Cuma ‘Dang’ dan ‘Dut’

aduh pusing ‘pala barbie ‘pala barbie oh ow ow

pusing ‘pala barbie ‘pala barbie oh ow ow

pusing ‘pala barbie ‘pala barbie oh ow ow

pusing ‘pala barbie ‘pala Barbie

Aku yakin kebanyakan sudah ahli membaca lirik di atas. Lengkap dengan iramanya. Kalau sudah dinyanyikan (sengaja atau tidak sengaja), lupakan dan jangan nyanyikan lagi. Itu lagu plagiat!

Yah, lirik itu cuma pengantar. Supaya kau, pembaca, punya gambaran lebih jelas tentang dangdut

Berpakem pada satu pola, tabuhan gendang terus berulang, khas lagu dangdut. Gendang tadi berfungsi sebagai pengatur tempo. Lalu layaknya kebanyakan musik sekarang yang serba komputer, efek suara persis bas dimainkan. Meliuk-liuk, menemani gendang. Hanya dengan kedua bunyi ini fondasi dan wajah musik sudah terbentuk. Suatu musik koplo yang dicintai rakyat

Kombinasi gendang dan bas menghasilkan irama mendayu-dayu. Harmonisasi keduanya mengeluarkan bunyi ‘dang’ dan ‘dut’ bersahutan. Memancing refleks untuk bergoyang. Sebagai pemanis alunan keyboard maya ditambahkan. Menambah nada baru, menyinkronkan dengan ketukan gendang. Suara keyboard yang bernada tinggi bersatu indah. Mungkin bukan indah, lebih ke mantap

Padahal bunyinya cuma ‘dang’ dan ‘dut’ tapi gabungan ‘dang’ dan ‘dut’ tadi bisa mengakibatkan adiksi. Motorik tanpa sengaja menyatukan gerak dengan gendang. Seperti mantra magis. Entahlah. Sulit menggambarkan mengapa dangdut itu asyik. Intinya, mendeskripsikan musik dangdut itu sulit, dan aku tetap melakukannya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s