Menjadi Pionir Perubahan bersama ISYF

Indonesia Student Youth Forum atau biasa disingkat ISYF adalah suatu komunitas kepemudaan sebagai alternatif untuk mewadahi kreativitas anak muda. Secara khusus ISYF bergerak di bidang sosial. Sejak diakui pada tahun 2011, ISYF telah berkembang menjadi salah satu komunitas mahasiswa dan pelajar besar berskala nasional dan bahkan beberapa kali mengadakan event internasional.

“Gagasan besar kami, kami ingin membangun anak-anak muda yang siap membangun negeri.” Seperti yang dikatakan Dinur Garista Wirawan, Direktur Eksekutif ISYF sekaligus co-foundernya, ISYF ingin menggerakkan roda pembangunan negeri ini melalui pemuda.

Bagaimana ISYF mengakomodir kreativitas pemuda sekaligus mewujudkan tujuannya?\

“ISYF punya 2 agenda tahunan, Forum Pelajar Indonesia (FOR Indonesia) dan Indonesia Youth Forum (IYF).” Lebih lanjut dijelaskan Kang Dinur, sapaan akrab Dinur, Forum Pelajar Indonesia adalah semacam konferensi yang menyediakan ruang seluas-luasnya untuk pelajar tingkat SMA, SMK, MA dan sederajat di seluruh Indonesia untuk berkreasi dan menyampaikan aspirasi dalam bentuk ide serta gagasan yang mereka sampaikan dalam setiap sesi dalam forum ini. Dalam prosesnya mereka dapat memilih isu yang sesuai dengan minat dan kondisi lingkungan daerahnya yang kemudian dirumuskan untuk menjadi gerakan positif yang dapat dijalankan di daerahnya masing-masing.

Selain disatukan dalam forum diskusi, para peserta juga dipertemukan dengan pembicara-pembicara yang top Indonesia seperti CEO Exxon dan Co-Founder Kaskus. Kang Dinur mengatakan hal ini diakukan agar ada sharing pengalaman kepada para peserta. Kebetulan saat diwawancarai Forum Pelajar Indonesia sedang berlangsung. Tim reporter Media Kampus dapat melihat langsung antusiasme luar biasa dari peserta. Tahun ini FOR Indonesia yang berlangsung pada 10-14 november 2015 mengambil tema revolusi karakter dan dihadiri oleh pelajar SMA dari 27 provinsi.

Satu lagi agenda tahunan ISYF yaitu Indonesia Youth Forum. Berbeda dengan FOR Indonesia, IYF adalah konferensi khusus mahasiswa yang sudah memiliki proyek kegiatan sosial sendiri. Proyek mereka akan dipoles bagaimana caranya agar kegiatan tersebut bisa berdampak seluas-luasnya bagi masyarakat. Dalam waktu seminggu, mahasiswa dengan proyek sosial tertentu akan diminta untuk membuat plans of acion dilakukan di kampus dan lingkungan sekitar. “Banyak dari mahasiswa yang memiliki ide-ide bagus namun dalam pelaksanaannya tersendat. Dalam IYF ini akan dibantu dicarikan solusinya.”

Lalu apakah hanya itu saja? Tentu saja harus ada evaluasinya. Baik pelajar maupun mahasiswa diberikan waktu 3 bulan untuk melaksanakan kegiatannya. Kegiatan mereka tersebut diminta untuk didokumentasikan dan divideokan agar ISYF dapat mengevaluasinya. Proyek sosial yang terbaik akan dibantu ISYF untuk menyebarluaskannya ke luar negeri.

Kang Dinur berpesan kepada mahasiswa agar jadilah mahasiswa yang bermanfaat untuk sekitar. “Bagi saya, orang sukses itu adaah orang yang bisa menyukseskan orang lain.” Mahasiswa, lanjut Kang Dinur, memiliki peran yang sangat vital sebagai agen pembawa perubahan. Harus ada perubahan pola pikir. “Mahasiswa juga tidak boleh hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu. Yang kita dapatkan di kampus hanya 30%. Sisanya? Carilah di luar.” Yuk sama-sama kita jadi pembawa perubahan. Indonesia nggak akan maju kalau yang berubah cuma sendiri 🙂

Yuk mampir ke website resminya. Click me!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s