Pada Bulan Ramadhan di Jakarta

Pada bulan Ramadhan di Jakarta, sulit membedakan antara orang yang membangunkan sahur dan orang yang ngajak berantem. Mereka teriak sama lancangnya, membawa perlengkapan yang kurang lebih sama, pun datang dengan kru tawuran yang sama. Ini mengakibatkan pekerjaan mereka sangat efektif. Sukses membangkitkan kesadaran plus membangkitkan amarah orang yang tidur. Mungkin ini cuma balasan untuk diri ini, yang dulu juga kesetanan membangunkan orang sahur. Mungkin cuma karma

Pada bulan Ramadhan di Jakarta, pedagang kembang api, petasan, mercon, dan semua sanak keluarganya dapat ditemui hampir di setiap persimpangan. Mereka dengan mulia memfasilitasi kebutuhan anak-anak Jakarta yang sudah kecanduan suara ledakan petasan. Suara mengagetkan pun dapat terdengar di mana-mana dan kapan saja. Di mana-mana dan kapan saja pula pekik kaget terdengar. Bermain petasan menyenangkan karena kita sudah siap akan ledakannya. Namun bagi yang tidak, petasan ialah celaka. Mungkin ini cuma balasan untuk diri ini, yang dulu juga menyalakan puluhan petasan kala Ramadhan tanpa memedulikan telinga dan jantung makhluk lain. Mungkin cuma karma.

Tapi setelah diingat lagi, pada bulan Ramadhan, diri ini tak pernah terlibat tawuran pasca tarawih maupun pra sahur, tak pernah menyebabkan orang terjebak macet menahun kala maghrib, serta tak pernah pula makan terang-terangan siang hari di pinggir jalan. Mungkin ini bukan karma. Ini cuma Ramadhan di Jakarta

Advertisements

21 comments

    1. Tergantung besaran pengaruh mana sih. Kalau saya dan saudara2 kandung saya gak pernah main petasan, karena dokrin ortu lebih besar pengaruhnya daripada kebiasaan anak2 sekitar rumah yg suka main petasan. Dokrinnya, “Petasan itu sama aja bakar uang.”

      Tapi sepupu2 kami pada seneng main petasan karena mereka gak pernah dilarang ma orang tua mereka.

      Like

    1. Gak terlalu istimewa juga sih ramadhan di Jakarta.. Tapi in syaa Allah pahalanya banyak soalnya panas, haha..

      Tapi untuk beberapa tempat di Jakarta, ramadhan akan cukup berkesan karena suasana ibadah yg mendukung. Misal banyak masjid yg mengadakan program i’tikaf 10 hari terakhir (gak semua masjid bisa dijadikan tempat i’tikaf yg nyaman soalnya). Lalu sepengalaman saya tinggal di bbrp daerah di Jakarta, jarang nemu masjid yg sholat tarawihnya ngebut, seakan2 kejar target/balapan. Jadi sholat tarawihnya bisa lebih khusyuk.

      Liked by 1 person

  1. Jadi, Jakarta adalah tempat paling tepat untuk membayar kesalahan Semut Hitam di masa lalu? 😏
    Btw, pada bulan ramadhan di Batam masih ditunggu lho sampai sekarang…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s