Niat Berpendidikan

Saya ingat dulu, kalau sudah jam segini dan belum tidur juga pasti menangis. Putus asa. Stres berat. Mengutuk diri sendiri karena nggak bisa tidur. Alasannya simpel. Besoknya sekolah.

Betapa murni pikiran saya waktu itu. Karena sepertinya begitu seobsesifnya saya untuk pergi sekolah. Sekolah seperti segalanya waktu itu. Di sanalah dunia saya. Ada teman, ada pesawat kertas, ada papan tulis, ada penggaris raksasa, ada meja-kursi kayu, ada jadwal piket, ada dikte seorang guru, ada cinta monyet, ada mie Sakura, ada sosis-sosisan, dan ada abang2 jual mainan yang walau datang tiap hari ke sekolah tapi nggak pernah masuk ke sekolah. Tak terbersit sama sekali bagi saya waktu itu alasan masuk sekolah untuk dapat kerja. Tak pula agar bisa masuk SMP-SMA favorit. Hanya niat murni seorang anak kecil untuk bersekolah.

Saya tak begitu sadar waktu itu, tapi mungkin itu yang namanya niat untuk  berpendidikan. Niat untuk berproses menjadikan kita menjadi lebih bijak di setiap detilnya. Semoga niat seperti itu tetap ada di dalam diri kita. Tetap ada dan terus ada

Selamat Hari Pendidikan untuk hari kemarin 🙂

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s