Jatuh Pingsan

“Eh, ini kok gua bolak-balik gak ada dialog gua?”

“Iya, lo kan Ijat. Ijat kan gak bisa ngomong riz…”

“Jadi gua ngapain??”

“Nih, liat nih. Di sini lo pingsan. Di sini juga. Yang terakhir lo pingsan pas lagi manjat  pohon rambutan”

 

Setelah beberapa adegan pingsan…

Fariz merenung. Untuk pingsan biasa saja badannya sudah sakit. Itu karena Fathia si sutradara memaksa Fariz untuk akting jatuh pingsan dengan menghantam tanah sekeras mungkin agar suara jatuhnya menggetarkan seluruh ruangan.

“Pingsan lo natural banget riz!” Fathia memuji. Pujian tak menyenangkan nan sia-sia

“Sekarang lo panjat pohon itu. Ceritanya pohon rambutan”

Fariz pingsan. Sungguhan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s