STIS di ONS 2015

Jakarta, Media Kampus STIS 

Nama STIS kembali mengharum pada jumat, 8 mei 2015. Adalah Zanial Fahmi dari kelas 3SE3 dan Seprianto Manullang dari 3SE1 yang berhasil menjadi juara 1 dalam kejuaraan Olimpiade Nasional Statistika (ONS) yang diselenggarakan di Auditorium FMIPA UGM awal mei lalu. Kemenangan mereka disertai dengan dibawa pulangnya piala bergilir Sri Sultan Hamengku Buwono X ke kampus STIS

ONS sendiri adalah perlombaan yang diadakan Himpunan Mahasiswa Statistika Universitas Gajah Mada (HIMASTA-UGM) yang menguji seluruh kemampuan peserta yang berorientasi pada disiplin ilmu statistika, matematika, ekonomi dan semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan statistika. ONS diselenggarakan 2 tahun sekali. Walaupun lomba-lomba yang bertemakan statistika di Indonesia cukup banyak jumlahnya, ONS memiliki konsep yang sedikit berbeda, dimana perlombaan ONS ini dikatakan lebih komprehensif baik dari segi cakupan materi maupun teknis lomba. Terdapat tiga babak yang harus dilalui masing-masing tim (beranggotakan 2 orang) untuk menjadi juara, yaitu babak penyisihan, semifinal dan final.

Terhitung ada 31 tim dari seluruh Indonesia yang mengikuti babak penyisihan ONS 2015. Babak penyisihan sendiri berupa soal pilihan ganda sebanyak 60 soal yang dikerjakan selama 120 menit secara individu. Akan dicari 10 terbaik dari total skor individu masing-masing tim untuk maju ke babak semifinal. Kemudian 10 terbaik itu diharuskan mengerjakan 8 soal essay dalam 120 menit secara berkelompok yang kemudian akan diseleksi lagi menjadi 5 tim yang melenggang ke babak final. Ujian di babak final berupa satu soal studi kasus yang harus dipresentasikan di depan juri.

STIS mengirimkan tiga tim di kejuaraan ONS kali ini, yaitu tim Zanial dan Seprianto, tim Zelani Nurfalah dan M. Imam Sholihin, serta tim Aviv Alvian dan Uswatun Nurul. Hebatnya, ketiga tim STIS tersebut lolos ke babak semifinal menjadi 10 besar. Di babak final STIS menyisakan tim Zanial dan tim Zelani yang akhirnya tim Zanial berhasil menjadi juara 1 nya. Terdapat cerita menarik di balik kemenangan ini. Sewaktu babak penyisihan hingga semifinal, tim Zanial dan Seprianto tergolong tim dengan ranking bawah. Sehingga kurang diperhitungkan peserta lain. Namun mereka berdua secara mengejutkan bisa keluar sebagai juara 1. Kredit khusus diberikan ke dosen pembimbing yang telah menuntun tim ONS STIS hingga berhasil meraih prestasi seperti ini.

“Kesuksesan adalah titik potong antara kesiapan dan kesempatan”, kata Zanial. Tersurat bahwa memang diperlukan adanya usaha untuk meraih keberhasilan. Seprianto pun turut membagi resep kesuksesannya dengan jangan melihat ke belakang (yang lampau), yang penting adalah bergerak terus ke depan dan capai hal yang diinginkan. Mereka berdua sudah membuktikan kalau lulusan STIS bisa berprestasi di luar. Jadi, kapan giliranmu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s