UTS 2015/2016 Berakhir!

Lega…

Padahal semester 5 ini ‘cuma’ ada 6 mata kuliah. Tapi UTS tetap UTS. Yang bikin stress, nambah beban pikiran. Dan kenapa saya bilang ‘cuma’? Karena semester yang lalu-lalu sampai ada 9 mata kuliah. Berkurang satu aja udah signifikan, apalagi 3

Tapi, kok rasanya semakin ke sini rasanya semakin nyantai (ya iyalah). Maksudnya nggak ada perasaan kayak tingakt 1 atau 2 dulu. Sewaktu dulu kayaknya selalu ada rasa takut yang berbisik di balik punggung ini. Entah itu  Drop Out atau tinggal tingkat. Sekarang rasa itu seperti pupus. Atau seenggaknya menciut. Padahal sebenarnya sama aja. Ancaman dari tinggal kelas dan D.O. tetap ada, tetap wujud. Mungkin karena sudah terbiasa, hoho

Alhamdulillah UTS ini secara rata-rata merasa lebih baik. Semester ini ada Analisis Regresi, Mikroekonomi, Survei Contoh, I-O, Metode Penelitian,  Statistik Produksi, dan di antara 6 ituhanya ada satu mata kuliah inti yaitu Mikroekonomi. Bagi yang belum tau beda mata kuliah inti dan nggak ada di batasan minimal nilai mata kuliahnya. Mata kuliah inti serendah-rendahnya dapat nilai C. Kalau lebih rendah, D atau E, maka harus tinggal kelas buat tingkat 2 ke atas atau drop out untuk tingkat 1. Kalau mata kuliah non-inti batas minimalnya D. Dan coba tebak, di antara 6 itu nilai UTS Mikroekonomi yang paling mengkhawatirkan 😦

Tiap UTS atau UAS selalu ada ujian yang pas ngerjain tiba-tiba nge-blank. Hasil belajar selama kurang lebih 3 bulan menguap secara ajaib. Kemudian panik, keringatan tanpa henti, lalu tangan dan kaki gemetaran nggak bisa diam. Rasanya nggak enak banget. Apalagi kalau lagi ngerasain kayak gitu imajinasi memperparah kondisi. Membayangkan nanti akhirnya terpaksa mengulang satu tahun dan bikin malu keluarga (khususon orang tua). Setelah merasakannya berkali-kali aku sadar apa yang membuatku merasakan yang seperti itu selama ujian. Yaitu metode belajar yang salah…

Untuk mikroekonomi yang mayoritas hitungan, aku kurang banyak latihan soal menghitung. Akibatnya jadi bingung apa yang harus dikerjakan duluan. Walaupun sudah membaca contoh soal tapi itu tidak cukup. Pasti lupa langkah-langkah krusialnya. Harus dibantu gerakan tangan agar otak kita mampu merekam tiap titik komanya. Malam sebelumnya aku belajar mikro hanya dengan dibaca, dan alamatlah UTS gemetaran

Aku harap ini jadi yang terakhir kalinya merasakan ujian panik. Langkah awal, perbaiki metode belajar!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s