Beruang, Kecoak, dan Gagak

Tersebutlah Beruang yang tidak bisa bahasa beruang. Ia hidup menyendiri, jauh, jauh, jauh di dalam hutan karena ketakbisaan itu. Kawanan beruang lain mengacuhkannya. Sebenarnya Beruang mengerti apa yang beruang lain katakan, hanya saja ia tidak bisa berbicara bahasa beruang. Akibatnya, ia tak pernah melakukan komunikasi sesama beruang. Kawanan beruang lain pun menganggap Beruang cacat mental. Tak ada beruang yang mau berkawan dengan Beruang.

Meski begitu, Beruang memiliki satu teman yang tinggal serumah dengannya. Namanya Kecoak, seekor kecoak. Kecoak adalah kecoak jantan. Diam-diam ia jatuh cinta pada Beruang karena sudah terlalu lama tinggal serumah dengannya dan mengira Beruang adalah betina. Kecoak tidak tahu bahwa sebenarnya Beruang itu jantan. Sama seperti yang lain, meskipun mengerti bahasa beruang, Kecoak tidak mengerti apa yang Beruang katakan. Tetapi cinta menafsirkan segalanya bagi Kecoak

Suatu ketika Beruang hendak pergi ke kota untuk membayar rekening listrik. Di tengah jalan, ia menemukan seekor burung gagak yang tergeletak di samping pohon. Beruang yang berhati bersih segera menghampiri Gagak, namun tidak ada respons sama sekali. Beruang akhirnya tahu bahwa Gagak pingsan. Ia pun membatalkan niatnya membayar rekening listrik dan bertolak balik ke rumah sambil membawa Gagak pingsan di lengannya

Sesampai di rumah, Kecoak bertanya pada Beruang dalam bahasa beruang mengapa cepat sekali, tetapi tak ada jawaban dari Beruang. Yang Kecoak lihat cuma burung gagak yang entah kenapa tertidur dibopong Beruang. Beruang kemudian meminta tolong ke Kecoak agar membelikannya parasetamol di warung tepi hutan. Jaraknya cukup jauh, tetapi jika Kecoak terbang, jarak itu bisa ia tempuh selama 15 menit pulang pergi. Tetapi kali ini Kecoak yang mengandalkan cinta dalam menafsirkan perkataan Beruang salah tafsir. Ia mengira Beruang ingin memakan burung gagak tersebut dan meminta tolong ke Kecoak untuk membelikan saos sambal di warung. Awalnya Kecoak enggan karena uangnya sendiri tinggal sedikit. Namun apalah yang tidak dilakukan seseorang demi cinta? Kecoak pun terbang ke warung.

Gagak kemudian terbangun. Ia kaget karena berada di kamar yang tidak ia kenali. Sementara itu, Beruang yang sedari tadi menyiapkan kompresan ikut kaget ketika melihat ekspresi kaget Gagak. Beruang segera menghampiri Gagak yang terlihat takut-takut padanya

“Tenang saja, hari ini aku puasa. Sekalipun tidak puasa, aku tidak makan burung gagak.” kata Beruang

Gagak tersentak karena Beruang berbicara bahasa gagak. Ia pernah bertemu burung gereja yang berbicara bahasa gagak, namun baru kali ini ia mendengarnya dari seekor beruang, meski suaranya jauh lebih berat. Beruang sebenarnya, sejak pertama kali melihat Gagak tergeletak di tengah hutan, jatuh cinta kepadanya. Dan untungnya Gagak seekor betina. Jenis kelamin mereka cocok

Beruang tidak mengerti apa yang Gagak katakan, tetapi ia yakin itu adalah bahasa gagak. Sungguh Beruang begitu ingin untuk sekedar mengucapkan kata ‘halo’ pada Gagak sambil harap-harap cemas menunggu balasan ‘halo juga’ dari paruh manis Si Gagak. Ia pun bertekad akan ikut kursus bahasa gagak tanpa menyadari sebenarnya ia sudah berbicara bahasa gagak. Ia hanya tidak mengerti…

TAMAT


Yak, selesai. Mohon maaf. Saya terbangun di tengah mimpi absurd itu. Saya bahkan nggak bisa menggolongkannya sebagai mimpi buruk atau baik

Entah apa yang berikutnya terjadi seandainya alarm tidak membangunkan saya. Barangkali ada nanar cemburu dari Kecoak saat dia pulang sambil menenteng saos sambal, lalu diam-diam meracuni Si Gagak pakai obat nyamuk bakar yang ditumbuk halus. Atau mungkin juga akan timbul cinta segitiga saat ternyata Gagak jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Si Kecoak, kemudian membuat puisi dalam bahasa gagak untuk Kecoak yang membuat Beruang cemburu setengah mati dan akhirnya bunuh diri dengan cara tahan napas.

Yang saya tidak mengerti, mengapa Beruang tidak ambil kursus bahasa beruang sejak awal? Seandainya ia kursus, pasti semua ini tak akan terjadi.

Dan terima kasih sudah membaca. Senang akhirnya bisa ngepost lagi. Setidaknya post ini menandakan kembalinya saya di blog setelah sekian hari tak ada postingan. Satu fabel mengawali februari, satu absurdisme memulai kembali

Advertisements

44 comments

  1. eahhhh Fadel menulis lagi….

    itu Beruangnya kaya aku ya? suka bayar tagihan listrik gitu…

    Biaya kursus mahal Del,,, nggak bisa pake kartu BPJS *ehh ini komen apa

    Liked by 1 person

    1. Wkwkwk… ketemu Mbak Mo lagi deh, dan segala jalan pikirnya yang nggak bakal bisa ketebak…
      Pasti Mbak Mo sudah terbiasa menunggu dong ya, baik itu hal yang pasti seperti nomor antrian bayar listrik, atau yang satu lagi, yang tak kunjung pasti… *huft* *nyaritemencurhat*

      Like

      1. maklum, jalan pikirannya udah kaya rimba… hahaha

        iya nih nunggu terus. asal nggak nunggu punya orang aja. ninggu punya sendiri nggak masalah…

        Liked by 1 person

      2. Oh ya? Entah kenapa aku punya feeling buat mendoakan kesehatan mbak mo.. Dahsyat sekali.. Syafakillah mbak. Lekas sembuh, tidak kambuh-kambuh 😊

        Like

    1. Nah, ada yang kecantol dengan film sepertinya hehe. Kalau cerita di atas dibikin versi musikalnya seru juga kali ya

      Ngomong2 itu usernamemu unik juga. Bisa dibolak-balik jadi nama laki-laki atau perempuan 😀

      Liked by 1 person

      1. Hahaha. Tapi musikalnya kalau pakai bahasa gagak, lucu juga.
        Yea, sometimes there is a guy in a woman, and the other way around. Human has the two sides them

        Like

      2. Coba klik ke ikon foto profil kita di pojok kanan atas halaman, di sebelah kiri notifikasi (sebelah kiri ikon lonceng), lalu pilih account setting. Coba cek kolom Web Address nya. Kalau belum alamat blog yang sekarang, langsung ganti

        Like

  2. Coba deh del, sebelum kamu kemana mana hari ini, ada baiknya kamu buka Youtube dulu.
    Cari video klip dari Ylvis – Languange of Love. Mungkin penulis lagunya terinspirasi dari mimpi semacam yang kamu alami.

    Skenario 2, kalau kamu dah tahu lagu tersebut. Maka selamat, selamat memaknai lagu (yang faedahnya ahsudahlah) itu kembali.

    Like

    1. Persis rek 😂😂
      Baru pertama kali nonton btw. Mungkin kalau aku nonton sebelumnya, aku bakal tetep bikin yang absurd kayak gini. Sebelumnya aku cuma tau ylvis via what does the fox say. Ternyata lagu doi banyak ya. Semua koplak 😂😂😂 Dan aku masih bertanya mengapa mimpi bisa sebegitu imajiner

      Welcome back, masizz ✨✨✨

      Like

  3. Ckck, dari fabel bisa jadi kisah cinta segibanyak. Bisa banget dirimu Mas, mantaplah tulisan ini. Yah mudah-mudahan akurlah mereka. Paling tidak si kecoa sempat khawatir akan sesuatu yang salah (beruang memakan gagak) jadi mudah-mudahan dia tidak kenapa-napa kalau melihat beruang dan gagak bersama (eh ini komentar macam apa sih, haha).

    Liked by 1 person

    1. Tuh kan, kita sepikiran –”
      Aku juga heran nu. Seandainya ia kursus duluan pasti nggak jadi ribet. Sayang tidurku belum cukup panjang tuk mengecek apa kursus bahasa beruangnya buka atau nggak 😕

      Liked by 1 person

      1. Sakit perut 😂
        Imajinasiku nggak nyampe situ nu. Yang cuma kutau Beruang hidup sebatang kara. Nggak tau deh Kecoak dan Gagak. Doa aja deh supaya mimpinya bisa nyambung malem ini. Semua yang mengambang dan menggantung memang tidak nyaman –“

        Like

      2. Amin, cm aku suka gk tega baca sm ngebayanginya, klo beruangny terus sendirian, klo dy sakit sp yg bkal ngerawat klo tb-tb si kecoanya pergi, trus ntr dy kesepian gk ada yg d ajk ngomng, kan gk ada tmen yg bisa d ajk berbagi suka duka itu ga enak del 😢

        Like

  4. “Pergi ke apotek untuk membeli paracetamol”
    *tertawa terbahak-bahak*
    Duh kak, fabelnya bikin kesel, makasih lhoiya

    Btw, mengingat kak Fadel mimpi absurd, mimpiku semalam juga nggak kalah absurd. Aku mimpi aku lagi ngeden sambil melahirkan. Mana aku nangis lagi. Itu pertanda apa ya kak? 😂

    Liked by 1 person

    1. Wkwkwk.. kurang absurd itu mah 😂😂😂

      Seandainya aku menguasai ilmu tafsir mimpi za, aku akan bilang: mungkin kamu sudah disuruh segera menjadi ibu. Atau mungkin tak lama lagi kamu akan merasakan sembelit hebat sampai2 ngeden nangis. Atau juga nanti kamu akan diberkahi kebahagiaan tak terkira yang datangnya entah dari mana…

      tapi nyatanya tidak seperti itu. jadi abaikan saja, hahaha

      Liked by 1 person

  5. Wkwkwkk.. asli ngakak baca ceritamu ini. Btw, kecoa nggak takut ke injek beruang ya? Trus kecoa sudah lama serumah dengan beruang bisa bisanya gak tau Kalo mereka sejenis #hahaha aneh juga sudah lama serumah masih nggak kenal bahasa masing masing. Kok ya, obat jadi saos. Mr kecoak bisa salah tafsir gitu ya? Katanya cinta…#hahaha

    Like

    1. Hahahaha.. barangkali karena Kecoak adalah bangsa yang gesit, jadi jangankan nggak sengaja, mau sengaja injek aja perlu strategi jitu. Lalu tentang jenis kelamin, saya rasa Si Kecoak nggak tahu karena dia adalah kecoak (nggak menjawab ya -_-), nggak begitu paham anatomi tubuh beruang. Selama ini ia cuma tahu beruang itu jantan atau betina setelah ngobrol. Ditambah lagi suara jantan dan betina beruang mirip2. Berhubung mereka nggak bisa ngobrol, miskonsepsi fatal pun terjadi huhuhu

      Saya sendiri takut terlalu mengandalkan cinta. Bisa-bisa salah tafsir seperti Kecoa -_- Bahasa cinta paling efektif memang cuma komunikasi #itu

      Oh ya, makasih udah baca ya Ka Sarah 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s