Anti-motivasi

 

Pernah orang mengatakan sukses itu bukan seberapa lama orang berlari tidak terjatuh, melainkan seberapa sering ia bangun ketika jatuh. Dengan kata lain, orang yang paling berhasil adalah orang yang paling sering jatuh. Menarik memang. Bisa dikatakan benar sekaligus salah.

Mungkin kita bisa memutarbalikkan anggapan yang ada selama ini. Agar bisa berhasil, biasanya orang menargetkan pencapaian. Bagaimana kalau yang kita targetkan itu kegagalan? Jadi semakin sering gagal, semakin merasa sukseslah kita. Misal supaya bisa melakukan salto belakang, kita harus jatuh terlebih dahulu. Asumsikan tiidak ada yang namanya langsung berhasil atau beginner’s luck atau apapun namanya. Nah, ketika kita jatuh kita akan merasa sakit. Rasa sakit itu akan terus bertambah seiring kita terus mencoba mencari rasa sakit maksimal, dan ketika kita merasakannya, kita sudah berhasil!

Masalahnya adalah masing-masing kita tidak ada (mungkin ada) yang tau sampai mana batasan kegagalan maksimal itu. Jadi yang diperlukan adalah terus mencoba menumpuk kegagalan dan sesaat sebelum kita benar-benar berhasil, niscaya kita merasakannya. Ini maksudnya bukan dengan sengaja menggagalkan diri lho. Maksudnya cuma sebagai motivasi saja. Supaya kita tidak bosan mencoba. Keadaan akan lebih parah kalau kita lelah mencoba. Bahagia lah ketika gagal. Itu artinya kita semakin dekat dengan keberhasilan hakiki. Karena gagal berarti belajar. Mungkin menarget keberhasilan itu sudah amat mainstream, barangkali menarget kegagalan bisa jadi alternatif. 🙂

18.00

yang menasehati diri sendiri

Advertisements

17 comments

  1. Keberanian mencoba itu berbading terbalik dengan umur, dulu waktu smp nembak temen perempuan bukanlah persoalan sulit. Tapi sekarang, banyak sekali pertimbangan. Apalagi coba-coba diumur yang semakin uzur identik dengan ketidakdewasaan, jatuhnya hanya banyak wacana tanpa eksekusi nyata. Dan hal ini berlaku dalam segala lini hidup nampaknya… haha

    Liked by 1 person

  2. Menurut saya sih kita ya berusaha kudu tetap supaya berhasil ya, bukan supaya banyak gagal jadi kita pasti berhasil. Kayak logika, orang berhasil maka banyak gagal tidak sama dengan orang yang banyak gagal maka ia berhasil, kan. Jumlah dan jatah gagal menurut saya Tuhan yang atur… dan dalam setiap kegagalan pasti ada yang bisa dipelajari. Kalau gagalnya sering, berarti SKS gagalnya masih banyak, kalau gagalnya jarang, berarti SKS gagalnya sedikit…
    Eh kok jadi sok bijak gini.

    Like

  3. Kalau aku gak suka mimpi yang tinggi2. Anaknya gak beranian hahaha. Suka yang sesuai realita aja dan perkiraan bisa dicapai. Tapi kalau menargetkan kegagalan gak mau juga sih, takut malah jadi orang yang pesimis 😛

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s