Mimpi yang Terwujud? Mungkin…

Auditorium dipenuhi sorak sorai suka cita pada Rapat Pleno Keputusan Tema PKL 55 bersama pimpinan STIS, jumat pagi, 18 desember 2015. Bahkan hingga rapat usai, tampak senyum masih mengembang di pipi seluruh mahasiswa STIS yang hadir. Hampir ‘seluruh’ mahasiswa tepatnya. Karena beberapa mahasiswa hanya dapat tersenyum pahit setelah mendengar keputusan itu. “Ini suatu tantangan untuk kami,” kata Vicky Lukito, sub.koor perkap bidang ekonomi, dengan setengah senyumnya saat ditanyai pendapatnya. Ada apa gerangan?

Rapat Pleno Tema bersama pimpinan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan STIS, dosen-dosen PKL, BPH 22 PKL 55, tim AB12 seksi analisis dan juga beberapa anggota seksi umum. Diharapkan rapat pleno ini menghasilkan kesimpulan dan kesepakatan untuk tema PKL 55. Apakah tema itu berasal dari tema unggulan hasil rapat kemarin atau harus merumuskan tema baru yang lebih sesuai dengan keputusan pimpinan. Dan juga pada rapat pleno ini, telah disampaikan secara resmi oleh Pak Hamonangan selaku pimpinan STIS, bahwa PKL 55 akan dilangsungkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dan ketika ditetapkan PKL 55 akan berlangsung di Lombok, tepuk tangan bergemuruh menjeru dari sisi kiri auditorium yang diduduki mahasiswa. Mahasiswa larut dalam euforia karena mimpi untuk mengabdikan statistik di tanah Lombok akan terwujud. Ya, semua berbahagia. Dengan sedikit pengecualian.

Di tengah kegembiraan mahasiswa STIS di auditorium, ada beberapa anggota seksi umum yang ragu untuk ikut berselebrasi. Mereka sadar dengan jarak yang begitu jauh, tugas mereka akan berat. Memastikan segala aspek non-statistik berjalan lancar hingga di provinsi nun jauh di sana.

“Perkap punya persiapan lebih dan diharapkan kerja bisa lebih terorganisir bila kepastian lokasi diketahui lebih cepat,” sambung Vicky yang menyambut keputusan ini sebagai tantangan. Senada dengan Vicky, Addin Khoirun, Koor seksi Umum bidang Ekonomi juga menganggap ini sebagai tantangan. “Selama ini paling jauh baru sampai Bali. Perlu kerja sama seluruh mahasiswa agar bisa sukses.”

Sementara itu Ketua Umum PKL kita, Raka, berharap dengan diadakannya PKL ini di Lombok, tidak menghilangkan esensi dari PKL ini sendiri. Raka bahkan mengajak seluruh panitia PKL 55 untuk bersama-sama ikut berpartisipasi aktif dalam PKL. “Kerja keras. Menimbang waktu kita yang sempit, perlu kerja keras dan partisipasi dari kita semua. Semuanya kerja keras. Jangan sampai ada yang hanya menjadi ‘penggembira’. Tanggung jawab  kita ini nggak cuma ke mahasiswa, melainkan juga dipertanggung jawabkan ke BPS dan masyarakat. Semoga kita nantinya bisa berhasil.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s