Integrasi Tema Ekonomi-Sosial

Rapat pleno mebahas tema bersama pimpinan STIS telah dilakukan pada jumat pagi (18/12).

Rapat yang dibuka pada 08.45 dimulai dengan perkenalan BPH 22 di hadapan dosen pembimbing PKL, dilanjutkan dengan sambutan dari Sabiludyn Raka. Sebagai Ketua Umum PKL 55, Raka memohon maaf sekaligus kepada dosen atas bimbingan PKL selama ini. Rapat kemudian menginjak ke acara utamanya, presentase tema unggulan PKL 55 di hadapan pimpinan STIS.

Untuk presentasi tema, “Kajian Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara tahun 2016” dari bidang Statistik Ekonomi dipresentasikan oleh Deta Novian-Arista dan “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Masyarakat Menjadi TKI di Provinsi Nusa Tenggara Barat” oleh  Aryatama-Natih. Layaknya presentasi sebelumnya, Deta-Arista serta Aryatama-Natih memaparkan secara rinci poin-poin penting dalam masing-masing tema. Secara keseluruhan presentasi tema ini terlihat semakin matang dibandingkan dari presentasi-presentasi sebelumnya.

Antusiasme dosen meninggi melihat presentasi kali ini. Terbukti dengan ramainya dosen yang ingin memberi masukan. Beberapa masukan itu di antaranya agar memerhatikan faktor teknis dan non-teknis PKL, kebermanfaatan PKL ini, memfokuskan populasi pariwisata dan lain sebagainya. Catatan untuk kajian TKI, dikatakan bahwa ruang lingkup dan analisis TKI terlalu sederhana bila dilihat dari teori perpindahan Everett Lee saja. Ada pula usul agar Pariwisata Berkelanjutan ini dijadikan tema besar PKL 55 dengan SE dan SK berpartisipasi di dalamnya. Sebagaimana yang diketahui, untuk Parwisata Berkelanjutan tak dapat hanya dilihat dari faktor ekonominya saja. Ada banyak faktor sosial juga lingkungan yang mesti diukur. Apabila digabungkan, maka SE akan berfokus menganalisis variabel-variabel ekonomi, sedangkan SK fokus untuk variabel sosial. Dengan begitu diharapkan output yang dihasilkan akan dalam dan berkualitas.

Setelah sesi presentasi dan diskusi, tibalah pada segmen yang menjadi titik balik PKL 55. Pengambilan keputusan PKL 55 oleh Pak Hamonangan. Beliau menyampaikan, pada dasarnya PKL adalah kesempatan untuk mahasiswa dalam menerapkan ilmu statistik yang didapat selama 2 tahun ini. Mahasiswa pun dituntut agar mempunyai kompetensi dalam melaksanakan kegiatan statistik di lapangan nantinya. Karena kita akan membawa nama BPS ke masyarakat, tentu kita harus menampilkan citra baik dan juga kerja profesional.

Namun sayangnya, Pak Hamonangan belum dapat memberikan keputusan mutlak mengenai tema resmi PKL 55. Beliau mengatakan belum berani memutuskan melihat kedalaman kajian, ruang lingkup, isu dan lain sebagainya. Namun secara tersirat Pak Hamonangan sangat setuju apabila PKL 55 memiliki satu tema yang utama dengan pengkhususan analisisi ekonomi dan sosial. “Ini berkaitan dengan anggaran 2.6 M,” dalam keterangan lebih lanjut. Apa pun itu, PKL 55 membutuhkan kerja sama dari seluruh aktor PKL kali ini. Ya, perlu kerja sama dari kamu, mahasiswa tingkat 3 STIS.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s