Kopdar Bersama Umi Sholikha alias umisholikhah7410.wordpress.com

Hi. Hari minggu minggu (duh basinya -_-) yang lalu, pada jam-jam begini, sarapan terasa sangat berbeda. Di atas meja terhidang pisang goreng dengan tepung kualitas langit, ketan, juga obang-abing. Kombinasi makanan yang jelas tak akan pernah saya makan di kos sendiri. Sarapan dengan menu seperti itu tak hanya lebih mengenyangkan, namun juga beberapa kkal lebih bergizi dibanding sarapan biasa saya.

Akhirnya, pagi ini, sarapan kembali normal atau lebih tepatnya kembali menyedihkan. Orek tahu kembali mengucapkan “selamat pagi”-nya pada saya. Lalu sembari mengunyah, saya ingat lagi kalau sarapan minggu lalu tidak hanya berbeda dari segi menu melainkan juga visi-misi sarapannya. Pagi ini saya cuma mengisi perut agar perut tak lagi meraung-raung buas. Sedangkan minggu lalu, sarapan saya niatkan agar saya punya cukup energi untuk kopdaran bareng Kak Ikha. Yay.

Oh ya karena saking sudah basinya, Kak Ikha sudah menulis duluan cerita versinya. Ada di sini. Versi yang ini murni sudut pandang saya.

Kopdar2 yang saya lakukan sebelumnya saya lakoni sebagai status turis alias status “mau dibawa ke mana aja bodo amat”. Kali ini berbeda. Kak Ikha, yang aslinya blasteran Ngawi-Surabaya, main ke ibukota. Dan situasi ini membuat teman blognya yang berada di Jakarta (dan yang menulis ini) keringat dingin. Mengapa? Karena ia tak tahu harus dibawa ke mana anak gadis satu itu.

Jakarta bukannya tak punya tempat jalan-jalan. Tentu saja ibukota juga punya tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Misalnya mal, cafe, mal, cafe, mal, cafe, mal, dan… flyover. Ada banyak-banyak-banyak mal, cafe, dan flyover di Jakarta. Lalu kemudian saya sadar kalau Kak Ikha berasal dari Surabaya, kota yang samar-samar saya ingat juga memiliki banyak-banyak-banyak mal serta cafe. Membawanya ke mal atau cafe atau flyover jelas pilihan yang buruk. Kenyataan ini menempatkan saya pada posisi sulit. Tak ada lagi bayangan untuk menjadi tour guide baik nan berprestasi

Sebenarnya saya punya rencana kasar akan dibawa ke mana Kak Ikha. Setidaknya 2 wisata. Yang pertama wisata Kota Tua. Hmm… Kota Tua ini tempat favorit saya di Jakarta. Suatu must-go-place nya Jakarta. Siapa yang tidak suka dengan nuansa Belanda yang pekat tersisa dalam arsitektur klasik? Belum lagi seniman jalanan di sana yang amat memikat. Seniman jalanan di tempat paling fotogenik seantero Jakarta. Apa lagi yang kurang? Pokoknya suasananya magic.

Yang kedua, saya akan membawa Kak Ikha ke wisata macet. Macet Jakarta otentik. Sangat berbeda dengan macet-macet di kota-kota lainnya. Pernahkah Anda menempuh jarak 10 km dalam 2 jam? Saya akan menjawab “PERNAAAAHHH!!!!!!!!!!!” jika pertanyaan itu ditanyakan ke saya. Selain dari segi durasinya, kolaborasi orang tak sabaran Jakarta dan cuaca panas menambah cita rasa sendiri untuk macet ibukota. Sudahlah merasakan kebosanan yang menggila, perasaan yang makin sensitif dan pikiran semrawut menjadikan tingkat stress naik 120% atau lebih. Saya sering menyaksikan raut wajah trauma orang yang terjebak macet. Seram sekali. Wajah mereka seakan menyiratkan suatu rencana jahat jika terbebas dari macet ini. Ada pula yang segera melampiaskan kekesalannya di tempat, misalnya dengan memukul-mukul benci pada kursi transjakarta yang terjebak macet

Kak Ikha pasti belum pernah merasakan itu semua sebelumnya, baik itu Kota Tua atapun macetnya. Dan satu lagi nilai positifnya, dua wisata ini dapat dilakukan dalam satu kali jalan! Wow!

Tetapi saya salah. Kak Ikha sudah pernah merasakan itu semua. Bahkan sejak hari pertamanya di Jakarta. Kak Ikha malah sudah jalan-jalan lebih jauh dari yang saya kira. Pada hari keduanya ia bersama temannya sudah khatam mengelilingi Kebun Raya Bogor dan pada hari ketiganya diajari menghabiskan uang di Tanah Abang-Thamrin City. Pada hari terakhirlah kopdar kami terlaksana. Lokasi ketemuan? Car Free Day (CFD) Jakarta, sekitaran bundaran Hotel Indonesia. Aih. Hilang sudah kesempatan saya berkata,”Kak kena macet yuk…” karena di CFD tidak mungkin terjadi macet. Mobilnya saja tidak ada.

Oke. Setelah kenyang sarapan, saya segera berangkat menuju Bundaran HI dengan transjakarta (transportasi sahabat kita semua…). Kak Ikha sudah berada di sana duluan bersama temannya dan yang kami tahu kami hanya akan bertemu di bundarannya.

Car Free Day Jakarta saya rasa sama dengan kebanyakan CFD di kota-kota lainnya. Di ruas-ruas jalan tertentu, kendaraan bermotor dilarang melewati jalan tersebut. Biasanya mulai dari subuh hingga jam 11 siang. Nah, orang kota pasti kesenengan ngeliat jalan yang kosong begitu kan? Maka semua berinisiatif melakukan kegiatan di sana. Sebutlah jogging, main bola, cari keringat, cari nafkah, cari jodoh, cari perhatian, cari jati diri, dan segala pencarian lainnya. Dan CFD ini menyedot banyak kerumunan dari segala penjuru, apalagi untuk kota sebesar Jakarta. Bayangkan saja seramai apa.

IMG_6523.JPG

Ini jelek banget kualitasnya 😂 Sayangnya ini foto yang paling menggambarkan ramenya Car Free Day Jakarta. Ini saya foto dari atas pos polisi depan Bundaran HI, pas lagi ngantri di WC Umum. Antriannya panjang banget men

Sudah saya katakan kalau kami akan bertemu di Bundaran HI. Pernyataan ini begitu naif sebenarnya. Saya terlupa bagaimana kondisi ramainya CFD Jakarta, terkhusus di Bundaran HI nya. Alhasil, begitu sampai, yang ada cuma bingung. Saya cuma tahu Kak Ikha itu yang pakai jilbab mint dan Kak Ikha cuma tahu saya yang pakai jaket biru-oranye. Sudah.

Setelah saling melempar chat yang intinya kami sama-sama bingung, akhirnya saya ketemu juga dengan Kak Ikha. Ia dan dua temannya sedang duduk di pinggir kolam air mancur saat saya temui. Gaya mereka persis ikan duyung lagi sunbathing

Bahagia rasanya ketemu Kak Ikha pada akhirnya. Dalam blog sendiri bisa dibilang kami belum terlalu lama mengucapkan “salam kenal.” Tetapi rasa penasaran bagaimana orangnya Kak Ikha sudah ada. Terlebih setelah adanya grup dahsyat itu. Kak Ikha ternyata bertubuh mungil dengan suara perempuan bijak keibuan. Karena blasteran Ngawi-Surabaya, selama baca chat Kak Ikha saya membayangkan cara bicaranya yang medhok kentel. Ternyata tidak juga haha

Kak Ikha berpose duyung bersama kedua temannya, Kak Kania (sengaja ditulis begini lho kak 🙂 dan Kak April. Saya hanya sempat bertemu Kak Kania sebentar karena saya dalam kondisi gawat darurat mencari toilet dan Kak Kanianya pamit pulang duluan saat saya sedang dalam pencarian saya. Sedangkan Kak April, ia supel, berperawakan lebih tinggi dari Kak Ikha, dan saya cukup yakin Kak April tidak lahir di bulan Maret. Mereka bertiga adalah kawan semasa kuliah. Masing-masing terpisah jalan kariernya dengan Kak Kania dan Kak April tersasar di Jakarta sini

Sudah lewat jam 9 waktu itu sehingga mataharinya sudah cukup panas. Menjadi duyung pun sudah tidak seru lagi. Kami pun memutuskan berjalan-jalan sebentar di sekitar wilayah pasar kaget CFD. Oh ya selagi mencari Kak Ikha sebelumnya, saya menyempatkan mengambil beberapa gambar di CFD

DSCF6630-min

Ini semacam komunitas perkusi. Mereka memadukan suara pukulan ember, galon, dan lainnya untuk menciptakan irama. Bagus lho kalau denger langsung

DSCF6626-min

Valak. Make-upnya oke. Kemarin ini jadi salah satu cosplay yang digandrungi karena selain mirip, actingnya juga mantep. Coba liat tuh gaya menerkam doi. Btw kenapa di foto ini saya malah fokus ke orang baju kuning atasnya yah 😂

IMG_6525

Beberapa orang yang datang ke CFD dengan niat tulus berolahraga. Kelompok ini yang saya sebut “golongan murni”. Ngomong2 di sini kita dapat menemukan berbagai macam jenis olahraga lho. Dari sepedaan, bola kaki, sampai yoga

Yah, yang namanya pasar kaget, di hari-hari biasa di sana tidak ada kerumunan pedagang. Seluruh pedagang di sana pun memiliki mobilitas tinggi alias gampang berpindah-pindah alias dagangannya banyak yang digelar di tikar. Di CFD juga banyak pedagang makanan baik makanan berat maupun ringan. Sesekali saya mencoba memamerkan makanan khas Jakarta seperti Kerak Telor, Roti Maryam, sampai minuman sari lontar yang ternyata semua pernah Kak Ikha rasa. Lebih parah, buah lontar bahkan juga ada di tempat asal Kak Ikha. Duh. Beruntung Dodol Betawi itu belum pernah ia rasakan

File_000

Lapak yang mengundang decak kagum saya karena nama toko yang mereka pakai. Sungguh berani

Jalan-jalan kami tentu saja dibarengi dengan obrolan ringan. Ternyata, dibalik tubuh kecilnya, Kak Ikha punya hobi yang jauh lebih besar. Hobi naik gunung. Laki banget kan? Kak Ikha sudah berkali-kali naik turun Semeru dan besar kemungkinan banyak puncak lain yang sudah dicapai. Fakta ini seakan mempertanyakan kapasitas laki-laki saya gara-gara baru naik gunung sekali -_-

Sembari merobohkan diri di pinggiran Bundaran HI, kami mengamati kondisi jalan yang semakin melompong. Hari sudah menjejak siang. Dengan terik seperti itu, tak banyak yang masih berjalan-jalan di kawasan CFD. Jam berlakunya CFD pun sebentar lagi usai. Kami sendiri berkeputusan duduk di bawah naungan pohon, menikmati dodol betawi (saya suka sekali dodol betawi huhu), dan kembali bercerita. Saya menceritakan kehidupan mahasiswa saya yang tak seperti kebanyakan mahasiswa pada umumnya sedangkan Kak Ikha serta Kak April bercerita rutinitas kerja mereka. Misalnya tentang Kak April yang pernah menikmati sepinya Jakarta kala lebaran karena waktu libur yang singkat dan cerita Kak Ikha yang bekerja di luar bidang studinya semasa kuliah dulu. Yah, sedikit banyak saya belajar profesionalisme dunia kerja berdasarkan cerita mereka. Ini yang saya suka saat mengobrol dengan seseorang. Banyak yang bisa kita ambil. Jadikan itu pengalaman lalu itu akan membentuk cara pandang baru. Dan cara pandang baru akan membuat kita semakin bijak

IMG_6543

Tau lah ya mana yang Kak Ikha, Kak April, dan yang ganteng.

Bersama naiknya matahari, kami pun memutuskan untuk berpisah. Kereta Kak Ikha akan berangkat hari itu juga jam 2 siang. Memang tak ada waktu lama untuk hari terakhirnya di Jakarta ini. Syedih.

Terima kasih Kak Ikha sudah menyempatkan bertemu! Sukses terus cita dan cintanya. Sering-sering pulang kampung. Dan pertimbangkan juga buat ngirim undangannya ke Jakarta juga! HA HA!

Advertisements

57 comments

  1. Ah, pantesan nunggu lama. Saya baru tahu kalau kamu jalannya sambil foto-foto gitu. 😅

    Btw, belum banyak puncak. Baru Semeru dan Merbabu saja. Lainnya belom, saya ada temen cowok di Jakarta yang hobby muncak. Kalau mau nanti bisa saya kenalin 😁

    Ah, Seruuu cara ceritamu Mas. Ciri khas banget..saya berasa jadi artis disini. Artis duyung. Hahaha

    Liked by 1 person

    1. Biar nyambil foto2, jalan tetep terus kok. Cuma ya agak belok-belok dikit buat foto wkwk

      Oh begitu kah? Syukurlah. Mungkin ada bagusnya bisa kenalan mengingat waktu saya di Jakarta tinggal sedikit 😂

      Liked by 1 person

      1. Nah, belok-beloknya ini yang bikin molor..wkwkwk.

        Bulan kemaren dia habis ngajak aku ke Ciremai atau Cikurai ya. Tp aku ga bisa. Papandayan juga, tp cuma ajakan karena akhirnya ga jadi berangkat.
        Nanti kalau ngajak lagi atau dia ada niatan lagi, kalian tak kenalin deh. Tinggalnya di Bogor tp deket kan sama Jakarta.

        Liked by 1 person

      2. Boleh. Semoga bisa tergantung jadwal libur kalau aku …

        main bareng gt ya sebelum Mas Fadel ga di Jakarta 🙌

        Like

  2. Akhirnya ada foto Kak Fadel yang jelas hihi. Sok sokan jadi ourgate di kota rantau ya kak? hahaha btw, Minggu kemarin aku juga ke Jakarta lho kak! Dan aku setuju bgt sama paragrafnya kak Fade yang “Bukannya Jakarta tak punya tempat jalan-jalan…” haha

    Liked by 1 person

    1. Selama ini nggak berusaha menyembunyikan diri kok zah haha. Tinggal kamu nih. Foto terakhir yang ada kamunya seingatku yang di Jogja itu. Itupun gelap karena malem 😂

      Nah loh. Nggak bilang2 main ke Jakarta -_- Nanti aku ke Semarang bilang2 kamu deh. Jakarta emang paling asyik dijadiin tempat jalan2 kalau lagi ada acara tertentu. Banyak event nasional yang biasanya cuma dilaksanain di ibukota

      Liked by 1 person

      1. Kan.. Penafsiranmu itu lho za
        Padahal nggak ada sama sekali niatan menyombongkan diri, dan dari segi tata bahasa disesuaikan sedemikian rupa agar tidak jemawa -,-

        Liked by 2 people

      2. haha, lebih banyak foto itu menipu lho kak! Yuk ah gas aja sini mainSemarangg, biar ku bawa keliling sama Mbak Hajar 😀 Eh, apa perlu kita aja nih yang ke Jakarta? haha

        Like

    1. Bukannya Bang Ical jua sering kopdar sama Tia 😂

      Alhamdulillah saya diberi kesempatan bertatap muka dengan kawan2 bloger kita bang. Bang Ical juga bisa kok. Sebagai informasi, kopdar2 saya mulainya karena kebetulan alias nyambil.

      Liked by 1 person

      1. Nah.. Tawaran menarik tuh. Asal Tianya nggak dibikin ngambek aja akhirnya wkwk. Eh kalau ngambek seru juga ding..

        Bisa-bisa. Sama anggota KCB yang lain juga bang kalau boleh. Saya penasaran sama Bunga yang suka memulai tabuhan flatulensi di KCB 😂😂😂

        Liked by 1 person

    1. Masa’ sih serem kak haha. Di sini terkadang banyak Ondel-ondel yang keliaran di siang sampai sore hari. Kasihan kan orang yang ketakutan kalau ondel-ondelnya keseringan menebar teror 😂

      Kalau dibikin roadshow gitu susah dong bedainnya dengan konser dangdutan kak. Pindah2 mulu 😂

      Liked by 1 person

  3. jadi Kak April lahir di bulan, apa, bang?
    .
    kalian gak makan bareng? kak ikha gak kamu traktir, bang? nanti dia makin imut imut kalau kurang makan.
    .
    pas pembagian daging, kamu dateng dua kali ya bang, jatah kak ikha kamu ambil, jadi deh gitu….
    #apasihau

    Like

    1. 😂😂😂 Entahlah dhin. Tak berani menebak, takut salah…
      .
      Sayangnya kami cuma ngemil bareng, ngunyah2 dodol itu. Kak Ikha udah kenyan makan lontong sayur katanya. Lagian kalau makin imut2 itu bukannya makin baik
      .
      Siap. Selama kupon masih tersedia. Kadang aku nggak ngerti lagi ngomong apa -“

      Liked by 1 person

  4. MAU DONG DIAJAK BERWISATA DI KEMACETAN JAKARTA SEPERTINYA ASYIK SEKALI UHUY! 😑
    Alhamdulillah yah jemawanya udah diselesaikan. Sukses membuatku penasaran sama rasanya dodol betawi 😑
    Btw ngakak banget di foto yang (((DUNIA KOLOR))) 😂😂😂
    Itu tolong dijelaskan di foto terakhir yang ganteng yang lagi jadi patung itu kan ya kak? *iya*

    Liked by 1 person

    1. Uhuy! Emang spontan za wkwk..

      Enak banget lho dodol betawi. Bentuk dodol, warna dodol, rasa dodol, eh tapi teksturnya marshmallow. Paling enak dimakan di samping ondel-ondel supaya Jakartanya makin berasa

      Saat pertama kali melihat plang nama dagangan itu, dunia serasa berhenti za. Ternyata ada dunia lain dari yang selama ini aku jalani. Tentang foto terakhir itu jawaban Anda kurang beruntung. Coba beli ale-alenya lagiii

      Liked by 2 people

  5. Waah akhirnya release juga cerita kopdar dari raja kopdar 😄 kamu jangan out dr Jakarta dulu Del, aku belum ke Jakarta. Nanti yang ngajakin kopdar siapa? 😱

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s