Sudah Shalat Isya?

Matius bertanya memecah keheningan

Geli juga. Mendengar Matius yang non-muslim menanyakannya. Terlebih saai itu jam baru menunjukkan pukul 4.09

“Maksudnya ashar mat?”

“Eh? Iya iya iya, Sorry. Gua lupa namanya”, sambil tertawa lepas


 

Aku sudah sangat sadar bahwa menjadi Islam di Indonesia adalah keuntungan. Kami dominan. Sayang, bahkan dengan fakta itu tingkat keimanan muslim Indonesia masih secetek. Nggak jauh beda denganku. Yang mengaji rutin saja baru sedikit-sedikit. Di lain sisi ada Matius dkk yang menjadi minoritas. Mungkin menjadi minoritas memberikan tantangan dalam menjalankan rutinitas ibadah

Yang aku saluti adalah sikap saling menghargai di antara perbedaan agama ini. Yang kami lakukan jelas berbeda, tapi kami masih mengingatkan untuk menjalankan ibadah masing-masing. Terakhir aku diingatkan Tiwi yang beragama Hindu agar segera ke masjid melaksanakan shalat jum’at. Sebelumnya pun aku pernah dibangunkan Benardo untuk shalat subuh pada jam 3 pagi. Malu rasanya, namun ada sedikit rasa kagum atas yang dilakukan mereka.

Harusnya dengan adanya pengalaman-pengalaman seperti ini semakin mendekatkanku dengan Allah. Bahwa dorongan untuk terus mengingat-Nya bisa datang dari mana saja. Tergantung dari kita apakah kita akan mengikutinya dengan taat atau tidak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s