Review: The Conjuring 2

Beberapa hari yang lalu saya dan teman sejawat saya janjian buat nonton film yang lagi happening di kampus kami, The Conjuring 2. Pasti tahu lah. Film horror sekuel The Conjuring yang (katanya) serem gak nanggung-nanggung. Penggemar film horror sejati pun memiliki ekspektasi tinggi terhadap film satu ini. Tetapi bukan saya, karena saya tidak berharap film ini akan bagus pun saya juga bukan penggemar film horror. Tujuan saya ikut nonton bareng ini adalah untuk menghibur diri melihat teman lain yang ketakutan nonton. Kedengaran jahat ya -_-

Sebelumnya perlu saya ingatkan kepada para pembaca kalau tulisan ini membeberkan jalan cerita. Nggak seru kan kalau nanti nonton tapi sudah tahu bagaimana ujungnya gara-gara baca ini.

Filmnya sendiri kembali bercerita tentang pasangan Ed dan Lorraine Warrens si Pembasmi/Negosiator/Mediator hantu. Kali ini mereka berurusan dengan kasus berhantu dalam keluarga Hodgson di Enfield, London Utara.

Film dibuka dengan pasangan Warrens yang sedang menangani kasus Amityville Horror. Terbersit dalam benak saya kalau filmnya akan terlalu klise kalau lagi-lagi menyoroti kejadian itu karena telah berkali-kali diceritakan baik dalam film ataupun media lain. Untung saja cuma sebagai pembuka. Pada scene ini pasangan Warrens dipertemukan dengan semacam hantu berpenampilan biarawati. Hantu biarawati ini membekas di benak Lorraine, seakan terus mengikutinya sepanjang waktu. Lorraine pun sadar kalau munculnya si biarawati ini bermakna buruk

Singkat cerita kita diperkenalkan dengan keluarga Hodgson dan bagaimana mereka dikerjai hantu di rumah mereka. Sasaran utamanya anak perempuan mereka yang berusia 11 tahun, Janet. Si Janet ini kerap dirasuki hantu dirumah tersebut yang berupa seorang kakek tua bernama Bill  Wilkins. Dan hantu Bill Wilkins ganggunya luar biasa iseng. Mulanya cuma suka mindahin Janet pas lagi tidur, terus naik level ke gerakin perabotan rumah terang-terangan, sampai akhirnya muncul secara langsung (yang ngagetin jantung serasa mau lepas). Tak tahan, Keluarga Hodgson mengungsi ke tetangga depan rumah mereka dan ternyata masih saja diganggu. Media televisi dengan cepat mengetahui hal ini dan mulai menyoroti Keluarga Hodgson. Berita angkernya kejadian ini pun menyebar ke seluruh dataran Inggris.

Sementara itu pasangan Warren yang sedang menikmati cuti mendengar kabar ini melalui jaringan gereja mereka. Mereka dimintai untuk menginvestigasi sekaligus membereskan masalah ini kalau memang terbukti perbuatan kekuatan mistis. Dalam investigasi mereka, Ed dan Lorraine mendapati bukti bahwa ini semua hanya perbuatan iseng dari Janet. Tentu saja ibu Janet tidak terima karena Ibu Janet sangat yakin mereka benar-benar diganggu oleh hantu.

Bisa ditebak apa yang terjadi berikutnya. Ed dan Lorraine mendapati fakta sebenarnya, dan di scene akhir melawan hantu/iblis kuat nan mematikan. Serem gila

Kalau dilihat dari rekam jejak sutradaranya, James Wan, agan satu ini sudah kenyang malang melintang di dunia per-horror-an. Jadi bisa dibilang nggak terlalu banyak hal klise dalam film ini. Misalnya scene ngagetin yang nggak ketebak kapan datangnya. Kadang sudah nyiapin jantung buat antisipasi setannya muncul eh malah nggak muncul. Setannya hanya muncul di saat saya terlengah (misal adegan setan dari bawah air ituh. kzl)

Jalan ceritanya terbilang simpel. Yah memang yang menjadi tontonan utama film horror adalah scene2 menakutkan pengguncang jiwanya. Dan scene2 dalam film ini baru, unik, menyegarkan. Jadi tak mengapalah jalan ceritanya sederhana. Toh plot twist yang ada lumayan mengagetkan.

Lalu saya juga suka elemen musik dan sound effect yang digunakan. Suara-suara pengantar itu berhasil membawa adrenalin ngalir ke sana-sini. Yang dari seneng karena lagi damai sampai sampai teriak-teriak karena kaget. Berkat suara itu juga (ngerti kan? kalau musiknya makin lama makin intens tandanya…) saya nahan napas buat ‘persiapan’. Saya rasa sound effectnya pas banget. Nggak berlebihan dan dipakai di waktu yang tepat.

Secara keseluruhan nggak rugi nonton film ini. Terlebih saya menontonnya di Bassura yang tiket nontonnya cuma 25rb (prinsip mahasiswa harus diaplikasikan di mana saja J) Oh ya, saya sendiri tertawa cukup puas. Karena seisi bioskop ribut banget pas setannya muncul. Satu hal yang mebuat saya tergelitik adalah ketika filmnya selesai, teman saya malah mengucap ‘alhamdulillah selesai’

Advertisements

31 comments

    1. Wohoho, seremnya pas dia muncul tiba2 mas. Saya sebenarnya salut sama ini setan karena ikut andil dalam mempromosikan berhijab. Nggak cuma sebagai fashion, tetapi hijab syar’i 😀

      Liked by 1 person

  1. Ternyata film the conjuring itu terkenal ya. Ya punya the conjuring yang pertama di laptop tapi belum saya tonton. Ternyata ini film dinilai bagus oleh kebanyakkan orang.

    Liked by 1 person

  2. Makasih mas ga ngasih gambar valak d postingan ini wkwk
    Saya ga berani nonton horror, krna saya masih mau ngebully tman2 yg sdh nntn filmnya, kalau saya sdh nntn nanti saya yg ktakutan sndiri wkwk

    Like

  3. Duh si Valak langsung ngetop seantero jagad ya, sampe banyak banget meme nya😂😂. Tapi aku benci nonton film genre horror di bioskop. Bukan penakut siy, tapi sebel aja kaget gitu liat setannya muncul. Belum lagi sound system nya mendukung buat serem gitu. Hahahaha😀

    Like

    1. Nah, kita sepikiran ka! Yang saya kesel bukan hantunya, tapi ‘jeng-jeng’ ngagetin dari soundnya yang kurang ajar dan nggak tahu sopan santun. Saya curiga orang bioskop juga udah ngatur kalo film horror volume soundnya dibikin maksimum #hmm…konspirasi

      Liked by 1 person

      1. Nah tu dia bikin jengkel kan😂😂. Nonton kan pingin rileks, lah kok malah makin stress… dudududu. Malah kabarnya ada yang sampe meninggal pas nonton tu film kan ya. Duh, serangan jantung dia😣.

        Like

      2. Iya. Pas nyari bahan buat nulis ini saya ketemu di India ada yang meninggal pada momen klimaks film. Rada kasihan sih. Kebayang malaikat nulis apa nanti di riwayat kematiannya…

        Liked by 1 person

  4. Wahahaha, aku udah nonton theconj2 malem-malem (bukan niat nantangin atau biar tambah serem, tapi koneksi internet sangat lancar jam 12malem *ketauan cuma modal wifi* wkwk) tapi perasaan aku aja atau emang aku doang yang salah fokus sama buk Lorraine dan pak Ed yang romantis? wkwkwk

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s