Termos

Pak,

Minta uang beli termos. Aku pasti butuh termos

Mungkin tidak sekarang, tapi nanti aku tahu aku butuh.

nanti saat aku jauh

 

Yang aku mau cuma termos pak,

termos baru, bukan bekas

bukan termos turunan Cina seperti di dapur

termos baru, yang seperti di pasar, yang aku tunjuk waktu itu

yang gagah tegak menantang, yang di samping pedagang culas

yang dengan sekilas kita merasa barang bagus padahal belum tentu

tapi aku mau pak

 

Tak usahlah termos metalik kilat nan mahal

yang bungkus luarnya plastik penyot pun jadi.

Apa kata orang kalau untuk termos saja kita mewah,

tapi makan daging pun tak pernah

 

Aku juga tak peduli warna apa

Tak ada warna pun tak mengapa

yang penting didominasi putih muda,

dengan belang merah kalau ada

supaya di mana pun, orang tau aku ini patriot cinta negara

 

Itu termos nanti akan kuisi sendiri,

dengan air hangat paling panas,

agar setelah lama air panas itu masih hangat

agar kelihatan guna termos yang aku beli

 

Pak,

besok aku pergi ya pak. Bapak tau aku pasti pergi.

Yang mungkin belum tau perginya besok

Tak mengapa.

Aku pernah jaga adik waktu ditinggal seminggu dulu

Yang mungkin belum tau apa aku bisa jaga diri sendiri?

Jadilah.

asal bapak kasih duit buat beli termos,

asal nanti aku bisa belikan daging dari sana

 

selama air termos nanti masih panas,

akan terus panas selagi aku butuh,

dan selalu butuh

yang artinya selamanya

 

14.52

yang sudah lama tidak minum air panas

 

 

 

Advertisements

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s