Kota Tua dan Seniman Jalanan

Satu pojok Jakarta yang anehnya saya sukai adalah Kota Tua. Seringkali saya pergi ke tempat ini cuma untuk menghirup udaranya atau melihat warna putih gedung ciptaan Belanda itu. Mungkin bisa dibilang saya hampir tidak ‘ngapa-ngapain’ di sana karena memang hampir tidak ada fasilitas apa-apa. Tak ada wahana menarik untuk dinaiki. Tak ada pesona alam yang patut dipelototi. Pun tak banyak benda-benda menarik yang dijajakan. Namun ada aura unik dari Kota Tua yang membuat saya betah. Ketika sudah lama tidak ke sana ada rasa kangen yang tiba-tiba saja mencuat. Setelah membandingkan satu dan lain hal, ternyata yang paling saya sukai adalah menonton seniman jalanan ditemani antiknya arsitektur Kota Tua

DSC_7314

Arsitektur khas Nyonya Meneer. Gede men

Kota Tua tak pernah lepas dengan yang namanya seniman jalanan dan sepertinya Kota Tua menjadi lahan suci bagi seniman jalanan di Jakarta. Punya halaman luas, dikeliling gedung rasa zaman lampau nan meneduhkan, ditambah lagi aksesnya yang teramat dekat dengan pusat kota. Kota Tua terasa pas sekali diisi dengan aksi seni dengan panggung jalanan.

Dan sepertinya semua jenis seniman jalanan bisa ditemui di sini mulai dari pengamen, pembaca garis tangan (ia bisa mengatakan kalau seseorang mudah dipermainkan lawan jenis hanya dengan melihat telapak tangan haha), manusia melayang, berbagai macam hantu jejadian dari berbagai kalangan usia, tentara warna-warni, sampai seniman pembuat kopi dengan hanya berbekal termos serta kopi bubuk. Tentu mereka punya kemampuan dan keahlian masing-masing yang layak dijadikan tontonan demi mencari penghidupan

DSCF5213

Konser Boneka Bang Rhoma dan Biduanitanya yang ganjen dan bahenol abis! Musiknya nggak tahan, ahay

DSCF5205

Barongsai kepanasan. Ternyata dalamnya perempuan

 

DSCF4520.JPG

Sudah pernah nonton di Youtube demi membongkar triknya, tapi tetep nggak ngerti cara kerjanya gimana wkwk

DSCF5206

Seniman seni rupa juga ada lho.. plus kritik sosialnya yang menggelitik

DSCF4523

Membenarkan das Charlie Chaplin. Dia melayang lho bos. Model dadakan: Deko

DSCF4524

Nyonya Meneer jejadian. Serem, tapi tampil kurang maksimal. Model dadakan: Deko2

Dan masih banyak pelaku seniman jalanan lainnya yang tak tertangkap kamera Fuji hitam saya yang menarik dilihat. Saya amat suka bagaimana cara kreatif mereka dalam menghibur orang-orang di Kota Tua. Terlepas siapa mereka, kerja keras mereka patut diapresiasi. Karena selain butuh modal khusus yang mereka lakukan tidaklah mudah. Saya sempat bertanya dengan salah satu patung tentara jejadian di sana mengenai pekerjaannya. Ia mengatakan untuk hari biasa ia bekerja sejak pukul 10 pagi hingga 6 sore. Kalau hari libur bisa lebih lama lagi bahkan hingga malam. Itu waktu yang lama untuk kerja harian. Dan yang ia maksud kerja adalah diam mematung selama berjam-jam! Ckckck

Seandainya saya tak tahu betapa perjuangan mereka melakukan pekerjaan ini, saya akan tetap mengapresiasi para seniman jalanan ini. Karena apa yang mereka tampilkan sangatlah menghibur. Siapa yang tak penasaran melihat bagaimana manusia bisa melayang hanya dengan memegang tongkat? Siapa pula yang tak ingin mengajak berfoto hantu jejadian plus patung tentara yang siap menembak? Jelas keberadaan mereka memberikan warna sendiri bagi antiknya Kota Tua

Dan seperti biasa, saya pulang dari Kota Tua dengan rasa kagum sekaligus memikirkan kapan lagi saya bisa kembali ke tempat itu 🙂

Advertisements

16 comments

  1. Kalau Abang mampir ke Lombok, saya ingin ajak ke Kota Tua Ampenan. Disana tempat akur-karibnya Orang Melayu, Tionghoa, Arab, Bugis, dan Sasak 🙂 Saya juga suka kota tua

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s