Manis

Demi merayakan ulang tahun temanku satu ini, aku mengajaknya berbuka di luar. Ia penggila wanita

Allahu akbar Allahu akbar

“Alhamdulillah…”, katanya. Selang beberapa detik lemper miliknya menguap entah ke mana

“Sunnahnya,” kataku sambil mengambil kurma, “berbukalah dengan yang manis…”

“Ha? dengan siapa?” tanyanya balik

Ah, bukan manis itu yang kumaksud

Advertisements

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s