Celana Panjang

Pemakai celana pendek kedatangan tamu menginap. Tamu itu adalah sahabatnya sendiri, pemakai celana panjang. Karena susah bilangnya, panggil saja mereka Celpen dan Celpan

Waktu tidur menjelang. Celpen menanyakan pertanyaan trivial yang biasa ditanyakan seorang teman sesaat sebelum tidur..

“Pan, lu kalau tidur lampunya harus dimatiin atau nggak?”

“Terserah sebenarnya. Tetapi biasanya saya matiin”

Celpen mematikan lampu. Kini suasana gelap gulita.

“Lu mau minjem celana gue gak? Nggak gerah apa pakai celana panjang terus?”

“Ah udah biasa. Saya cuma nggak mau kalau saya mati dalam tidur nanti, saya mati dengan aurat terbuka”

Celpen bangkit, membuka lemari, lalu mengganti celananya. Celana panjang

 

Advertisements

21 comments

    1. Begitulah bang… Malu saya mengakui kalau ini cerpen. Flash fiction pun mungkin bukan karena terlalu singkat. Kurang dari 50 atau 100 kata. Tetapi yang begini yang saya suka tulis. Semoga Bang Ical dan yang lainnya juga suka 😀

      Liked by 1 person

      1. Setiap penulis harus bebas menulis dengan caranya sendiri. Usahlah pusingkan pasar, usahlah pusingkan komentar ahli.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s