Bumi Ternyata Datar?

Ujug-ujug apa yang selama ini kami percayai sebagai common sense mendadak buram oleh pernyataan dosen kami. Beliau berkata bahwa di luar sana, ada sekumpulan orang yang percaya (dan mengimani sepenuh hati) pernyataan bahwa bumi ini sebenarnya berbentuk datar. Datar layaknya karpet. Sama sekali bukan berbentuk bulat pepat seperti apa yang kita pelajari dalam buku IPA semenjak SD.

Dalam konteks biasa, jika ada orang yang datang bilang kalau bumi ini sebenarnya datar, pasti kita anggap orang itu sedang bercanda. Tetapi sayangnya orang yang mendeklarasikan berbentuk datar itu sangat serius. Orang-orang ini berkumpul ke dalam suatu komunitas bernama The Flat Earth Society, yang sepertinya semua anggotannya sangat berkomitmen. Tanpa lelah mereka menyatakan teori-teori dan bukti2 kuat dari perkataan mereka. Dan terus terang, penjelasan mereka cukup meyakinkan. Banyak sudah yang menjadi ‘pengikut’ setelah melihat argumen mereka.

flat-earth-society

Saya pikir perdebatan bumi itu bulat vs bumi itu datar sudah lama usai ketika penemuan Benua Amerika oleh Colombus pada 1492. Tapi ternyata tidak. Bahkan setelah manusia pertama yang keluar angkasa, Yuri Gagarin, mengorbit bumi pada 1961. Perdebatan masih terus berlangsung. Pihak flat-earth punya sejuta alasan untuk membantah itu semua mulai dari konspirasi dari NASA dan ketidaktepatan sejarah masa lalu. Intinya, sampai sekarang belum ada yang bisa benar-benar meyakinkan orang lain tentang bentuk bumi ini. Mungkin agar benar-benar percaya seluruh manusia harus diangkut keluar angkasa agar dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri.

Saya sendiri percaya bumi itu bulat dan tetap percaya setelah membaca artikel2 mengenai bumi itu datar. Rasanya tidak bisa terima saja kalau bumi itu datar. Pernyataan-pernyataan seperti bentuk bumi yang bulat itu adalah hasil konspirasi astronot2 NASA terdengar konyol di telinga saya. Seakan mereka sedang iseng alias butuh sensasi. Toh sebenarnya gambar bulatnya bumi tak hanya dihasilkan NASA itu. Saya yakin masih banyak bukti lain yang tentang bulat pepatnya bumi. Oleh karena itu saya juga mencari-cari argumen lain dari beberapa artikel yang bagus. Maka dapatlah saya ke hasil ini. Artikel dari Popsci.com dengan judul 10 EASY WAYS YOU CAN TELL FOR YOURSELF THAT THE EARTH IS NOT FLAT. Berikut adalah intisari artikelnya yang berisi alasan bahwa bumi ini tidak datar (terjemahan)…

1. Bulan

Aristoteles menyadari bahwa ketika proses gerhana bulan terjadi (atau saat bulan berbentuk bulan sabit menuju full), terdapat bayangan/bagian gelap dari bulan. Seperti bulan dimakan setengah dari sisi. Dan ini adalah petunjuk kuat dari bentuk bumi…

2009200iss-di-muka-bulan-sabit780x390

sumber

 

Bayangan gelap itu adalah bayangan bumi. Dari banyangan itu dapat terlihat bahwa bumi berbentuk bulat. Bukan bulat seperti lingkaran 2 dimensi, melainkan bulat seperti bola. Dan karena bumi ini terus berputar (rotasi), maka bentuk bayangan oval yang konsisten dihasilkan ketika mau gerhana atau bulan sabit membuktikan kalau bumi bulat seperti bola. Kalau hanya bulat 2 dimensi bisa saja dalam satu bulan tidak ada bulan sabit karena bayangan dari bumi datar yang sedang berotasi

2. Kapal dan Horizon

Coba ingat kembali. Saat sedang di pelabuhan, bagian kapal yang terlihat dari kejauhan adalah atap/benderanya. Kapalnya seakan keluar dari dalam laut ketika muncul di garis horizon (cakrawala, batas antara laut dan langit) Alasan dari fenomena ini adalah karena bentuk bumi yang bulat.

Analoginya sama dengan semut yang berjalan di atas bola

3. Rasi Bintang yang Bervariasi

Pengamatan ini pertama kali dilakukan oleh Aristoteles, yang mengatakan bumi ini bulat, melihat dari bedanya rasi bintang ketika ia berpindah dari sisi utara equator ke sisi selatannya. Sebagaimana kita tahu terdapat rasi bintang yang hanya dapat dilihat di utara/selatan

fieldofview12

Enter a caption

Sekembalinya Aristoteles dari Mesir, ia menyatakan “terdapat bintang2 yang dapat dilihat di Mesir dan Siprus yang tidak terlihat di wilayah utara.” Fenomena ini hanya dapat dijelaskan jika kita melihat bintang dari permukaan yang bulat bola

Kalau memang bumi ini datar, seharusnya kita dapat melihat seluruh rasi bintang dalam satu waktu. Ilustrasi:

4. Bayangan dari Tongkat

Kalau kita menancapkan sebuah tongkat di atas tanah, maka akan muncul bayangan dari tongkat tersebut. Permasalahannya, apabila kita menancapkan dua tongkat serupa di dua tempat yang berbeda (lumayan jauh), kedua tongkat itu akan menghasilkan bayangan dengan sudut berbeda

Fenomena ini disadari pertama kali oleh Erastothenes di mana pada watu itu ia dan temannya yang berada di kota lain menancapkan tongkat di siang hari pada waktu yang sama, lalu mengukur sudut dan panjang bayangan tongkat tersebut. Ternyata keduanya menunjukkan hasil yang berbeda. Tongkat temannya punya bayangan sedangkan milik Erastothenes menghasilkan bayangan. Seharusnya ini tidak terjadi kalau bumi datar. Erastotjhenes penasaran. Satu-satunya hal yang dapat menjadi penjelasan adalah bahwa sebenarnya permukaan bumi tidak datar, melainkan bulat. Dan dari situlah ia kemudian mengembangkan cara untuk menghitung keliling bumi yang berbentuk lingkatan

5. Melihat Lebih Jauh dari Tempat Lebih Tinggi

Dengan berada di tempat yang lebih tinggi, jangkauan pandangan kita akan semakin jauh. Seharusnya dengan semakin tinggi posisi kita semua benda akan terlihat kalau bentuk bumi datar. Tetapi sayangnya tidak semua dapat terlihat, karena benda itu bisa jadi sudah berada di sisi lain dari bumi  yang bulat

flatroundvision12sumber

6. Bepergian dengan Pesawat

Kita dapat berada pada posisi yang sangat tinggi dengan naik pesawat. Yang dapat kita ambil mengenai bentuk bumi dari atas pesawat adalah:

  • Pesawat dapat terbang terus-menerus tanpa pernah sampai ke ‘ujung dunia’. Bahkan pesawat dapat mengitari bumi yang akhirnya kembali ke tempatnya semula karena bulatnya bumi
  • Melihat ke arah horizon dari kejauhan, akan jelas terlihat permukaan bumi yang melengkung. Terlebih kalau pesawat kita berada pada ketinggian yang sangat tinggi (biasanya pada pesawat jarak jauh)

7. Lihat Planet Lainnya

Kita sudah tahu bahwa planet-planet lain berbentuk bola. Ini sudah tak terbantahkan. Buktikan sendiri dengan teropong jarak jauh. Nah bumi dan planet lainnya memang tidak sama dalam hal karakteristik atmosfer dan lain sebagainya. Namun pada dasarnya proses terjadinya bumi sama dengan planet lain dalam galaksi ini. Dan apabila planet lain semua berbentuk bulat bola, rasanya luar biasa aneh kalau planet kita ini berbentuk lempengan datar sendiri. Padahal properti dasarnya sama

8. Adanya Zona Waktu/Siang dan Malam

Kalau memang bumi datar, seharusnya waktu di seluruh penjuru bumi akan relatif sama. Akan sama2 siang atau sama2 malam. Tetapi nyatanya tidak. Saya menulis ini pada pukul 02.00 waktu Jakarta. Masih gelap. Sedangkan di New York sana menunjukkan pukul 15.00 yang artinya di sana sangat terang. Perbedaan ini disebabkan bentuk bumi yang bulat, di mana satu bagian tersinari matahari dan sisi lainnya membelakangi matahari

9. Pusat Gravitasi

Gravitasi memiliki titik pusat dan biasanya pusat gravitasi terletak di tengah planet. Semakin besar massa bendanya, semakin kuat gravitasi menariknya. Pun dengan jarak antara benda tersebut dengan pusat bumi. Bumi ini bulat, semua benda tertarik ke inti bumi atau kalau kita lihat dari atas permukaan tertarik ke ‘bawah’. Lain hal kalau bumi berbentuk datar. Gravitasi akan menarik benda2 mendekat ke tengah. Artinya, jika pusat gravitasi kita ibaratkan sebagai Jakarta, maka buah Apel yang jatuh di Sydney akan jatuh ke samping menuju Jakarta

10. Penampakan dari Luar Angkasa

Ini yang saya singgung di awal tadi. Fakta yang disanggah dengan absurd dengan sedikit bumbu drama (no offense). Selama 60 tahun sejarah perjalanan luar angkasa, umat manusia sudah berkali-kali berhubungan dengan angkasa luar. Umat manusia sudah meluncurkan satelit, melancarkan eksperimen, bahkan manusia untuk meneliti di luar angkasa. Kalau itu saja sudah apalagi foto. Sesuatu yang kita kirimkan ke atas sana berhasil  mengambil banyak banyak dan banyak foto bumi kita tercinta ini. Dan yang mengambil foto ini tidak hanya dari NASA. Ada dari International Space Station (ISS), Russia, China, Jepang, bahkan Palapa kebanggaan Indonesia.

Ini salah satu akun instagram astronot terkemuka asal AS, Scott Kelly, yang kemarin setahun tinggal di luar angkasa. Bahkan dengan gambar itu masih ada pula yang mengatakan itu semua hasil editan photoshop atau diambil menggunakan fish-eye  -_-

 

 

Hm, begitulah. Alasan-alasan membuktikan bahwa bumi ini bulat. Bagi yang tertarik melihat perdebatan panjang ini dapat mengunjungi link yang saya berikan sepanjang artikel ini. Kalau mau cari sendiri juga silakan. Ada banyak banget forum-forum yang sekarang masih berperang memperjuangkan argumennya. Video di youtube juga banyak yang bahas lho 🙄

Advertisements

31 comments

      1. Hehehe…. waduh… dan saya kayaknya terpengaruh bangeeet….
        Sampe di kantorpun saya dan teman saya menamakan diri kami flat earther, dan heboh debat sama atasan yg seorang sarjana fisika wkwkwkw…
        Buat seru-seruan aja siih…haha

        Liked by 1 person

  1. Mantap. Iyaa ga penting juga sih tau bumi itu datar atau bulat. Tapi hal ga penting ini pernah bikin nyawa ilmuwan melayang. Copernicus atau Galileo yaa.

    Tapi seru juga kalo bumi itu datar, karena gw lebih suka lays daripada chitato haha

    Liked by 1 person

  2. Yang penting Buminya jangan dirusak 😀
    Saya sih lebih percaya bumi itu bulat..Untung sekarang beda pendapat gini ga sampe dihukum kek zaman galileo dulu yak..hehe, jadi bebaslah..

    Liked by 1 person

  3. pernah dengar sih debat begini, tp kirain cuma sebatas orang2 ‘bercanda’ tanpa terlalu gunain logika, ternyata sekumpulan orang yg serius dan sangat konsisten yaa.. 😮 😀

    Liked by 2 people

  4. om kelly setahun di angkasa luar masih plontos gitu ya…? sempet2nya nyukur, atau emang udah ga bisa tumbuh rambutnya…? trus, bahan bakarnya apa ya setahun mengudara gitu..?….

    Like

    1. Wkwk… emang sudah kodratnya plontos mba. Modelnya memang begitu maksudnya

      *ehem* jadi sebenarnya Om Kelly ini berada dalam misi mencari tahu apa efeknya jika manusia berada di luar angkasa dalam jangka waktu panjang. Untuk tempat tinggalnya sendiri, Soyuz, menggunakan propelant cair. Tetapi penggunaanya nggak begitu boros begitu sudah mengorbit di luat angkasa karena memanfaatkan daya orbit di sekitar bumi. Daya roket dari bahan bakar ini cuma dipakai untuk menjaga satelit tidak keluar orbit dan agar tetap menghadap bumi supaya sinyal tetap sampai

      Makasih telah membuat saya keepoo 😀
      Sumber: https://www.quora.com/Why-does-a-satellite-not-use-fuel

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s