10 Sunnah Sebelum Tidur

Catatan:

  • Untuk point 10, 3 Qul yang dimaksud itu membaca surat Al Ikhlash (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul a’udzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul a’udzu bi robbinnaas)
  • Didapat dari imuslimshop.com yang mana adalah semacam usaha nirlaba di bidang kesehatan, fashion dan kecantikan yang berasal dari Malaysia. Makanya bahasa pada gambar sedikit berbeda dari yang kita kenal. Mohon memaklumi ya 😀

Nah, saya sempat merasa ngeri sebelum menerbitkan post ini. Alasannya saya teringat akan ayat yang kira-kira isinya Allah SWT membenci orang yang menasehati orang lain namun ia sendiri tidak mengerjakan. Nggak bermaksud menasehati atau merasa lebih hebat, hanya saya ingin sedikit berbagi. Setelah saya mencari tahu, surat itu adalah Ash-Shaf ayat 2-3 dan memang benar apa yang saya pikirkan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ . كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

Siapa coba yang nggak merinding kalau mendengar akan dibenci oleh Allah? Karena sebagai contoh kecil saya belum melakukan keseluruhan 10 item gambar di atas. Niat saya murni ingin menyebarluaskan pengetahuan ini agar lebih banyak orang yang tau dan lebih banyak orang yang melakukan kebaikan. Sungguh saya takut dicap ingkar di akhirat kelak. Namun di sisi lain amar ma’ruf nahi munkar tetap harus dilaksanakan. Berangkat pada hasil pencarian ini (bisa diklik lho), akhirnya saya memutuskan untuk menerbitkan post ini. Semoga rahmat Allah SWT masih menyertai hamba-Nya

Al-Hasan Al-Bashri pernah mengatakan, “Wahai sekalian manusia sungguh aku akan memberikan nasihat kepada kalian padahal aku bukanlah orang yang paling shalih dan yang paling baik di antara kalian. Sungguh aku memiliki banyak maksiat dan tidak mampu mengontrol dan mengekang diriku supaya selalu taat kepada Allah. Andai seorang mukmin tidak boleh memberikan nasihat kepada saudaranya kecuali setelah mampu mengontrol dirinya niscaya hilanglah para pemberi nasihat dan minimlah orang-orang yang mau mengingatkan.” (Tafsir Qurthubi, 1/410)

Sumber gambar: Saya dapat dari fb dari akun OSD Online Shop 😆 Anehnya saya cari di imuslimshop.com pun nggak ada. Mungkin karena sudah terlalu lama dan dihapus. Izin memperbanyak gambarnya mas/mbak yang merasa memilikinya

Advertisements

5 comments

  1. Izin menambahkan literatur ya.. 🙂

    Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda,
    “Saat malam Isra’ Mi’raj aku melintasi sekelompok orang yang bibirnya digunting dengan gunting dari api neraka.” “Siapakah mereka?” tanyaku kepada Jibril. Jibril mengatakan, “Mereka adalah orang-orang yang dulunya menjadi penceramah ketika di dunia. Mereka sering memerintahkan orang lain melakukan kebaikan tapi mereka lupakan diri mereka sendiri padahal mereka membaca firman-firman Allah, tidakkah mereka berpikir?”
    (HR. Ahmad, Abu Nu’aim dan Abu Ya’la)

    Dari Usamah, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan didatangkan seorang pada hari kiamat lalu dicampakkan ke dalam neraka. Di dalam neraka orang tersebut berputar-putar sebagaimana keledai berputar mengelilingi mesin penumbuk gandum. Banyak penduduk neraka yang mengelilingi orang tersebut lalu berkata, ‘Wahai Fulan, bukankah engkau dahulu sering memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran?’ Orang tersebut menjawab, ‘Sungguh dulu aku sering memerintahkan kebaikan namun aku tidak melaksanakannya. Sebaliknya aku juga melarang kemungkaran tapi aku menerjangnya.’” (HR Bukhari dan Muslim)

    Dari Abu Zaid yaitu Usamah bin Zaid bin Haritsah radhi-allahu ‘anhuma, katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Akan didatangkan seseorang lelaki pada hari kiamat, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka, lalu keluarlah isi perutnya – usus-ususnya, terus berputarlah orang tadi pada isi perutnya sebagaimana seekor keledai mengelilingi gilingan. Para ahli neraka berkumpul di sekelilingnya lalu bertanya: “Mengapa engkau ini hai Fulan? Bukankah engkau dahulu suka memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran?” Orang tersebut menjawab: “Benar, saya dahulu memerintahkan kepada kebaikan, tetapi saya sendiri tidak melakukannya, dan saya melarang dari kemungkaran, tetapi saya sendiri mengerjakannya.” (Muttafaq ‘alaih).

    Like

    1. Selain perkataan Al-Hasan Al-Bashri, salah satu hal yang membuat kita harus tetap berdakwah adalah sebab bahwa setiap kita pasti memiliki dosa. Jadi kalau berdakwah harus menunggu tidak berdosa terlebih dahulu itu tidak mungkin.

      Rasulullah SAW bersabda, “Allah Swt telah berkata, ‘Wahai hamba-hambaKu, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepadaKu, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (berapa banyak dosanya).'” (HR Ibnu Majah, Tirmidzi)

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s