Sajak untuk Malam

Kali ini, aku menikmati atap malam tiap sentinya.

Aku merasa inilah lukisan terbaik Tuhan. Bersama bintang dan bulan.

Dan Tuhan menjadikan malam sebagai penyabar.

Ia tak keberatan meski ditinggal ribuan diam.

Tetap bersarang, tak peduli akhirnya terbenam

19.04

Advertisements

10 comments

    1. Ahay, main rima-rimaan nih 😆

      Malam tak jauh dari soal
      Kain terbentang gelap menghitam
      Sadar menghilang nyawa terpadam
      Mimpi melayang berlari terdiam
      Sendu tersarang terang menggeram

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s