Pare dalam Siomay

Jika diibaratkan kami ini sepanci siomay, maka sudah pasti dia jadi pare. Pahit, tak punya tekstur, dilaknat hampir semua orang. Orang lain bisa jadi siomay si protagonis. Atau mungkin kol yang walaupun hanya figuran namun jika absen siomay jadi tampil tidak maksimal. Dan dia adalah pare

Bagiku pare selalu menjadi antagonis dalam siomay. Antagonis demi maksud baik. Seperti dalam cerita pahlawan, yang membuat pahlawan menjadi pahlawan adalah penjahat. Tak ada penjahat, pahlawan alih profesi jadi rakyat sipil. Mungkin pare juga begitu. Pahitnya pare membuat siomay relatif lebih enak. Namun pahit adalah pahit. Tidak enak. Cuih.

Anehnya, aku suka pare

Advertisements

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s