Adiba, 4 Tahun

 

Adiba, 4 tahun, sudah mahir berbicara walaupun sebenarnya telat. Sampai umur 3 tahun, satu kata yang dapat ia ucapkan secara benar hanya ‘Umi’. Hal yang sedikit membuatku sedih karena kata itu bukan Abah. Ah sudahlah.

Adiba kini harus selalu melakukan ritual khusus sebelum tidur, yaitu mendengarkan dongeng sebelum tidur. Sebenarnya aku yang memulai terjadinya ritual itu, tetapi belakangan ada perasaan menyesal karena pernah memulainya. Semenjak aku memberikan Adiba dongeng sebelum tidur, ia jadi ketagihan. Istilah kasarnya sakau dongeng. Ia tidak bisa tidur sebelum mendengar dongeng. Parahnya lagi harus aku yang menceritakannya (Zahira terlihat sangat bersyukur karena ini). Seringkali aku dan Adiba begadang karena ia selalu meminta perpanjangan waktu mendongeng sebelum akhirnya terlelap.

Zahira kemudian memberi nasehat agar lebih baik cerita dongeng itu diganti menjadi kisah para nabi dan Rasulullah saja. Katanya lebih cepat ia mengenal para pendahulunya dalam menegakkan Islam, semakin cepat pula ia menjadikan Rasulullah suri tauladan kehidupan. Tujuan objektif Adiba sebagai makhluk Allah pun akan semakin cepat ia pahami dan taati.

Aku setuju. Setiap malam aku mulai menceritakan kisah yang berbeda mengenai nabi-nabi serta sahabat rasul. Adiba sangat menikmati cerita baru ini. Aku pun senang, karena selain jauh lebih bermanfaat, Adiba punya kebiasaan yang cukup buruk. Ia punya kecenderungan menyukai karakter antagonis dari suatu kisah. Misalnya pada cerita Timun Mas, ia mengidolakan Buto Ijo yang kasar dan bengis. Sama halnya dengan cerita Malin Kundang, ia malah memfavoritkan Malin Kundang sebagai tokoh terbaik sepanjang masa. Ia bahkan sudah mengatakan cita-citanya adalah menjadi batu seperti Malin. Hal ini sangat menyayat hatiku. Zahira tak berhenti beristighfar

Untungnya tidak begitu pada kisah nabi. Ia tidak mengidolakan Raja Namrud atau Fir’aun atau Abu Jahal. Ia mulai berpikir dengan cara yang benar, yaitu dengan mengidolakan tokoh yang memiliki nilai-nilai positif. Jelas para nabi dan rasul adalah makhluk paling bernilai di muka bumi dan dengan Adiba mengidolakan mereka sejak dini, kecintaan terhadap nabi dan rasul pun tumbuh subur. Tetapi ini juga memiliki efek samping. Kini Adiba bercita-cita ingin menjadi seorang nabi.

Kukatakan padanya kalau itu tidak bisa. Tak akan terjadi. Karena nabi dan rasul terakhir adalah Muhammad SAW, pembimbing seluruh alam, suri tauladan kita. Tidak ada lagi nabi setelah beliau

“Tetapi Diba, kamu tetap bisa melakukan perbuatan yang baik seperti Nabi Muhammad. Misalnya dengan selalu beribadah kepada Allah dan membaca doa sebelum tidur. Nah ayo sekarang kita baca doa sebelum tidur dan mulai bobo… Bismillah…”

Adiba menangis sejadi-jadinya.

Mungkin besok aku mulai bercerita tentang Khadijah ra. saja

Advertisements

16 comments

      1. Ya siapa tahu sudah mengalaminya dalam waktu yg lebih cepat… yg bikin salah paham kalo itu cerita nyata karena isinya sangat sesuai dgn kenyataannya dan cukup sederhana kayak nggak mengada-ada…

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s