Nokia Oranye

Masih teringat jelas waktu SMP dulu diajak keliling Lucky Plaza sama Abba buat nyari handphone nokia bekas buat dipake sehari-hari. Kayaknya pas SMP dulu nggak begitu butuh yang namanya handphone. Tapi temen-temen hampir semuanya punya dan Abba agak maksa buat beliin supaya mudah dihubungi. Akhirnya pergilah kami berdua ke Lucky Plaza. Melancong , mencari handphone yang pas. Pas secara kantong

Alhasil setelah menjelajahi Lucky Plaza ke tiap sudut, didapatlah handphone Nokia sederhana (lupa serinya) berwarna oranye. Itu setelah pencarian kurang lebih 3 jam. Yang namanya masih kecil, dikasih handphone untuk pertama kali sungguh membahagiakan. Nggak liat hapenya lecet atau nggak, kondisinya mengenaskan atau bahkan layak pakai atau tidak. Aku versi SMP dulu melambung tinggi menuju klimaks euforia. Sepulang dari Lucky Plaza nokia itu terus kugenggam, otak-atik tidak jelas. Adek mau minjam saja rasanya tidak ikhlas. Hingga menjelang tidur, aku terus memencet tombol timbul itu, yang mendecit bila ditekan sedikit keras. Aku begadang main Snake yang menegangkan.

Itu sekitar 8 tahun lalu

Sekarang banyak yang sudah berubah. Anak-anak nggak adiktif lagi main snake, tapi ada miliaran alasan bagi mereka untuk tidak melepas handphone dari tangan mereka. Bahkan nggak cuma anak-anak. Orang dewasa lebih kecanduan dibandingkan anak-anak seiring handphone berganti nama menjadi smartphone. Nggak sedikit orang yang tahan melihat layar 5 inchi selama berjam-jam tanpa putus. Itu tandanya orang yang seperti itu sudah tenggelam jauh, dalam lautan siber yang luas luar biasa. Lautan yang kita sendiri tak akan sampai menuju dasarnya. Sama perihanya dengan cara bersosialisasi. Dengan orang yang tepat, kita bisa membicarakan ribuan topik tanpa merasakan keberadaan waktu. Bedanya dulu dan sekarang, proses pembicaraan itu bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja sekarang. Berkomunikasi lebih mudah dari membalikkan telapak tangan. Time-sense function is then disabled when we get in touch.

Tentu saja aku senang dengan segala kemudahan yang ada sekarang. Aku cuma kangen dengan keadaan yang dulu. Seperti harus mengirimkan 10 sms terlebih dulu biar bisa ngirim 100 sms atau ngidupin bluetooth buat ngirim wallpaper Naruto. Biar rempong, ribet, repot, tapi itu yang ngangenin. Kangen Nokia Oranye seken yang bobrok itu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s