Kutilang, Terbanglah dari Lift ini!

Ting

Pintu lift terbuka. Aneh juga. Ukuran lift ini terasa kecil sekali. Sama sekali tak sebanding dengan ukuran PGC. Atau sebenarnya lift ini sudah cukup luas, aku saja yang tak pandai bersyukur

Menjadi orang ke-5 yang masuk ke dalam lift selalu membuatku ingin mereka ulang adegan iblis pembunuh dalam film Devil. Nyatanya, sejak menonton film itu, tiap masuk lift aku selalu berkhayal bahwa ada satu iblis di antara kami semua. Dan ketika lampu mati iblis itu akan membunuh salah satu dari kami. Hmm, tentu saja itu cuma khayalan. Setidaknya terbukti ‘masih’ khayalan

Burung perkutut ke burung kutilang, burung perkutut ke burung kutilang, pssst.. ganti

Sebuah suara tiba-tiba muncul di dalam lift. Seperti seseorang yang berbicara melalui telepon. Kemudian salah seorang penumpang lift bermata sipit dengan kemeja kotak-kotak mengangkat HT yang ia pegang. Kalau saja ia berkata “aku pernah main bareng Aaron Kwok di Beijing tahun lalu” tentu aku percaya. Tampangnya persis mereka yang tampil di film aksi Hong Kong, yang jadi penjahatnya.

Burung kutilang ke burung perkutut, ya burung perkutut? pssst.. ganti

Ah, aku tak menyadarinya sebelumnya. Setelah dilihat baik-baik, si pemegang HT ini adalah petugas keamanan PGC. Selama ini petugas keamanan mall atau sejenisnya yang kulilhat mengenakan seragam khusus. Mungkin tujuannya agar mereka mudah dikenali pengunjung, supaya pengunjung tak kesulitan mencari tempat bertanya kalau tersesat. Tapi di PGC tidak. Mereka, petugas keamanan yang garang nan mulia di PGC, tidak memakai seragam. Mungkin bos mereka ini adalah mantan intel. Atau bahkan intel sungguhan

Tikus sudah masuk gorong-gorong. Tikus sudah masuk gorong-gorong, ganti

Ada apa sebenarnya? Aku merasa sedang bermain menyebutkan nama-nama hewan. Penumpang lift lainnya memasang raut tak acuh, tapi aku yakin dalam hati mereka penasaran. Jelas burung kutilang adalah ‘mafia Hong Kong’ di sampingku ini. Sedangkan burung perkutut berperan sebagai partner-in-crime burung kutilang. Dan tikus? Aku bertaruh ialah tokoh antagonisnya. Tokoh fabel seperti tikus, harimau, nyamuk, lalat, lintah darat, selalu menjadi antagonis.

Kalau gitu tutup gorong-gorongnya! Pastikan dia nggak bisa keluar! Biar dia tau sebenarnya berurusan dengan siapa. Sudah mau lebaran ini. Kita kasih pelajaran dia supaya gak bisa ikut takbiran!”

Aku cukup yakin mafia Hong Kong ini tidak merayakan lebaran juga takbiran.  Bukan, aku bukan menebaknya dari penampilan. Mendengar ancamannya, ia sepertinya salah memaknai konsep takbiran. Ia menganggap takbiran lebih ‘mengasyikkan’ dibanding lebaran itu sendiri. Kalau tidak mengapa ta ia katakan, “supaya gak bisa ikut lebaran!” Ah memangnya aku peduli. Dalam hati aku berdoa agar bisa cepat keluar dari lift ini, atau burung kutilang terbang dari lift ini. Aku takut aku tertawa, dan mereka sadar tikus yang mereka cari ada di lift ini!

Tong

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s