Senti demi Senti, Menuju Punah

Pernahkah kau merenung sesaat?

Bahwa perbendaharaan kata kita amat melarat.

Jadilah comot dari timur-barat,

Melayu, Jawa, Inggris bahkan kompeni laknat.

 

Mungkin dalih itukah? Musabab bahasa kita hingga hampir musnah,

karena kosakata yang katanya secercah?

Tak usahlah kita saling menipu. Entahlah.

Mungkin jawabannya ada dalam darah kita, bangsa pelatah

Bahasa Indonesia satu senti menuju punah!

 

Dan aku ingin peduli kalau kau tak peduli.

Karena ini glosari enggan ditengok lagi.

Bahkan memalingkan wajah tak berperi.

Memuja dialek asing, malu dengan sandi sendiri.

Akhirnya lahan perlahan tenggelam, dalam tak terselami

 

Seandainya kita terus bertutur,

takkan ada satu pun kata gugur.

Lalu apa dayaku? Secuil dari hempasan yang terkikis.

Dan soalku sebelum ini semua habis,

mengapa Tuhan menganugerahkan kita lupa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s