Kunto Aji – Akhir Bulan

Hey. Saya tidak tahu dengan kebanyakan mahasiswa lain. Tetapi untuk kasus saya, menjelang akhir bulan, persahabatan saya dengan mie instan semakin rapat saja. Seperti sekarang ini. Rasa kenyang saya malam ini adalah akibat dari mie instan.

Tetapi tadi ada insiden sedikit. Sewaktu makan tadi saya tersedak sesaat mendengar lirik ini di radio:

hidup di akhir bulan
dengan teman mie instan
hidup di akhir bulan
aku harus bertahan
aku dan keinginanku
di atas kebutuhan

Untung saja mie yang saya makan tidak keluar dari hidung. Saya kaget karena betapa tepatnya deskripsi lagu itu dengan apa yang terjadi pada saya sekarang. Ternyata tidak cuma perempuan yang menyindir setajam silet, lagu di radio juga bisa.

Dan setelah selesai lagunya, cepat-cepat saya menyalakan laptop untuk meredakan rasa penasaran yang kini melanda (mie-nya saya tinggalin!). Dan didapatlah siapa orang yang sepertinya tidak punya hobi sehingga membuat lagu seperti itu

Kunto Aji!

Seharusnya saya tahu kalau mendengar baik-baik warna suaranya. Tetapi mungkin karena makna lagu itu merasuk ke dalam tulang saya, saya jadi teralihkan. Lagunya enak. Dengan irama khas Kunto Aji yang tidak terlalu ribet. Dengan tempo konstan plus beat santai yang menginfus efek rileks. Dengan liriknya yang tepat sasaran–khusus kasus saya

Untuk video klipnya pun saya suka. Empat orang sekawan yang sedang bersiap menikmati hidangan makan malam mereka di restoran a la grande (padahal bukan). Mereka menanti datangnya makanan dengan suka ria penuh cinta. Suasana khas kumpul-kumpul yang diselingi gelak tawa. Lalu makanan mulai berdatangan disajikan. Dan kesemuanya ada hubungannya dengan mie. Ada burger mie, pizza mie (ditambah parutan kerupuk), sushi mie, sampai hidangan kepiting yang dibalik cangkangnya yang menggoda iman ternyata mie juga. Apa nggak eneg tuh.

Agak ngenes sebenarnya menghubungkan keadaan finansial akhir bulan dengan mie instan. Ini seenggaknya mengindikasikan mie instan sebagai makanan inferior. Padahal saya suka mie instan huhu.

Ya ya ya. Saya tahu ratusan efek negatif dari makan mie instan. Toh sekalipun tidak nggak cari tahu, efek negatif itu pasti akan kita ketahui entah itu dari media yang ada sekarang ataupun teman kita yang dengan baik hati mengingatkannya. Tentu saya mafhum. Itulah alasan saya jarang-jarang-jarang memakan mie instan (kalau lagi nggak kepengen)

Sumber: ya Youtube lah

P.S. Mie yang saya tinggalin tadi sudah mengembang. Tetapi tetap saya habiskan kok. Rasanya jadi eneg banget

P.S.S. Terkadang saya makan sambil mendengar radio. Cobalah. Mungkin lebih baik ketimbang makan sambil nonton TV. Yang paling baik pastinya adalah makan sambil bersyukur (aheelah)

Advertisements

21 comments

      1. Yah begitulah. Mari kita bantu penikmat indomie lainnya sebisa mungkin. Karena mereka, sama seperti kau dan aku, berselera satu. Indomie seleraku…

        Like

  1. Sebenarnya sih ndak sehat, tapi: setiap bulan saya membeli sekardus mie untuk jaga2 kalau2 di tengah bulan saya kehabisan uang karena kebablasan beli buku. Kalau uang habis, saya cuma maem mie deh tiap hari.

    Liked by 1 person

    1. Wkwk.. Ini yang disebut gemar membaca sejati

      Saya takut bang kalau beli sekardus gitu. Otomatis jadi makan banyak banget kalau mie itu sudah ada di rumah. Karena godaannya itu lho. Kalau masih di warung kan niat tersebut masih terhalangi abang2 penjaga warungnya hehe

      Liked by 2 people

      1. Ha ha ha ha iya saya sih juga nggak mau nyetok. Wong kalau ada mie biasanya ada duit pun kalah, bakal lari ke mie.

        Enak soalnya padahal nggak boleh sama orang tua😂

        Belakangan saya ganti jadi “telor rebus” Stok telor aja banyak-banyak.

        Dua makanan inferior tersebut duh, maknyus😁

        Like

  2. pertama, videonya lucu banget dan parahnya ku baru tau videonya dari mas 😛
    kedua, gak cuma mas klo akhir bulan yg semakin bersahabat sama mi instan, aku juga sampe klo blnja awal bulan mi instan adalah hal yg pertma aku masukin keranjang belanjaan, habis enak juga sih 😀

    Liked by 1 person

    1. Hahaha.. Senang kalau ketemu yang sepikiran 😄 kayaknya mi instan itu menu yang paling mudah dibikin enak sama semua orang. Tetapi ironisnya rasa umami dari mi instan itu malah berasal dari bahan yang paling berbahaya dari mi instan tersebut huhu

      Liked by 1 person

  3. mungkin kalau saya masih kuliah, lagu ini juga tepat menohok keadaan di kos an tanggal tua. 😀 lagu- lagu kunto aji, liriknya sederhana tapi pas mengena.
    salam kenal. 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s