulan Ramadhan di Jakarta, pedagang kembang api, petasan, mercon, dan semua sanak keluarganya dapat ditemui hampir di setiap persimpangan. Mereka dengan mulia memfasilitasi kebutuhan anak-anak Jakarta yang sudah kecanduan suara ledakan petasan. Suara mengagetkan pun dapat terdengar di mana-mana dan kapan saja. Di mana-mana dan kapan saja pula pekik kaget terdengar. Bermain petasan menyenangkan karena kita sudah siap akan ledakannya. Namun bagi yang tidak, petasan ialah celaka. Mungkin ini cuma balasan untuk diri ini, yang dulu juga menyalakan puluhan petasan kala Ramadhan tanpa memedulikan telinga dan jantung makhluk lain. Mungkin cuma karma.

Tapi setelah diingat lagi, pada bulan Ramadhan, diri ini tak pernah terlibat tawuran pasca tarawih maupun pra sahur, tak pernah menyebabkan orang terjebak macet menahun kala maghrib, serta tak pernah pula makan terang-terangan siang hari di pinggir jalan. Mungkin ini bukan karma. Ini cuma Ramadhan di Jakarta

Advertisements

21 thoughts on “Pada Bulan Ramadhan di Jakarta

  1. kang nur June 17, 2017 / 14:02

    dah tradisi mas… bahkan saya sendiri kesulitan untuk melarang anak saya

    Liked by 1 person

    • Yusuf Muhammad June 18, 2017 / 06:35

      Tergantung besaran pengaruh mana sih. Kalau saya dan saudara2 kandung saya gak pernah main petasan, karena dokrin ortu lebih besar pengaruhnya daripada kebiasaan anak2 sekitar rumah yg suka main petasan. Dokrinnya, “Petasan itu sama aja bakar uang.”

      Tapi sepupu2 kami pada seneng main petasan karena mereka gak pernah dilarang ma orang tua mereka.

      Like

    • mfadel June 25, 2017 / 11:36

      Hahahaha.. Nagih emang. Dan lebaran ini petasan pun tak berhenti

      Minal aidin wal faidzin kang (lagi) 😄👍🏼

      Like

  2. zapufaa June 17, 2017 / 14:42

    Jadi ingin merasakan ramadhan di jakarta :”)

    Like

    • Yusuf Muhammad June 18, 2017 / 06:28

      Gak terlalu istimewa juga sih ramadhan di Jakarta.. Tapi in syaa Allah pahalanya banyak soalnya panas, haha..

      Tapi untuk beberapa tempat di Jakarta, ramadhan akan cukup berkesan karena suasana ibadah yg mendukung. Misal banyak masjid yg mengadakan program i’tikaf 10 hari terakhir (gak semua masjid bisa dijadikan tempat i’tikaf yg nyaman soalnya). Lalu sepengalaman saya tinggal di bbrp daerah di Jakarta, jarang nemu masjid yg sholat tarawihnya ngebut, seakan2 kejar target/balapan. Jadi sholat tarawihnya bisa lebih khusyuk.

      Liked by 1 person

      • zapufaa June 19, 2017 / 08:14

        Serius jarang menemukan masjid yg ngebut? Hehe
        Suasana metropolisnya itu lho yg dirindukan. Semoga bisa kesana lagi 🙂 aamin

        Liked by 1 person

      • Yusuf Muhammad June 19, 2017 / 11:00

        Oh, banyak ya masjid yg ngebut?? Ya, berarti ane kebetulan belum pernah nemu, haha.. Secara masjid se-Jakarta banyak banget, hehe..

        Aamiin..

        Liked by 1 person

  3. azizatoen June 17, 2017 / 17:00

    Jadi, Jakarta adalah tempat paling tepat untuk membayar kesalahan Semut Hitam di masa lalu? 😏
    Btw, pada bulan ramadhan di Batam masih ditunggu lho sampai sekarang…

    Like

  4. Ikha June 17, 2017 / 17:49

    Suatu saat barangkali ber-Ramadan di Jakarta akan kamu rindukan..

    Like

    • mfadel July 15, 2017 / 14:10

      Wkwk… pasti kak. Tahun-tahun di Jakarta ini adalah tahun-tahun yang paling berkesan, setidaknya sampai saat ini

      Liked by 1 person

  5. Rissaid June 17, 2017 / 23:27

    Saya suka sekali ini, alurnya enak 🙂

    Dulu main dirumah Uak d tanah abang tidur semalam rasa setahun, ku bersyukur Ramadhan ga disana hehe

    Liked by 1 person

    • Yusuf Muhammad June 18, 2017 / 06:20

      Kalau pas malam lailatul qadr berarti semalam rasa seribu bulan tuh.. 😹

      Like

  6. A. June 18, 2017 / 00:13

    Yak apakah besok ketika punya anak bang Fadel mengharamkan petasan

    Like

    • mfadel July 15, 2017 / 14:16

      Hahaha.. mengikuti persetujuan sang maha ratu juga kak…

      Duh.. ngomong gini sakit juga yak… Berandai-andai terkadang membuat pilu

      Like

  7. Suci Su June 18, 2017 / 08:09

    Bener kata mbak Ikha. Suatu saat, hal-hal yang kayak gitu-gitu bakal dirindukan. Bakal diceritain ke anak-anaknya pake kata ‘Dulu..’

    Liked by 1 person

    • mfadel July 15, 2017 / 14:25

      Tssaaah… dalem sekali… ‘Dulu…’

      Like

  8. raden ikhwan June 21, 2017 / 13:31

    masih belum bisa bayangin puasa (dalam waktu yg lama) dan lebaran di Jakarta…

    Like

    • mfadel July 15, 2017 / 14:31

      Hahaha… nggak beda jauh bang sama daerah mana pun di Indonesia (mungkin..)
      Yang bikin beda ramenya itu bang. Makin banyak orang yang aktif siang malam

      Liked by 1 person

  9. rizzaumami June 28, 2017 / 13:22

    Tetep bakal rindu ramadhan seperti itu del. Berhubung udah lebaran, aku mohon maaf yaa 😊

    Liked by 2 people

    • mfadel July 15, 2017 / 14:40

      Hahaha… Setuju. Ragu bisa nggak rindu kelak

      Sama-sama mas. Mohon maaf juga atas segala kesalahan

      Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s