Alasan Saya Menulis

Sebelumnya saya tidak sama sekali tidak pernah memikirkan karena apa saya menulis. Apa alasan dan latar belakangnya. Bagi saya menulis hanya suatu rutinitas, karena sampai sekarang saya masih sekolah. Tentu saja yang saya tulis kebanyakan seputar pelajaran sekolah.

Ah, saya juga beberapa kali menulis cerpen atau esai, tetapi itu semua karena tugas dari guru Bahasa Indonesia.

Mungkin, barangkali, saya juga merasa tak yakin, minat saya dalam menulis ‘terbangun’ saat masa ospek kuliah. Masa ospek itu memaksa saya menulis banyak karangan. Terbanyak selama hidup saya selama ini.

Karangan yang harus dibuat kebanyakan tentang catatan harian selama ospek. Beberapa juga disuruh membuat review dari stadium general dari agenda ospek. Anehnya dari keterpaksaan itu, saya merasa menyukai menulis. Seperti saat kita memegang pulpen sambil berpikir berproses menerjemahkannya menjadi huruf dan tanda baca. Bisa dibilang saya menikmati proses itu. Terlebih saat tulisannya jadi. Rasanya seperti baru melahirkan anak. Bedanya tidak ada rasa sakit saat prosesnya, hanya kepuasan dan kelegaan.

Nah, kalau sekarang ditanya apa alasan saya menulis, saya akan jawab karena saya suka. Sama seperti pelukis atau pemain basket. Kalau ditanya mengapa mereka melukis atau bermain basket atau keduanya, saya yakin jawabannya karena ‘suka’ (kata cinta sepertinya berlebihan hoho). Mungkin hanya bahasanya yang berbeda-beda.

Saya pun seperti itu. Tetapi saya tidak ingin mendeklarasikan diri saya sebagai penulis, sastrawan, kolumnis, jurnalis, cerpenis atau istilah okupasi dan ketokohan lain yang merujuk pada tulis menulis. Rasanya terlalu berat bagi saya. Mengingat yang saya lakukan baru terbatas sebagai hobi dan jumlah karya saya sangat sangat sangat terbatas.

Sungguh saya suka menulis, tak peduli tak bernilai atau tak ternilai, saya ingin terus menulis. Bantu saya konsisten menyalurkan kesukaan saya!

Advertisements

4 comments

  1. Saya juga merasa suka menulis mas. Pinginnya sih nulis keseharian kayak blogger lain, cuma hidup saya ya gitu2 aja, nggak ada warnanya. Jadi lebih fokus nulis artikel dengan tema yg saya sukai (bukan pengalaman pribadi).

    Liked by 1 person

    1. Wkwkwk, yang penting nulis mas. Tetapi saya yakin keseharian mas nggak gitu2 aja. Bakal tetap menarik kalau dibaca. Toh tiap orang hidupnya unik, nggak jalanin rutinitas yang sama tiap harinya hehe #sokidealis

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s