Sebaiknya Kita Lupa

Aku berpikir sangat keras

tentang kata-kata baik yang (mungkin) telah terjadi pada ini bangsa

 

Satu mata melirik ke biru mengombak

Kaya, Beringas, Congkak

Seketika kita tunduk fatwa menyentak

 

Satu lagi menyipit ke hijau melambai

Gemuk, Segan, Cuai

Lama kita hanyut terbuai

 

Lalu tinggallah merah api

Bekas terkobarnya nyawa berjuang meneriaki

Dan betul nyala tadi menyulut gelora tiap hayat

Hingga matahari sendiri kepanasan menggeliat

 

Tetapi api tetap api

Api nanti mati, jika habis kayu, saat habis layu

 

Jadi kembali aku bertanya, masih adakah kata baik bagi kita?

Kemarikan kupingmu, biar kutiup Indonesia pada kuping congekmu itu

Kupikir ini akibat betapa congkaknya kita. Terus mengingat bahwa kita kaya

Akan lebih baik jika Tuhan menanamkan kita lupa

Lupa bahwa kita sebenarnya pantas sombong

Advertisements

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s