Kopdar Bersama Unknown Person alias azizatoen.wordpress.com

Aahh.. entah kapan terakhir kali saya menulis. Oh ya, sejak di kereta saat itu, kereta yang kurang ajar terangnya hingga nggak bisa tidur sampai jam 3 pagi, sambil melaju di atas rel meninggalkan Semarang -_-

Ya. Dua hari saya di Semarang beberapa hari silam teramat berkesan untuk saya. Banyak yang saya lakukan di bawah terik matahari sana. Dua hari yang saya rasakan di sana berasa dua minggu mungkin (lebhaay mode: ON)

Lalu juga karena sebenarnya sudah ada yang menulis kejadian serupa tentang pengalaman saya kemarin, tak ada salahnya untuk mampir ke blognya Unknown Person (bisa diklik lhoo) milik Azizatoen. Seseorang yang ngakunya misterius dan jelas tersurat di nama blognya. Di sana tertulis selengkap-lengkapnya kegiatan plus pengalaman saya di Semarang lewat sudut pandang orang misterius satu itu. Dan yang saya maksud dengan ‘selengkap-lengkapnya’ adalah benar-benar lengkap, sampai kata-kata dari mulut saya yang bahkan saya sendiri nggak ingat. Saya curiga dia merekam segala percakapan saya waktu itu. Mungkin ada tape recorder di balik lengan kemeja biru yang ia kenakan. Mengerikan sekali

Alkisah tulisan kali ini akan melanjutkan cerita yang disampaikan Azizatoen atau Ziza atau Atun…

Oh ya sebelum itu izinkan saya memberikan impresi pertama saya atas kopdar edisi perdana ini. Pergi ke kota yang sama sekali asing tak menyurutkan saya mendatangi Semarang. Alasannya tak lain tak bukan karena ada teman dekat saya, Adrian (yang diceritakan oleh Ziza tanpa nama dan ini diprotes Adrian) dan juga Ziza. Namun seperti yang telah saya perkirakan. Hanya bermodalkan teman yang sudah lama tak bertemu dan teman yang belum pernah bertemu sebelumnya memang memicu saya untuk tersesat. Tak mengapa. Toh tersesat adalah konsep dasar dari segala petualangan *quote maksa*

Makanya saya sangat bersyukur ketika akhirnya bertemu Ziza. Setelah 2 jam ngalor-ngidul nggak jelas, dua kali salah naik angkot, menunggu datangnya trans semarang yang seakan menunggu yaumul akhir, bertemu orang yang kita kenal adalah keberkahan tak terkira. Seperti bertemu malaikat mungkin, yang berhelm sambil naik vario dan berpipi bagaikan tahu bulat. Oh bersyukurnya.

Kurang lebih begitu impresi pertama saya tentang unknown person satu itu. Belakangan saya juga tahu kalau suaranya agak-agak mirip Dolphino ‘Dunia Air’ yang medhok dikit. Dara ini juga beberapa kali suka ketawa sendiri. Agak kompleks ya. Satu hal yang pasti, ini anak overdosis baeknya. Sering-sering aja main ke blognya. Ntar juga tahu sendiri

IMG_2113[1].JPG

Salah satu kehebatan Semarang, Air Siap Minum di Tugu Muda yang tak luput dari pengamatan Ziza. Abis puas nyicip, Ziza langsung motret

Oke… Jadi di tulisan Ziza terakhir saya pulang dari Semawis menuju Kos Adrian untuk bermalam di sana. Lokasinya berada di Semarang Atas, Tembalang. Dalam kawasan Universitas Diponegoro tepatnya. Yang saya tidak tahu adalah ternyata jarak Semawis di Semarang Bawah menuju ke sana itu lumayan tidak dekat (hayoo mikir lo). Jarak yang diklaim Ziza dapat membuat bokong seseorang tepos. Tetapi ya mau bagaimana lagi. Menutup hari di kosan Adrian memang pilihan ideal. Tepos-teposlah, saya tidak peduli lagi.

Senang akhirnya dapat main ke tempat Adrian, karena rasa rindu seorang kawan terbayar sudah. Banyak yang kami bicarakan. Saya sendiri sebenarnya ingin banyak berbincang mengenai kawan-kawan lama lainnya sambil membahas kejayaan masa lalu, tetapi sayang saya selalu kalah suara kalau berbincang sama Adrian ini. Sepanjang malam topik kami tidak jauh dari ‘sebenarnya bumi itu datar del!’, konspirasi pejabat kota yang sengaja menelantarkan infrastruktur akibat terkena banjir rob, atau pihak kampus Undip yang ia anggap menyelewengkan kekuasaan. Intinya semua yang masih dalam ranah kontoversi dan konspirasi. Pada akhirnya saya terlelap di tengah konspirasi pejabat kota yang ia ceritakan ulang

Pagi pun datang lagi. Secara resmi ini hari kedua saya di Kota Loenpia. Untuk hari ini jujur saya tidak punya rencana lagi mau ngapain. Rencana saya, Sam Poo Kong akan saya jelajahi di hari kedua ini namun di luar dugaan sudah khatam saya kelilingi kemarin. Tentu harus ada perubahan rencana. Di saat itulah ada bantuan dari si misterius alias unknown person…

img_2222

Entah gimana caranya bedain ini becanda atau bukan

 

Saat itu sama sekali tak ada bayangan kalau tempat ngeliat monyet yang dimaksud adalah… Goa Kreo!

Goa Kreo terletak sangat dekat dengan Waduk Jatibarang dan berada di wilayah dataran tinggi, di jalan yang menuju Gunungpati. Hanya itu yang dapat saya katakan terkait letak geografisnya -_-. Sama dengan yang dikatakan keseriusan Ziza, di Goa Kreo kita bisa melihat monyet. Yang tidak dikatakannya adalah monyetnya ada banyak. Sangat banyak

IMG_2151[1].JPG

Adrian dan Ziza menuruni tangga yang entah kata siapa mirip tembok cina

img_21571

Dilepas begitu aja men

img_21531

Ziza mengambil foto, diyakini dalam hatinya deg-degan

img_21601

Mereka ada di mana-mana. Di jalan, pagar, atas pohon, samping pohon, bawah jembatan, atas jembatan, dekat bebatuan dan juga toilet. Adrian lari sambil teriak melewati dahan yang ini

Ini pertama kalinya saya ngeliat banyak monyet di tempat dan waktu yang bersamaan. Mereka terdiri dari berbagai usia juga. Ada yang sudah bapak-monyet, ibu-monyet, monyet-remaja, dan anak-anak-monyet. Saya sendiri mengambil sikap hati-hati meskipun sebenarnya kagum juga melihat mereka sebebas dan sedekat ini. Lucu ketika melihat monyet-monyet ini yang ternyata pandai minum Coca Cola langsung dari botolnya. Pinter buka sendiri pula. Satu hal yang perlu diperhatikan, manusia yang memberi makanan harus hati-hati. Harus adil dalam membagi atau tidak mereka akan berkelahi. Manusia yang memberi makan bisa juga diikuti sampai mau pulang

Aah..Pada akhirnya mau tak mau kami berpisah dengan monyet-monyet Kreo. Ziza tampak lega, Adrian sedikit bahagia, saya sendiri tak memahami perasaan saya. Yang pasti kami lapar dan langsung cus menuju Semarang Kota untuk makan. Oh ya kami juga menyempatkan singgah ke rumah Ziza demi mengambil sd card kameranya yang masih kecantol di laptopnya. Foto-foto monyet di atas adalah sedikit dari hasil jepretan saya. Sisanya jepretan Ziza semua, mulai. Duh ketauan banget betapa nggak modalnya saya -_-

Sesampainya kami di kota, Bakmi Djawa menjadi pilihan kami. Lagi-lagi memilih kuliner yang asing. Sengaja. Nggak lengkap jalan-jalan tanpa merasakan makanan endemiknya hoho. Setelah kenyang dan ashar, kami bergerak ke Kota Lama. Tempat yang sebenarnya sudah saya kunjungi namun salah waktu. Kemarinnya saya mengunjungi di pagi hari. Keputusan yang salah karena hampir tidak ada apa-apa di sana ketika pagi kecuali bangunan antik. Beda cerita dengan sore hari. Kota Lama menjelma jadi destinasi teramat menarik karena keramaiannya. Pedagang berdatangan, pengunjung mulai keluar sarangnya. Pasar seni antik pun menjadi hidup

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Melihat barang di Pasar Seni. Tak lama kemudian Abang baju kuning ini datang, khawatir kami mengutil tampaknya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Banyak sekali barang2 antik. Kami sedang melihat uang-uang lama

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kacamata antik. Nggak ada beda dengan kacamata sekaran sebenarnya -_-

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tulisannya memang tidak kelihatan, tetapi itu adalah album piringan hitam dari The Bee Gees! Lupa yang judulnya apa

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ada saatnya pose cool harus dilakukan…

img_2062

Gereja Blenduk. Saat ini kalau mau masuk perlu izin terlebih dahulu dengan kepala gereja. Rumah sang kepala gereja persis di belakang Gereja Blenduk (GPIB Immanuel)

Saya sangat mengagumi Pasar Seni Antiknya. Suka aja bisa melihat barang-barang lama. Tugasnya sebagai barang fungsional sudah habis, tetapi nilai estetikanya sebagai antik memancar deras. Benar-benar memikat! Memang minat saya datang ke tempat seperti ini dan baru kali ini kesampaian mendatanginya langsung. Ironinya, saya hampir tak membeli apapun (HA HA!). Saya hanya membeli uang 2 1/2 rupiah seharga 10 ribu. Hmm.. membeli uang pakai uang. Boljug juga

Waktu kami di Kota Lama dihabiskan ngobrol sambil menikmati coklat dingin. Ajaib rasanya. Untuk merasakan euforia terkadang kita memang butuh suatu kota tua, taman asri, serta kawan ngobrol. Itu adalah momen-momen emas yang akan membekas lama di benak saya

Azan maghrib sebentar lagi mengumandang. Kami sepakat untuk segera kembali ke Masjid Kauman tempat kami shalat ashar tadi untuk menunaikan kewajiban maghrib. Setelah maghrib ini, kami sama-sama tahu perjalanan ini akan berakhir. Saya akan menunggu kereta ke Jakarta, Ziza ada peliputan, sedangkan Adrian mendaki lagi ke Semarang Atas menghadiri makrabnya. Ah betapa tidak ikhlasnya saya…

Aneh bin ajaib. Dua hari jalan-jalan tak ada seorangpun yang mengingatkan kami berfoto bareng. Saya dan Ziza sudah memotret pintu-pintu tua Lawang Sewu, keran siap minum Tugu Muda, jalan raya khas Semarang, bahkan monyet-monyet sekalipun! Tetapi tak ada yang ingat untuk foto bersama. Sedihnya.

Alhasil kami berfoto di wilayah Masjid Kauman, ketika hari sudah gelap. Udah ketebak kualitas hasilnya bijimane -_-

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Semut Hitam, Unknown Person, dan Anak-anak yang bergerak sangat cepat

img_2173

Yang ini kualitasnya parah bet. Tapi Si Adrian harus keliatan close-upnya , jadi… bodo amat. heuheu

Ada banyak kata pertama kali dalam tulisan ini karena memang benar banyak pengalaman pertama yang saya rasakan selama di Semarang. Pertama kali main ke Semarang, Pertama kali kopdaran sama bloger lain, pertama kali ketemu orang yang pipinya kayak tahu bulat (kirain cuma mitos), pertama kali makan-makanan asing, pertama kali shalat dalam area klenteng, pertama kali dikelilingi monyet berbagai usia, pertama kali nulis tulisan segini panjang nggak berasa lamanya sebagai bukti betapa menikmatinya saya jalan-jalan kemarin

Lagi-lagi saya ucapkan terima kasih kepada Azizatun yang mau meluangkan waktunya nggak nanggung-nanggung (dua hari full!) sampai-sampai takluk hati ini pada Semarang. Kepadanya pula stigma kalau kopdar itu asyik tiada tara telah terbentuk. Kini percaya saya kalau lewat blog persahabatan erat juga dapat terjalin. Kapan-kapan gantian za 🙂

Kepada Adrian juga sama. Senang bisa ketemu lagi setelah sekian lama dan lebih senang lagi ternyata nggak berubah. Semangat terus ngejar doi, terus beri ‘wejangan’, kalau nyelam jangan lupa ambil udara juga. Dan yang terpenting semoga sehat selalu serta sukses kuliahnya

 

Duh, saya kecanduan kopdaran!

Advertisements

88 comments

      1. Duh… Apa sekasar itu ya. Aku bilang apa itu juga nggak begitu ngerti 😂
        Maap deh. Namanya juga aku, penyakit sok tahu nya nggak kunjung sembuh 😂

        Like

      2. gpp sih sebenernya del, wajar-wajar aja kalo digunakan ke sesama teman…
        tapi berhubung aku orgnya lemah lembut baik hati tidak sombong rajin menabung dan sayang orang tua yaa aku jadi baper deh huahahahaa 😀

        Like

      1. Sayangnya nggak begitu adanya dhin wkwk. Kalau ada sih ada. Ya gampanglah. Toh kita bisa sama-sama cari dari sekarang 🙂 Lagian nggak mesti nunggu rame dulu kan. Seenggaknya temu sapa dalam klik yang kecil juga oke

        Like

  1. Pipi tahu bulat…
    Lima ratusan…
    Dolphino versi medhok…
    Aku rapopo 😂😂😂

    Makasih banyak kak Fadel sudah berkunjung ke Semarang! Makasih karena berkat kak Fadel aku jadi bisa mengunjungi 8 tempat wisata di Semarang dalam waktu 2 hari doang 😂
    Nanti kalau ku ke jakarta pasti berkabar, karena meetup itu candu 😂
    Entah kenapa sepanjang baca tulisannya ngakak terus 😂😂😂

    Like

    1. Hahaha.. Sepanjang jalan kemarin saya terus mikir ini suara kok familier, tapi mirip siapa ya 😂 Dan tersadarlah kalau mirip dolphino hoho dengan medhok sebagai pemanis…

      Like

  2. Hayo kopdar, hehe. Jadi ingat kopdar pertama saya dengan bloger, itu di sebuah restoran cepat saji di depan Stasiun Cikini. Ketemu orang baru memang seru, tapi ada kecanggungan yang agak aneh jika yang ditemui adalah bloger, sebab meski sudah sering bertegur sapa di dunia maya, ketemu di dunia nyata itu perasaannya seperti pengin ketawa-ketawa tak jelas, haha. Tapi semua kopdar yang saya ikuti berjalan dengan sangat baik. Bener, kopdar itu bikin nagih!

    Liked by 1 person

    1. Ayo bang! hehehe
      Kalau Bang Gara mungkin sudah berkali-kali ya kopdaran sama bloger lain. Betul ada perasaan aneh kalau ketemu langsung. Saya sendiri denger suara aslinya aja udah ngerasa lucu, karena biasa juga ngerasa emosi doi lewat titik dan koma. Canduuu :*

      Like

      1. Tidak terlalu sering juga sih Mas, haha. Waktu blog error kemarin saya blas stop kopdaran juga. Agak kikuk kalau teman-teman mengobrol soal blog tapi saya tak bisa nimbrung karena blog sedang error jadi postingan tak pernah muncul, hehe. Iya, sensasinya di sana, bertemu nyata dengan teman dunia maya.

        Like

    1. Ayo Val! Hahahaha
      Lucu juga sebenarnya. Udah ngeluangin waktu jauh2 ke Semarang, ini yang di Bogor aja belum ketemu 😂 Kebetulan aku banyak waktu luang akhir tahun sampai awal tahun baru ini (sebenarnya sepanjang tahun juga sih banyak waktu luangnya -_-) dan memang lagi nyari pelarian dari skripsi ini. Semoga siapapun yang sedang mengerjakannya dikuatkan…

      Jadi menjawab pertanyaanmu, kapam aja kamu bisa 😉

      Liked by 1 person

      1. Okay. . . Mau jam berapa? Fadel naik apa? Kereto? Kalo naij kereto, ketemu di stasiun aja😉 tar tempatmah gampang. . . Tergantung Fadel maunya ngapain. . . #tinggaltanyaMbahGooglekaloudahkehabisanide😁😂

        Like

      2. Yup, kereto…
        Untuk waktu siang aja gpp? Jam 12 di stasiun. Kalau mau ngapain entahlah😂. Biasanya kopdar ngapain Val? Haha. Kemaren aku lebih mirip ke darmawisata daripada kopdar 😂 percaya aja deh masalah tempat gampang. Aku ngebayanginnya yang enak buat ketemuan aja, sambil jalan atau apalah

        Bogor yah. Kalo bogor kota aku taunya cuma krb (sedih banget ini -_-), trus ama puncak cisarua. Kalo sengenes ini memang butuh gugel -,- dan panduan native sana (it’s you)

        Hm.. Aku bisa kontak kamu lewat line/lainnya? Rasanya aneh ngechat lewat sini

        Liked by 1 person

    1. Hi Veera, salam diterima…
      Bener. Seru banget bisa ketemuan setelah sebelumnya cuma bisa komunikasi lewat tulisan. Jangankan itu, denger suaranya aja rasanya lucu.

      Semoga bisa terus bersilaturahim ya 😄 btw Veera bacanya veera (dengan e 2 harakat) atau vira?

      Liked by 1 person

      1. Maksudnya Mbak Agik di sini (lupakan nama yang disebutkan tadi) mengurus 2 blog? Saya ngurus satu aja udah ngerasa punya kepribadian yang berbeda dengan kenyataan 😂

        Liked by 1 person

  3. Hahaha ditanyain mau ketemu monyet apa gak hahaha, ternyata beneran ketemu =))

    Asik ya kopdar, aku sendiri lebih suka kopdar personal kaya gini, dibanding kopdar komunitas gitu2. Ya orang emang beda2 sih, tapi aku ngerasa lebih nyaman dan dapet feel nya kalau kopdar personal macem gini. Hehe.

    Liked by 1 person

    1. Yaah.. Aku mah yang gak gabung komunitas gak bisa bilang gini buat bandingin 😂😂 Sekalipun aku kopdaran komunitas nanti kemungkinan besar bakal setuju nih sama ka fasya, lantaran kemarin memang salah satu quality time terbaek hoho

      Monyetnya lucu2 lho ka.. Ada yang ganas juga tapi -,-

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s