Antri, dengan Indomie di Tangan Kiriku

Setelah seminggu, akhirnya aku bisa menikmati Indomie beserta segala keagungannya. Antrian kasir yang ramai pun kutatap bahagia, dan satu tepukan dari belakang menghancurkan segalanya

“Woy, makan Indomie lo? Dompet lagi seret yah? Mana cuma beli satu lagi.”

Sejak hari itu, membeli Indomie sama memalukannya dengan beli pembalut.

Advertisements

5 comments

  1. Kenapa membeli pembalut memalukan? Wajar kan ada orang (lelaki sekalipun) membeli pembalut..
    Lagipula kenapa karakter ‘aku’ membeli mie instan di mini/super market (ada antrean menunjukkan itu berada di sana karena di warung jarang sekali ada antrean) yang harganya tentu lebih mahal dari yang dibanderol di warung.. Heuheuheu

    Like

    1. Haha, plot hole gitu yah 😆 …
      Iya sih. Klo dipikir-pikir beli pembalut gak malu2in amat. Cuma ya dr pengalaman klo mau beli agak disembunyiin gitu…

      Btw setelah saya bandingkan sendiri, rata-rata harga mie instan yang dijual di warung malah lebih mahal loh. Kalau di Jakarta sih, heheu

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s