Meidioxide

Oke. Jadi saya pernah mendengar ada yang bilang “Ah, zaman sekarang mau jadi artis gampang. Siapa aja bisa. Nggak perlu bakat dan yang penting modal nggak tau malu aja. Beda dengan dulu. Kalau dulu cuma orang punya skill yang bisa terkenal. Jadi bukan orang sembarangan.”

Sebenarnya tak persis seperti itu. Perkataan di atas lebih mirip ke nyinyiran ibu rumah tangga sepertinya ya, tetapi dapatlah sekiranya digambarkan seperti itu. Ada orang-orang yang beranggapan bahwa menjadi terkenal sekarang bisa hanya dengan modal dengkul. Hmm… bagaimana ya. Namanya juga perkembangan zaman. Pertukaran informasi sekarang jauh lebih intens dan mudah ketimbang dua dekade lalu. Semuanya berterima kasih pada internet. Nah kembali ke tadi, menurut saya adanya internet ini tidak berarti menjadikan orang-orang yang bermodal dengkul dapat serta merta terkenal. Saya lebih beranggapan internet membuka pintu lebih lebar dalam menemukan orang-orang dengan berbakat, yang zaman dulu hanya dapat ditemukan lewat TV atau radio

Salah satu orang yang ditemukan internet itu adalah teman saya sendiri. Meidioxide

17333769_1142853822507911_924063699793084416_n

Tulisan kali ini adalah tribute untuk teman saya satu ini. Dialah orangnya, yang terpampang dalam foto di atas. Wkwk… ekspresimu itu lho mei.

Namanya Meidio, teman satu kampus di STIS. Selain mengekspresikan diri lewat SPSS (semoga saja ada yang mengingat trauma mendengar kata ini), ia juga mencurahkan minatnya di bidang tarik suara alias doi doyan nyanyi. Dan nggak main-main, ia telah mengeluarkan CD mini album lhooo. Enam lagu dan ke semuanya ciptaan plus aransemen sendiri. W to the O to the W —> TOP!

Selagi bernyanyi, Meidio berubah nama menjadi Meidioxide. Lalu mengapa ada tambahan senyawa oksida di belakang namanya? Simpel. Karena senyawa oksida itu sangat penting bagi kehidupan (Meidio, 2017) Yak. Begitulah. Siapa yang tidak butuh oksigen heuheu

Meidio punya karakter suara pop yang khas. Dapat terdengar jelas dari banyak cover yang ia lakukan, yang kebanyakan lagu pop. Kayaknya satu angkatan sekolah udah bisa nebak siapa penyanyinya begitu doi menyanyikan kata pertama dari sebuah lagu. Selain itu Meidio juga pintar mengaransemen lagu yang sesuai dengan karakter pop yang dimiliki suaranya. Nggak tau deh. Rasanya masuk aja itu suara dalam lagu-lagunya. Untuk nulis ini saya jadi overdosis denger Meidioxide (bahkan lagi dengerin sekarang) dan rasanya jadi kembali ke masa lalu, saat pertama kali mendengar Ungu. Punya vibe yang mirip-miriplah sama band satu itu

Satu yang saya anggap kurang dari lagu ciptaannya adalah dari segi lirik. Menurut saya masih terlalu klise. Feel yang coba ditonjolkan sudah dapat dikecap. Namun efeknya kurang kuat. Mungkin karena media kata-katanya yang perlu dieksplor lagi supaya bisa lebih mengena dan punya karakter lebih unik.

Kadang saya nggak habis pikir aja bagaimana doi ngatur waktu di sela rutinitas kampus dan hobinya. Lah, yang mau jaga konsistensi nulis blog gini aja kadang sulit. Meidio malahan aransemen lagu. Setahu saya umumnya nulis lagu plus nentuin melodi yang klop itu lebih lama daripada nulis artikel. Artikel nggak dinyanyiin, nggak dibaca sambil main gitar atau ngedrum, pun nggak kita rekam suara pembacaan artikel kita di sound recorder. Semangat yang seperti Meidio yang perlu ditiru banyak mahasiswa. Supaya tetap ngejar hobi di luar aktivitas akademik kampus. Bakal lebih simpel sih kalau akademik itu jadi hobi juga -_-

Nah. Bagi yang suka denger2 lagu indie sambil eksplorasi musik asli anak bangsa, karya Meidio ini bisa jadi alternatif bagus. Tuh di atas ada soundcloud dari mini albumnya yang saya sebut tadi. Lagu favorit pribadi saya: Belum Saatnya Kita Menyerah. Kalau diliat baik-baik ternyata masing-masing lagunya udah dimainkan seenggaknya 1000 kali. Ternyata doi jauh lebih terkenal dari yang saya kira -_-

Yah, saya harus bilang kalau orang2 seperti Meidio ini nggak banyak. Orang-orang yang serius untuk menjalankan hobinya. Mungkin bukan lewat jalan karier, tapi dengan meneriakkan pada dunia tentang apa yang kita lakukan adalah tindakan berani sekaligus membahagiakan. Dan banyak diketahui keberanian yang berasal dari rasa bahagia menekuni hobi ini bernilai mahal.

Ingin kenal lebih dekat dengan Meidioxide? Nih pantengin akun medsos doi:
Instagram: Meidioxide
Youtube: Meidioxide 

Nah, begitulah. Rasanya tak lengkap ya kalau cuma mengenal Meidioxide ini. Saya membaca nama mfadel juga di halaman ini. Hmm… Siapa itu mfadel? Ingin lebih dekat dengan mfadel? Apakah timbul perasaan kepo yang berkecamuk dalam dada untuk mengenal siapa penulis tulisan ini? Klik tombol Tentang yang ada di atas, atau klik kata Tentang yang berwarna agak lain ini.

Selamat menikmati!

Advertisements

30 comments

    1. Tak mengapa bang. Saya sendiri sudah menahun menjadi pemerhati musik dan berani-beraninya berpendapat musik ini bagus/jelek. Padahal metik gitar aja masih gemeteran 😂

      Liked by 1 person

  1. Wah kenal artis dong ini ceritanya. Jangan lupa minta tanda tangannya, siapa tahu di masa depan bisa dijual ke penggemarnya wkwkw. .. .

    Like

    1. Wah, jalur karier kami sepertinya tidak memberikan jalan untuk menjadi artis bang wkwk. Yah, tapi saya bakal senang kalau teman saya ini bisa jadi terkenal karena bakatnya

      Like

  2. Mendengar suara dan alunan musiknya mengingatkan pada seseorang tapi lupa siapa ya, pokoknya mirip tipe suaranya, indie juga 😂
    Favoritku sih yang jalan-jalan, reffnya asyik :3

    [WARNING] Jangan di klik Tentang yang berwarna biru, lebih baik nikmati musik-musiknya Meidioxide saja 😂😂😂

    Liked by 1 person

    1. Itu diaaa. Aku juga stop menulis ini sambil melamun gara2 mikir identik dengan suara siapa yaa 😂

      [WARNING] Belakangan beredar penipuan berkedok warning tak beralasan oleh oknum tak bertanggung jawab. Jangan percaya

      Liked by 2 people

      1. Ah pokoknya mirip persis suaranya sama genre musiknya 😂😂😂
        [WARNING] Penipuan berkedok warning itu sebenarnya beralasan demi kebaikan pembaca atau netizen yang budiman agar tidak diterpa oleh narsisme yang berlebihan dari pemilik blog ini

        Liked by 1 person

      2. Derajat narsismeku berlebihan dalam batas wajar ya, sepertinya hmm

        Hey.. Dari sekian banyak orang kenapa kamu yang bilang orang lain narsis wkwk. Nggak terima aku za 😂

        Liked by 1 person

      3. Awwwwwwfadel naik kuda pakai topeng maling. Aku ndak bisa bayangin 😂
        Terus gimana terimanya deh kak gimana? Biar jelas nih ada komunikasi dua arahnya wkwkwk 😂

        Like

      4. Yasalam, udah narsis, anarkis pula, kurang kurang apa coba aku kak dimatamu 😢😢😢
        Ehiya logikanya bener juga sih, tapi buatku sedih 😂

        Like

      1. Oohhh jadi ini kepo level naga. Tapi saya sudah pernah buka. Masih inget daerah asalnya juga😛. Ah, nanti saya tingkatkan level kepo saya biar tahu lainnya. Jadi kepo level.. apa ya yang lbh tinggi dr Naga Mas Fadel ?

        Like

      2. Mas Fadel.. akhirnya kamu apal asal usulku..trimakasih putra Batam.
        Kepo level setan ya
        Ok. Dicatet.😂😂😂

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s