Indah Ketidaksengajaan

Karena pada akhirnya kita selalu begitu

Berlagak tidak melihat padahal tidak

Menjauh dengan harap mendekat

Dan ya, kita semua lemah dengan

apa yang disebut nafsu

Mengatasnamakan ketidaksengajaan

sebagai titik permulaan

Padahal seluruh titik koma telah tertulis

Percayalah

 

Siapa peduli dengan indahnya kebetulan?

Jakarta, 12.19

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s