Pertanyaan-pertanyaan yang (Mungkin) Sering Muncul Kala Ramadhan Datang

Bukankah di setiap Ramadhan selalu muncul pertanyaan terkait hal-hal seperti ini? Ajakan bukber (yang punya kemungkinan nggak jadi-jadi), seputar ibadah puasa, dan banyak persoalan lain yang dapat dikatakan hanya muncul di kala bulan suci ini datang. Rasanya lucu saja kita kita hanya mendengar pertanyaan-pertanyaan seperti ini di bulan Ramadhan. Kalau sedang gabut tiada obat, bolehlah baca ini… Semoga dapat menikmati. Ya… Semoga…

1. Kapan bukber?

Satu! Nah ini. Semakin kita dewasa, akan ada semakin banyak orang/kelompok yang kita kenali. Dan hampir dapat dipastikan orang-orang itu mengadakan kegiatan yang dinamakan buka bersama. Alasannya mudah. Untuk mempererat silaturahim serta untuk memfasilitasi semangat nongkrong orang Indonesia.

Masalahnya, niat untuk bukber itu seringkali hanya sebatas niat yang menggebu-gebu. Tidak ada eksekusi. Nah, biasanya yang kemudian dijadikan kambing hitam adalah karena tidak ditemukannya waktu yang cocok untuk bukber. Sebenarnya waktu untuk berbuka yang pas itu sudah ada, yaitu saat azan maghrib berkumandang. Tetapi selalu ada kesibukan masing-masing yang bersinggungan, sehingga orang tidak dapat untuk mendengar azan maghrib di tempat yang sama. Akhirnya terjadilah percakapan seperti pada gambar

18697991_1537958736326558_8219046693655664311_n

Moral: semua yang bilang “ngikut aja…”, “gua mah bebas…”, “terserah…” itu omong kosong -_- (sumber)

Oh ya, satu hal lagi yang penting diperhatikan. Bukber pada umumnya nggak sekadar makan. Ada kegiatan seperti ngerumpi, nostalgia, bahkan sampai games Indonesia Pintar. Ini menyebabkan bukber berlangsung lama, sedangkan kita tahu waktu antara maghrib-isya singkat. Barangkali kita tak terlalu khawatir dengan maghribnya. Namun isya? Beberapa bukber malah bablas sampai menabrak waktu isya. Akhirnya agenda spesial nan eksklusif Ramadhan, tarawih, tidak terlaksana :((

2. Maghrib jam berapa ya?

Itsnaini! Memasuki Ramadhan, kita jadi semakin awas dengan waktu shalat. Khususon maghrib dan subuh. Tau sendirilah ya kenapa alasannya. Ng? Nggak tau? Coba deh tanya sama perut yang meraung-raung buas itu saat puasa

Dan selalu, selalu ada orang yang mendadak hafal jam berapa azan maghrib berkumandang. Bahkan cara menjawabnya pun cepat dan tanpa ragu. Diduga kuat, tabel imsakiyah yang didapat (biasanya comot gratis dari atas kotak infaq masjid terdekat) sudah dihafal mati, kemudian tiap harinya dimurojaah. Jadilah ia hafidz jadwal imsakiyah Ramadhan.

WhatsApp Image 2017-05-30 at 16.53.59

Semua azan jadi mengingatkan pada  azan maghrib

3. Masjid sana tarawihnya berapa rakaat?

Telu! Jawaban dari pertanyaan ini biasanya dua. Sebelas atau dua puluh tiga (sudah dengan witir). Beberapa orang yang menanyakan ini menganggap jumlah rakaat shalat tarawih cukup krusial. Mungkin karena berpengaruh pada kekhusyukan shalat kita atau beberapa alasan lain. Sedih jika pertanyaan di atas dikonotasikan dengan “masjid sana selesai tarawihnya cepet nggak?”

Sebenarnya tidak ada permasalahan tentang perbedaan ini. Apakah 11 atau 23, itu masih jauh lebih baik daripada yang tidak shalat. Tidak ada pula larangan terkait jumlah shalat tarawih itu. Yang terpenting, shalat tarawih tersebut dilaksanakan dengan niat lurus mengharapkan ridha Allah.

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

untitled-1

Yak. Paham perasaan serba salah ini (sumber)

4. Kalau ngupil pas puasa, puasanya batal nggak?

Four! Jorok sih ini. Lebih baik skip. Jangan bandel plis.

Pertanyaan ini sudah saya dengar bahkan sejak saya masih puasa sampai jam 9 pagi doang. Perihal “mencari harta karun” ketika berpuasa. Mungkin di hari normal tak masalah. Namun ketika berpuasa? Sungguh ada perasaan bersalah saat ingin melakukannya

Pertanyaan ini menimbulkan perasaan galau tak menentu. Apakah sebaiknya kita lakukan eksplorasi harta karun tersebut, atau harus menahan hasrat yang sudah membabi buta. Terkadang kita malah takut apabila kita secara refleks membersihkan lubang hidung kita dan karena ragu, kita jadi berpikir apakah puasa kita benar-benar sudah batal atau tidak

Yang menjadi landasan ragunya kita adalah salah satu sebab yang membatalkan puasa, yaitu ketika masuknya sesuatu ke dalam rongga tubuh kita (mulut, hidung, telinga dsb). Oleh karena itu membersihkan lubang hidung ikut dipertanyakan. Jawaban dari pertanyaan ini pun sebenarnya sudah sering terdengar, baik dalam ceramah/kajian di masjid ataupun dalam perbincangan sehari-hari. Namun kalau masih ragu, mungkin bisa dengarkan saran ini: janganlah membersihkan hidung terlalu dalam (sampai ke rongga/pangkal hidung) ketika berpuasa. Mengambil di area dangkal sih boleh saja. Asal jangan sering-sering. Malu.

5. Tahun ini pulang kampung nggak?

Fünf! Khusus perantau ya. Perantau yang berada cukup jauh dari kampung halaman. Bagi perantau, pertanyaan ini dapat terdengar cukup menyakitkan. Hmm… tapi tak selalu. Ada saja keuntungan bagi orang-orang yang tidak pulang kampung. Misalnya perjaka-perawan. Dengan tidak pulang kampung, mereka jadi dapat menghindari pertanyaan-pertanyaan seperti “Kapan lulusnya?” atau “Kapan kawin?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu hanya dapat dijawab oleh takdir. Tak heran ada orang yang kesal saat ditanya.

Meski begitu, selalu ada yang dapat disesali saat tidak pulang kampung. Contohnya saat hilangnya kesempatan kita untuk sungkeman kepada kedua orang tua pada idul fitri. Entahlah. Rasanya tak lengkap saja merayakan idul fitri tanpa meminta maaf kepada orang tua.

Mungkin ribuan idul fitri pun tak cukup apabila dimanfaatkan sebagai momen minta maaf dan terima kasih kepada orang tua. Tetapi sebagai anak, apa lagi yang dapat dilakukan selain mencumbu wajah mereka seraya menumpahkan mereka rasa kasih sayang kita? Idul fitri adalah momen yang paling tepat untuk melakukan itu semua.

Mari bersyukur bagi kita yang masih disempatkan usia untuk memberikan sepotong cinta kepada ayah-ibu. Sesungguhnya waktu kita dan mereka sempit. Manfaatkan. Dengan pulang kampung misalnya.

Sumber : https://rumaysho.com/446-keutamaan-shalat-tarawih.html

Advertisements

53 comments

      1. Wkwkwkwk…
        Eh skrip, dipanggil tuh…
        .
        .
        .
        Duh, maaf kak. Doinya lagi ngambek gak mau ngomong gara2 gak dikerjain. Padahal selalu dipikirin 😂

        Liked by 1 person

  1. Sesuatu yang tak pernah bosan dilakukan di bulan ramadhan “menunggu adzan maghrib”. Kita nggak pernah nggak semangat kan kalau disuruh nunggu adzan maghrib 😄😄😄
    Poin nomor 1 yoi banget tuh Del. Kadang ajakan bukber (sebagian besar) waktu selesainya molor dan mengakibatkan tertinggal shalat isya dan tarawih berjamaah di masjid. Huhuhu. Sedih dah kalau gitu 😢 #dilemmabukber

    Liked by 2 people

    1. Dan sembari menunggu, kita bertanya-tanya mengapa waktu berjalan lambat sekali 😂😂😂

      Sebagai solusi, pernah di salah satu bukber kami dilakukan shalat tarawih bareng. Untungnya sudah ada tempat dan ada yang bersedia jadi imam. Kan sayang banget dilewatin ibadah tahunan ini…

      Liked by 2 people

      1. Bener bang… Tergantung dengan siapa kita bukber. Namun alhamdulillah lingkaran pertemanan saya sudah baik. Semua mengerti pentingnya tarawih. Jadi acara bukber mesti disudahi ketika/sebelum azan isya, bila tidak bisa tarawih barengan

        Liked by 1 person

  2. Yang berbeda dari puasa adalah selalu ada pertanyaan ‘kapan maghrib?’ dan entah kenapa selalu ada yang bisa menjawab dan hafal jam-jamnya. Haha. Bener banget.
    Buka bersama sebenarnya hanyalah rencana yang hanya jadi wacana.
    Masalah ngupil, aku baru tahu kalau itu ternyata dipermasalahkan.. 😂

    Like

      1. Bener del, setuju.. Tapi klo klmaan ya lumayan del haahaha..
        Waktu itu aku pernah masuk masjid yg ambil 8 rakaat aja 25 menitan 😂😂😂

        Like

  3. Baca tulisan ini berasa ikut super family nebak nebak jawaban kebawahnya :”) wkwk
    Pertanyaan lebaran
    1. Udah punya pacar belum?
    2. Gimana skripsinya?
    3. Japan Lulus?
    Ehhh… Iya kalau kak fadel balik kampung hihi 🙈🙉🙊

    Liked by 1 person

    1. Kok sekarang kamu jadi nakal begini sih zah 😂😂😂
      Dulu kamu nggak begini padakuh. Semenjak ketemu langsung sama Kak Roby itu tuh kamu jadi berubah wkwk. Dan nope. Ogah jawab tiga pertanyaanmu.. hanya membangkitkan luka 😂

      Like

  4. Eh emang bener ngupil bisa batalin puasa kita kak? 😂 *baru tau*
    Tadi barusan aja nanya jadi pulang kampung apa nggak, baru baca postingannya, berarti memang pertanyaan mainstream ya 😂😂😂
    Ayo kak pulan kampung pulang kampung, Jakarta sudah bosan sama semut hitam 😂

    Liked by 2 people

    1. Karena kupikir sudah sering ditanyakan di mana-mana, semua orang sudah tau jawabannya. Makanya sengaja nggak dikasih jawaban eksplisit haha. Nggak batal kok. Namun ada juga pendapat yang bilang batal kalau mengupil terlalu dalam, yang sampai ke pangkal hidung. Padahal menggali sampai sana itu susah sekali

      Mungkin bener kata zapufaa di atas ya, berasa seperti games family 100 haha. Lima pertanyaan paling mainstream di Ramadhan.. Duh.. sepertinya bisa jadi judul yang bagus

      Oh ya, kalau aku nggak pulang berarti nggak bisa bayar utang yang itu kan. Alhamdulillah 😂😂😂

      Liked by 1 person

      1. Nggak mau tau! Nggak mau tau pokoknya! Ini aib-aibku sudah terbongkar semua! Mau ditaruh mana wajahku? 😑
        Pokoknya pulang nggak pulang, harus nulis, wajib! 😣

        Like

      1. Wah maaf bang. Beberapa teman ‘yusuf’ saya malah dipanggil Ucup. Kurang tau juga latar belakangnya gimana. Tapi saya setuju dengan poin yang Bang Yusuf sebutkan di autobiograi itu… Ngikutan bikin aaah 😀

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s