Pagi Cerah yang Didoakan Terus Cerah, Setidaknya Sampai Hari Ini

Hari ini cuaca cerah. Tidur tadi malam terasa sangat cukup sampai-sampai saya yang membangunkan alarm. Kuliah hari ini pun ditiadakan, suatu kelegaan bagi tiap mahasiswa yang malas. Maka apalagi yang tidak bisa disyukuri?

Saya amat mencintai pagi yang cerah. Tak ada cara yang lebih menyenangkan untuk memulai hari selain menghirup udara subuh dan merasakan sengatan matahari pagi yang hangat.

Terlebih, ini april. Saya senang hari ini masih april. Layaknya april tahun lalu dan april tahun lalunya lagi, matahari di sini begitu sopan mencurahkan sinarnya. Ia tak mau terlalu kegirangan bersinar hingga kucing-kucing menjadi gelisah atau menjadi terlalu redup sampai membuat ibu rumah tangga kebingungan. Hujan pun seperti bersepakat dengan matahari. Ia juga mengambil sikap hati-hati agar tak terlalu senang turun berlama-lama dan tetap sesekali turun demi memberi minum dedaunan.

Dan yah, ada satu hal lain yang layak disyukuri apabila sepanjang hari ini cerah, yaitu karena hari ini berlangsung Pilkada DKI 2017 putaran kedua. Apabila hari cerah, sedikit banyak itu akan memudahkan para pemilih untuk keluar rumah dan menuangkan pemikirannya akan pemimpin Jakarta yang ideal. Hari yang menentukan untuk beberapa tahun ke depan.

Sewaktu saya pulang dari acara STIS Mengajar tadi malam, selalu ada keramaian di tiap tenda TPS. Bapak-bapak dengan baju kokonya tampak sumringah berkumpul sambil berdiskusi ringan. Diskusi ringan itu selalu disisipi candaan tiap sela kalimat mereka dan selalu ada gelak tawa yang keras khas Betawi. Tentu mafhum kalau candaan tersebut kental akan rasa politik. Lalu terkadang mereka juga diam serius saat Bapak A menyatakan teori konspirasinya, ditambahi persetujuan dari Bapak B, dan akhirnya diamini oleh anggukan Bapak C, Bapak D, dan Bapak E. Ada pula Bapak F yang hanya ikut-ikutan mengangguk walau tak mengerti apa-apa. Hmm.. yah, bukankah selalu ada orang seperti Bapak F di tiap diskusi?

Lalu semakin jauh melangkah, saya juga berpapasan dengan sekumpulan bapak-bapak tegap nan gagah berseragam polisi. Bersama mereka ada tumpukan kotak silver dengan stiker burung garuda plus latar belakang merah-putih. Saya cukup yakin kalau itu adalah kertas suara pemilihan dan polisi-polisi yang ada di situ bertugas memastikan semua kertas itu tidak bernoda apapun seperti awalnya. Walaupun kecil kemungkinan, tindakan pengawasan terjadinya kecurangan di malam sebelum pemilihan memang patut diwaspadai. Tindakan kewaspadaan itu menjadi lebih serius ketika tak lama kemudian beberapa tentara ikut bergabung ke kerumunan polisi. Semoga keberadaan polisi dan tentara itu mampu menguatkan diri mereka melawan malam.

Penduduk Jakarta sangat peduli dengan pemimpinnya. Secara keseluruhan mereka mampu menjadi satu demi urusan politik seserius ini, satu yang tidak begitu tampak di daerah asal saya. Pesta demokrasi seperti pilkada bisa jadi semeriah pesta malam tahun baru. Jalanan begitu ramai. Ke mana pun kita melangkah hari ini, dipastikan akan berujung pada tenda Tempat Pemungutan Suara. Bahkan kosan saya diapit oleh dua TPS, TPS nomor 39 dan 41. Saya jadi mesti mencari rute baru untuk ke warteg pagi ini. Ah atau bisa juga berdandan dulu pagi-pagi sebelum permisi sana-sini melintasi susunan pengawas pilkada dan juga kotak-kotak silver tempat pungutan suara di bawah tenda

Salah satu antusiasme pilkada yang telah saya perhatikan sejak beberapa hari yang lalu adalah tenda TPS yang tiang-tiangnya sudah diberdirikan sejak tanggal 17 April. Padahal itu masih H-2, namun barangkali karena ingin mempersiapkan banyak hal lain, tenda-tenda itu sudah mulai dibangun. Kesigapan dalam bentuk infrastruktur ini saya tangkap sebagai antusiasme penduduk Jakarta yang besar akan pilkada.

Antusiasme juga terpampang jelas pada spanduk-spanduk dan pamflet yang dapat terlihat jelas di setiap sudut jalan. Ke semua ornamen demokrasi itu berisikan materi yang sama. Kalau tidak nomor 2, ya nomor 3. Lalu bersama kedua nomor itu bersanding foto dari para petarung yang berusaha saling senggol untuk memperebutkan kursi Jakarta 1. Masing-masing memiliki slogan dan kalimat persuasif unggulan yang siap dijadikan senjata untuk mendobrak ke dalam hati rakyat. Apa yang diupayakan para petarung bernomor itu begitu maksimal sehingga sulit bagi penduduk Jakarta untuk tidak condong ke salah satu kubu, bahkan untuk saya yang sejatinya bukan pemilih. Walau bagaimanapun, segala ikhtiar-problematika-intrik yang terjadi selama masa kampanye itu telah lewat. Dan sekarang kita berada pada pagi di mana semua ini akan ditentukan

 

Saya amat senang pagi ini masih diberi hidup. Tidur saya cukup, hari ini cerah, hari ini tidak kuliah. Hari ini juga berlangsung pilkada DKI Jakarta sehingga saya bisa menjadi saksi langsung apakah titik ini jadi titik kebangkitan atau malah kebangkrutan ibukota. Maka apa lagi yang tidak bisa disyukuri?

 

Advertisements

20 comments

    1. Iya donkss.. Salah satu privileges tinggal di Jakarta. Kalau pilkada Jateng atau Semarang pasti nggak libur kan heuheu *nyengir ala-ala syaithan

      Iya ya. Bisa jadi pawang hujan seluruh Jakarta menyatukan kekuatan sampe2 efeknya makin berasaa, sekarang di sini panas bet

      Liked by 1 person

      1. Padahal KTP-nya bukan orang Jakarta. Dan temen-temenku yang asli Jakarta nggak balik karena ada kuliah #irony xD
        Eh enak aja, ikut libur doong, tapi nanti satu tahun lagi kak, wkwkwk -_-

        Liked by 1 person

  1. Kayak nonton film, baca tulisan ini. Semua keributan hanya terlihat, tapi tidak terdengar. Hanya kedengaran soundtrack piano berdenting di nada minor-mayor pelan-pelan, dan Bang Fadel pemerannya, sedang berjalan mengamati itu semua. Disertai satu senyum kecil, Bang Fadel meninggalkan semua kebisingan itu, dan soundtrak berubah menjadi gitar yang ceria dan bersemangat khas pagi.

    😅😅😅

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s